<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354</id><updated>2012-02-16T20:21:00.308+07:00</updated><title type='text'>KAJIAN ISLAM</title><subtitle type='html'>Kumpulan Kajian Islam :Aqidah,Ibadah, Tazkiyah Nufus,Bimbingan Haji dll</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-4039285161806908356</id><published>2010-06-02T09:12:00.000+07:00</published><updated>2010-06-02T09:12:48.854+07:00</updated><title type='text'>KEBIADABAN YAHUDI</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.al-irsyad.org"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press Rilis&lt;br /&gt;DPP Perhimpunan Al-Irsyad Sangat Mengutuk Keras&lt;br /&gt;Tindakan Keji Zionis Israel &lt;br /&gt;Menyerang Kapal Bantuan Kemanusiaan Mavi Marmara&lt;br /&gt;Selasa, 01 Juni 2010&lt;br /&gt;DPP Perhimpunan Al-Irsyad yang berkantor pusat di Matraman 70 Jakarta Timur, dengan tegas menolak segala bentuk terorisme termasuk diantaranya terorisme yang dilakukan Zionis Israel atas Bangsa Palestina sebagai pemicu tindakan terorisme lainnya. &lt;br /&gt;Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad Ustadz Yusuf Utsman Baisa,Lc pada hari ini  Selasa,01 Juni 2010 mengutuk  keras tindakan teror  keji Negara Zionis  Israel yang menyerang kapal bantuan kemanusiaan dari beberapa Negara di Dunia yang tergabung dalam Bantuan kemanusiaan di Kapal Mavi Marmara dan menyebabkan wafatnya sekitar 20 orang relawan yang sebagian besar adalah aktivis pro-Palestina asal Turki dan beberapa orang terluka.Tindakan keji membabi buta ini menunjukan niat buruk Israel untuk terus menjajah Bangsa Palestina. &lt;br /&gt;Bahkan Ketua Majelis Dakwah DPP Perhimpunan Al-Irsyad Ustadz Ali Saman Hasan, Lc menegaskan bahwa Yahudi Zionis memang bangsa yang dilaknat Alloh diantaranya karena kekejian dan kelicikan mereka, jangankan relawan bantuan kemanusiaan atau bangsa palestina yang dijajah mereka bahkan dahulu para Nabinyapun mereka bunuh.&lt;br /&gt;DPP Perhimpunan Alirsyad mengajak khususnya kepada seluruh warga perhimpunan di 100 DPC Perhimpunan yang ada dan kaum Muslimin di Indonesia pada umumnya agar mendoakan para relawan Muslim yang wafat agar mereka diberikan pahala yang lebih baik dan dijadikan Syuhada atas kesungguhan perjuangan mereka dan niat tulus mereka membantu perdamaian di Palestina. Dan pula mendoakan seluruh relawan yang masih disana untuk mendapatkan kemudahan dalam urusan mereka.&lt;br /&gt;Admin Web Al-irsyad.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-4039285161806908356?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/4039285161806908356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/06/kebiadaban-yahudi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/4039285161806908356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/4039285161806908356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/06/kebiadaban-yahudi.html' title='KEBIADABAN YAHUDI'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-5221308775289808301</id><published>2010-05-21T21:54:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T21:54:37.891+07:00</updated><title type='text'>Imunisasi Syariat</title><content type='html'>Imunisasi Syari'at. &lt;br /&gt;(Terobosan Inovatif Menangkal Penyakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Muhammad Arifin bin Baderi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendahuluan :&lt;br /&gt; Segala puji hanya milik Allah Ta'ala Yang telah menciptakan makhluq-Nya dengan hikmah, sehingga tiada satupun makhluq yang diciptakan dengan sia-sia, &lt;br /&gt; وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاء وَالأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ &lt;br /&gt;"Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dengan bermain-main". (Al Anbiya' 16). Maha Suci Allah Yang telah menciptakan makhluq-Nya dengan berpasang-pasang. &lt;br /&gt; وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ &lt;br /&gt;"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasang supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah." (Az Dzariyat 49).&lt;br /&gt;Ketentuan ini berlaku pada seluruh makhluq-Nya, tidak terkecuali berbagai penyakit yang menimpa manusia. Tidaklah Allah Ta'ala menciptakan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan pula obatnya. &lt;br /&gt;Sahabat Jabir  meriwayatkan dari Rasulullah , bahwa beliau bersabda :&lt;br /&gt;(لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. )&lt;br /&gt;"Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla." (riwayat Muslim ).  &lt;br /&gt; Pada hadits lain riwayat Ibnu Mas'ud ,  beliau  bersabda:&lt;br /&gt;(ما أَنْزَلَ الله دَاءً إلا قد أَنْزَلَ له شِفَاءً عَلِمَهُ من عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ من جَهِلَهُ) رواه أحمد والطبراني وصححه الحاكم&lt;br /&gt;"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan untuknya obat, hal itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya." (Riwayat Ahmad, At Thobrany dan dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al Hakim).&lt;br /&gt; Saudaraku! Hidup sehat dan kuat, jasmani dan ruhani adalah cita-cita setiap muslim. &lt;br /&gt;(الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah dibanding seorang mukmin yang lemah. Dan pada masing-masing mereka terdapat kebaikan. Gapailah setiap yang bermanfaat buat dirimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Bila engkau ditimpa sesuatu, jangan sekali-kali engkau berkata: andai aku berbuat demikian, niscaya demikian dan demikian. Akan tetapi hendaknya engkau berkata: Telah Allah tentukan, dan apa yang telah Ia kehendaki pasti terjadi. Karena sesungguhnya ucapan "andai" hanyalah membukakan pintu bagi setan untuk menggoda."  Riwayat Muslim.&lt;br /&gt; Saudaraku!  Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat kesehatan dan selanjutnya jaga dan manfaatkan kesehatanmu untuk mengerjakan hal-hal yang berguna bagi agama dan duniamu. Janganlah engkau terperdaya dengan nikmat kesehatan, karena bisa saja suatu saat, Allah mencabut kenikmatan ini darimu.&lt;br /&gt;(نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ)&lt;br /&gt;"Dua kenikmatan yang kebanyakan orang terperdaya  (lalai) tentangnya,  yaitu kesehatan dan waktu luang." Riwayat Muslim.&lt;br /&gt; Sekarang, anda berbadan sehat, kuat dan sedang menikmati masa muda. Akan tetapi bersama berjalannya waktu, kekuatan badan anda akan luntur, kesehatan anda menipis, dan masa muda andapun telah sirna. Atau mungkin saja, masa muda anda dihiasi oleh berbagai aral yang melintang, penyakit yang menghadang dan wabah penyakit yang mengancam. Sudahkan anda mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai hal tersebut?&lt;br /&gt; Mungkin anda berkata: semasa kecil saya telah mendapatkan suntikan imunisasi yang lengkap, sehingga tidak perlu kawatir dengan berbagai wabah penyakit yang ada. &lt;br /&gt; Coba anda sejenak menengok ke masyarakat di sekitar anda, amatilah berbagai penyakit dan derita yang menimpa mereka. Atau barang kali anda berkesmpatan untuk mengunjungi rumah sakt terdekat. Berapa banyak jenis penyakit dan derita yang menimpa mereka? Bisakah suntikan imunisasi yang telah anda dapatkan menanggulangi seluruh penyakit yang anda temukan?&lt;br /&gt; Betapa banyak penyakit yang diderita saudara anda, hingg kini belum ditemukan pengobatannya, apalagi vaksin pencegahnya. Betapa banyak penyakit yang menimpa mereka terjadi karena hal-hal yang diluar dugaan, semacam bencana alam, kecelakaan, dan tindak kriminal orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt; Sekali lagi, mungkinkah imunisasi yang telah anda dapatkan mampu melindungi diri anda dari berbagai penyakit tersebut? &lt;br /&gt;  Melalui tulisan sederhana ini, saya mengajak anda untuk menjalani imunisasi lain yang telah terbukti manjur dan efektif melindungi diri anda dari seluruh penyakit dan petaka yang telah anda saksikan dan ketahui.&lt;br /&gt;  Perkenankan saya untuk menjuluki imunisasi ini dengan imunisasi syari'at , karena berbagai "suntikan" imunisasi ini benar-benar bersumberkan dari Syari'at, dan bukan dari hasil eksperiman dan percobaan segelintir peniliti dan ilmuwan.&lt;br /&gt; Selanjutnya, saran dan masukan dari anda sangat saya nantikan, semoga Allah Ta'ala menetapkan jiwa kita di atas agama-Nya, Wallahu a'alam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Madinah Munawwaroh, Saudi Arabia&lt;br /&gt;        21 Rabi'ul Awal 1431M/6 Maret 2010 H&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Biang Penyakit:&lt;br /&gt; Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang beberapa hal yang berkaitan dengan penanggulangan penyakit dan pengobatannya, alangkah indahnya bila kita sedikit menengok kepada dua biang penyakit dan wabah yang telah dilalaikan oleh umat manusia secara umum, dan kebanyakan kaum muslimin secara khusus. Hal ini penting kita lakukan, karena dengan mengetahui penyebab penyakit yang kita derita, maka pengobatannyapun menjadi mudah dan efektif.&lt;br /&gt; Kedua biang  penyakit tersebut ialah: &lt;br /&gt;1-  Kemaksiatan Adalah Sumber Berbagai Penyakit:&lt;br /&gt; Telah banyak dalil, baik dari Al Qur'an dan As sunnah, serta dari berbagai fakta di alam semesta, yang menunjukkan bahwa kemaksiatan adalah salah satu penyebab terjadinya berbagai petaka dan penyakit. Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ السجدة 21&lt;br /&gt;"Dan sungguh-sungguh Kami akan menimpakan kepada mereka sebagian azab dekat/kecil (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (As Sajdah 21).&lt;br /&gt; Ibu Abbas berkata: "Yang dimaksud dengan azab dekat/kecil ialah berbagai musibah yang terjadi di dunia, penyakit dan petaka yang Allah timpakan kepada hamba-hamba-Nya, agar mereka bertaubat."( )     &lt;br /&gt; Pada ayat lain Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ النساء 123.&lt;br /&gt;"Barang siapa yang mengerjakan kejelekan, niscaya ia akan diberi balasan dengannya."  (An Nisa 123).&lt;br /&gt;Qotadah berkata: "Telah sampai kepada kami bahwa tidaklah ada seseorang yang tergores oleh ranting, atau terkiliir kakinya atau terpelintir uratnya, melainkan akibat dari dosa yang ia perbuat.( ) "  &lt;br /&gt;Pada suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas  dihadapan sahabat Usamah bin Zaid tentang penyakit/ wabah tho'un, maka sahabat Usamah bin Zaid mengabarkan bahwa dan Rasulullah  pernah menjelaskan tentang hal itu dengan sabdanya:&lt;br /&gt;(إِنَّ هذا الْوَجَعَ أو السَّقَمَ رِجْزٌ عُذِّبَ بِهِ بَعْضُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ ثُمَّ بَقِيَ بَعْدُ بِالْأَرْضِ فَيَذْهَبُ الْمَرَّةَ وَيَأْتِي الْأُخْرَى) متفق عليه&lt;br /&gt;"Sesungguhnya penyakit ini adalah kotoran yang dengannya Allah mengazab sebagian umat sebelum kalian, kemudian tersisa di bumi, kadang kala ia hilang dan kadang kala ia datang kembali."  Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt; Tidak mengherankan bila Nabi  menjelaskan bahwa salah satu hikmah dari setiap musibah yang menimpa seorang muslim ialah untuk menghapuskan kesalahan dan dosanya.&lt;br /&gt;(ما يُصِيبُ الْمُسْلِمَ من نَصَبٍ ولا وَصَبٍ ولا هَمٍّ ولا حُزْنٍ ولا أَذًى ولا غَمٍّ حتى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إلا كَفَّرَ الله بها من خَطَايَاهُ) متفق عليه.&lt;br /&gt;"Tidaklah seorang muslim ditimpa rasa letih, rasa sakit, gundah pikiran, rasa duka, gangguan dan kebingungan sampai-sampai duri yang menusuknya, melainkan akan Allah hapuskan sebagian dari kesalahannya."  Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt; Degan penjelasan singkat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa perbuatan maksiat adalah salah satu penyebab datangnya berbagai penyakit, baik sebagai balasan atau sebagai teguran kepada pelakunya agar ia kembali kepada jalan yang benar dan bertaubat dari kemaksiatan.&lt;br /&gt; Diantara kemaksiatan yang sering menjadi biang munculnya berbagai penyakit baru ialah perbuatan zina, sebagaimana disabdakan oleh Nabi  :&lt;br /&gt;(لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِى أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا.)&lt;br /&gt;وفي رواية: وَلاَ فَشَا الزِّنَى فِي قَوْمٍ قَطُّ إِلاَّ كَثُرَ فِيْهِمُ الْمَوْتُ&lt;br /&gt;"Tidaklah perbuatan zina meraja lela di suatu kaum, hingga mereka berterang-terangan ketika melakukannya, melainkan akan ada pada mereka berbagai wabah (tha'un) dan penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelum mereka."&lt;br /&gt;Dan pada sebagian jalur hadits ini dinyatakan: "Tidaklah perbuatan zina meraja lela di suatu kaum, melainkan akan banyak kematian di tengah-tengah mereka." (Riwayat Al Hakim, At Thobrani dan Al Baihaqi, dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits shahih).&lt;br /&gt; Ummul Mukminin Maimunah radhiallahu 'anha mengisahkan bahwa ia pernah mendengar Nabi  bersabda:&lt;br /&gt;(لاَ تَزَالُ أُمَّتِى بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَفْشُ فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا، فَإِذَا فَشَا فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا، فَيُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِذابٍ). وحَسَّنه الحافظ ابن حجر ووافقه الألباني&lt;br /&gt;"Umatku senantiasa dalam keadaan baik, selama anak hasil perzinaan belum meraja lela di tengah-tengah mereka. Bila anak hasil zina telah meraja lela di tengah-tengah mereka, maka tidak lama lagi Allah akan menimpakan siksa-Nya kepada mereka semua."  Riwayat Imam Ahmad, dan oleh Al Hafiz Ibnu Hajar dinyatakan sebagai hadits hasan, dan disetujui oleh Al Albani.&lt;br /&gt;Saudaraku, mungkin anda bertanya, bagaimana halnya dengan negri kita yang semua orang telah mengetahui bahwa prostitusi telah merajalela?&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku! Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) memperkirakan jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia sampai Maret 2008 mencapai 200 ribu. &lt;br /&gt;Deputi Sekretaris KPAN Bidang Pengembangan Program Dr Kemal Siregar di Bengkulu, berkata : "Kalau data yang dilansir Departemen Kesehatan (Depkes) pengindap HIV dan yang terjangkit AIDS di Indonesia per Maret 2008 sebanyak 12 ribu, tapi estimasi kita jauh lebih besar yakni mencapai 200 ribu." Menurutnya, penderita HIV/AIDS kondisinya bagaikan "gunung es" yakni yang terlihat di permukaan atau yang telah ditemukan jauh lebih kecil dibandingkan kondisi sebenarnya. Karena menurutnya, penderita yang telah ditemukan atau melaporkan dirinya mengidap penyakit itu hanya lima persen dari jumlah sebenarnya. Jumlah pengidap penyakit kotor ini yang belum terindektifikasi atau sengaja menutup diri, lebih banyak dari yang telah melapor atau berhasil didata oleh pihak terkait. ( )    &lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun yang meragukan bahwa diantara penyebaran penyakit kotor ini sebagian besar disebabkan oleh penggunaan jarum suntik narkoba dan hubungan seksual haram, baik perzinaan dengan Penjaja Seks Komersial (PSK) ataupun hubungan sejenis (homo seksual).&lt;br /&gt;Saudaraku, anda adalah warga negara yang baik dan umat Islam yang bertakwa, apa perasaan anda ketika membaca data ini? &lt;br /&gt; Ketahuilah saudaraku! Tidaklah dunia bersama isinya ini diciptakan melainkan demi kepentingan umat manusia. Betapa tersanjungnya diri anda, ternyata kerahmatan Allah kepada anda sebagai umat manusia begitu luas. Coba bayangkan, langit dan bumi yang begitu luas,dengan berbagai kenikmatan yang ada padanya diciptakan demi kemaslahatan anda beserta seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً البقرة 29&lt;br /&gt;"Dialah Allah Yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu."Al Baqarah 29.&lt;br /&gt; Pada ayat lain Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ {31} فَذَلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ  &lt;br /&gt;"Katakanlah:"Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan" Maka mereka menjawab:"Allah". Maka katakanlah:"Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya). Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)". Yunus 31-32&lt;br /&gt;Pendek kata, semua yang ada dibumi halal untuk anda makan dan gunakan, kecuali yang mengancam keselamatan hidup anda, baik di dunia ataupun di akhirat. Karenanya, diantara amal kemaksiatan yang banyak mendatangkan penyakit ialah mengkonsumsi makanan atau minuman haram.&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata: Sesungguhnya Allah Ta'ala mengharamkan atas umat ini berbagai hal-hal yang diharamkan, dikarenakan hal-hal itu buruk (berbahaya). Dan tujuan pengharaman itu guna melindungi dan mencegah mereka agar tidak mengkonsumsi hal yang berbahaya tersebut." ( ) &lt;br /&gt;Ibnu Taimiyyah menjelaskan salah satu efek buruk dari memakan daging babi dengan berkata : Daging babi biang dari berbagai perangai buruk, karena babi adalah hewan paling rakus, dan tidak pernah berpantangan terhadap makanan apapun." ( ) &lt;br /&gt;Ibnu Sirin lebih terperinci menjelaskan tentang salah satu perangai babi dengan berkata: "Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi Luth selain babi dan keledai."  ( )  &lt;br /&gt;Bila demikian adanya, maka tidak perlu heran bila orang yang biasa memakan daging babi atau keledai, lambat laun dijangkiti oleh perangai babi yang suka sesama jenis. Na'uzubillah min zalika.&lt;br /&gt;Seakan tidak mau ketinggalan dari gurunya, Ibnul Qayyim juga menjelaskan salah satu efek samping dari mengkonsumsi makanan haram, diantaranya daging binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar kuat. Beliau berkata: "Oleh karena itu Nabi  mengharamkan setiap binatang buas yang betaring tajam dan burung yang berkuku kuat. Larangan beliau ini disebabkan karena karakter hewan jenis ini yang senantiasa mengganggu, menyerang, dan bengis. Padahal setiap orang akan terpengaruh oleh jenis makanan yang ia konsumsi. Dengan demikian, bila anda mengkonsumsi daging hewan jenis ini, niscaya karakter anda lamban laun akan terpengaruh sehingga anda akan terbiasa berperilaku bak hewan buas, hobi  mengganggu, dan bengis. Tidak heran bila beliau  mengharamkan atas umatnya memakan daging hewan jenis ini." ( ) &lt;br /&gt; Mungkin dari anda ada yang berkilah bahwa berbagai penyakit yang saya derita adalah penyakit bawaan sejak pertama kali saya terlahir ke dunia atau penyakit keturunan dari kedua orang tua saya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Apa yang anda utarakan benar adanya, sayapun tidak mengingkari hal itu, akan tetapi perkenankan saya balik bertanya: Mengapa kedua orang tua anda mengidap penyakit tersbeut? Dan kemudian kenapa penyakit itu menurun kepada anda?&lt;br /&gt;Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam kitab tafsirnya bahwa pada suatu hari Abul Bilaad juga berpikiran sama dengan apa yang anda utarakan. Terlebih-lebih setelah ia membaca firman Allah Ta'ala berikut:&lt;br /&gt;وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ  الشورى 30&lt;br /&gt;"Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri." (As Syura 30). Ia bertanya-tanya, bagaimana penerapan ayat ini pada dirinya, yang telah menderita buta mata sejak ia masih berada dalam kandungan ibundanya. Karena tidak berhasil menemukan jawaban atas keherannya ini, ia bertanya kepada Al 'Ala' bin Bader:  "Bagaimana penafsiran firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt; وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ  الشورى 30&lt;br /&gt;"Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri," padahal aku ditimpa kebutaan sejak aku masih bayi? Maka Al 'Ala' menjawab: "Itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu."( )  &lt;br /&gt; Demikianlah saudaraku, petaka dan dampak buruk perbuatan maksiat ternyata bukan hanya diderita oleh pelaku maksiat saja, akan tetapi juga oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt; Pada suatu hari Zainab bintu Jahesy radhiallahu 'anha  bertanya kepada Rasulullah : &lt;br /&gt;يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخُبْثُ. متفق عليه&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah, mungkinkah kita akan dibinasakan, sedangkan ditengah-tengah kami masih didapatkan orang-orang sholeh? Mendengar pertanyaan istri beliau tercinta ini, Nabi  bersabda: Ya, bila orang-orang yang buruk telah berjumlah banyak." Muttafaqun 'alaih&lt;br /&gt; Hadits berikut menjelaskan lebih gamblang, bagaimana petaka amal kemaksiatan bisa menimpa selain pelakunya. &lt;br /&gt;عَنْ أَبِى قَتَادَةَ بْنِ رِبْعِىٍّ الأَنْصَارِىِّ  أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  مُرَّ عَلَيْهِ بِجِنَازَةٍ فَقَالَ: (مُسْتَرِيحٌ، وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ). قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْمُسْتَرِيحُ وَالْمُسْتَرَاحُ مِنْهُ؟ قَالَ: (الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَأَذَاهَا إِلَى رَحْمَةِ اللَّهِ، وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ.)  متفق عليه&lt;br /&gt;Abu Qatadah bin Rib'i Al Anshari  mengisahkan: Pada suatu hari ada seorang janazah yang dibawa melintasi Rasulullah , sepontan beliau bersabda: "Apakah ia orang yang telah terbebas atau malah orang lain yang terbebas darinya?" Mendengar sabda Rasulullah  ini, sepontan para sahabat bertanya: Apa maksud ucapanmu: " Apakah ia orang yang telah terbebas atau malah orang lain yang terbebas darinya"? Beliau menjawab: bila orang mukmin mati, maka ia terbebas dari derita dan pedih hidup dunia menuju kepada kerahmatan Allah. Sedangkan orang yang  jahat (fajir), maka seluruh manusia, negri, pepohonan dan binatang ternak terbebas dari ulahnya." Muttafaqun 'alaih&lt;br /&gt;Imam An Nawawi menjelaskan hadits ini dengan berkata : "Adapun terbebasnya umat manusia dari ulah orang jahat yang mati, artinya mereka terbebas dari gangguan orang tersebut. Sedangkan gangguan orang jahat itu semasa hidupnya kepada mereka dapat terwujud dalam beberapa hal:&lt;br /&gt;- Tindak kelalimannya.&lt;br /&gt;- Ia berbuat kemungkaran, sehingga masyarakat menjadi repot, karena harus mengingkari perbuatannya. Tidak jarang mereka harus menanggung pembalasannya, karena tidak terima dengan pengingkaran mereka.&lt;br /&gt;-  Dan bila masyarakat memilih untuk diam, maka mereka menanggung dosa, karena telah membiarkan kemungkaran.&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan terbebasnya hewan ternak dari ulah orang jahat itu. Bisa saja semasa hidupnya ia biasa menyakiti, memukul, membebani hewan ternaknya dengan beban yang terlalu berat. Dan tidak menutup kemungkinan, ia tidak memberi hewan ternaknya makanan yang cukup. Sedangkan terbebasnya negri dan pepohonan dengan kematian orang jahat, karena semasa hidupnya ia menjadi penghalang turunnya air hujan."  ( ) &lt;br /&gt;Pendek kata, berbagai wabah dan penyakit yang menimpa umat manusia di zaman kita, tidak lepas dari ulah mereka sendiri yang menjauhi syari'at Allah.&lt;br /&gt;ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ  &lt;br /&gt;"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah)." (Ar Rum 41)&lt;br /&gt;Gambaran singkat tentang apa yang menimpa umat manusia saat ini bagaikan sebuah perusahaan penerbangan, yang tentunya memiliki berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus pesawat terbang, adai yang buatan perusahaan  Boing dan ada pula yang buatan Air Bus. Tentunya ketika mengoprasikan dan merawat pesawat-pesawat terbang tersebut, perusahaan itu akan mematuhi berbagai aturan dan ketentuan yang diajarkan oleh perusahaan pembuat pesawat-pesawatnya. &lt;br /&gt;Anda bisa bayangkan, bila perusahaan tersebut dalam mengoprasikan pesawatnya menggunakan metode kusir dilman dalam mengendalikan dilmannya. Begitu juga halnya ketika pesawat-pesawat tersebut membutuhkan perawatan, para tekhnisi perusahaan itu merawatnya dengan cara-cara bengkel delman merawat delmannya.&lt;br /&gt;Ketika anda bertanya kepada perusahaan penerbangan itu tentang alasan sikapnya, ternyata ia menjawab anda dengan berkata: Saya menganut paham kebebasan bersikap dan berpendapat. &lt;br /&gt;Menurut anda, apa yang akan terjadi pada pesawat-pesawat terbang milik perusahaan itu? Menurut hemat anda, sikap perusahaan tersebut dapat ditoleransi atau tidak? Dan bernyalikah anda menggunakan jasa pesawat terbang perusahaan tersebut untuk bepergian?&lt;br /&gt;Mungkin anda berkata: aah contoh ini terlalu ekstrim, tidakkah mungkin anda membuat permisalan yang lebih logis?&lt;br /&gt;Baik saudaraku! Saya dapat memaklumi keberatan anda, karena itu sayapun setuju untuk merubah permisalan di atas. Andai para pailot pesawat terbang perusahaan tersebut ternyata adalah para pailot pesawat tempur F16 atau Sukoi. Sehingga walaupun iua menerbangkan pesawat penumpang jenis Boing atau Air Bus, mereka berbagai bermanufer seakan sedang menerbangkan pesawat tempur. &lt;br /&gt;Andai anda adalah salah seorang penumpang pesawat tersebut, kira-kira apa yang akan anda rasakan dan bagaimana pula sikap dan perasaan anda? &lt;br /&gt;Demikianlah saudaraku, apa yang anda alami sekarang ini. Anda adalah ciptaan Allah, akan tetapi pada kenyataanya, anda mengoperasikan tubuh anda dan merawat tubuh anda dengan cara-cara anda sendiri, dan tidak menggunakan cara-cara (baca: syari'at) Allah. Tidak heran, bila setiap hari anda dirundung duka, berbagai wabah mengancam keselamatan anda dan berbagai penyakit silih berganti mendera hidup anda.&lt;br /&gt;Sampai kapankah anda bersikap semacam ini saudaraku? Tidakkah tila tiba saatnya bagi anda untuk kembali ke jalan Allah Ta'ala Penciptamu?&lt;br /&gt;أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ الحديث 16&lt;br /&gt;"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturnkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Al Hadid 16&lt;br /&gt;Inilah tindakan pertama yang semestinya dilakukan oleh umat Islam dalam upaya mereka menanggulangi atau mengobati berbagai wabah dan penyakit yang menimpa mereka. Yaitu dengan mengenali penyebab datangnya penyakit dan wabah, kemudian menanggulanginya.&lt;br /&gt;Dan demikianlah salah satu imusisasi syari'at yang semestinya senantiasa digalakkan oleh umat Islam, yaitu dengan memerangi kemaksiatan dan menggalakkan amal sholeh, agar generasi penerus kita tumbuh kembang dalam keadaan sehat wal afiat terhindar dari berbagai penyakit ruhani dan jasmani.&lt;br /&gt;Apalah gunanya berbagai upaya penanggulangan dan penyembuhan yang kita lakukan, bila sumber utama wabah dan penyakit malah kita galakkan atau minimal kita biarkan merajalela, simaklah janji Rasulullah  yang pernah beliau ajarkan kepada sepupunya Abdullah Ibnu Abbas :&lt;br /&gt;(احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ) رواه احمد وغيره&lt;br /&gt;"Senantiasa jagalah (syari'at Allah) niscaya Allah akan menjagamu." (riwayat Ahmad dan lainnya).&lt;br /&gt; Ibnu Katsir mengisahkan dalam kitabnya Al Bidayah wa An Nihayah: bahwa Imam Abu At Thoyyib At Thobari walau telah berumur lebih dari satu abad (100 thn), masih dalam keadaan sehat badan, tidak berubah sedikitpun dari ingatan dan akal pikirannya, serta tidak ada tanda-tanda kepikunan. Bahkan pada suatu hari beliau naik perahu, tatkala telah tiba di pantai, beliau keluar dari perahu dengan meloncat. Suatu hal yang tidak dapat dilakukan, sekalipun oleh para pemuda. Maka murid-muridnya yang bersama beliau bertanya: Apa yang engkau lakukan ini wahai Abut Thoyyib? Beliaupun menjawab: ini adalah anggota badanku yang senantiasa aku jaga dikala aku masih muda, sehingga sekarang berguna bagiku disaat aku telah tua.( )   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Lalai Berdzikir Kepada Allah Adalah Biang Berbagai Penyakit.&lt;br /&gt; Saudaraku! Coba anda perhatikan diri anda. Diri anda terdiri dari jiwa dan raga, bukankah demikian?&lt;br /&gt;Tiada hari yang berlalu melainkan anda telah mencurahkan banyak waktu, harta dan perhatian anda guna merawat dan menjaga kesehatan raga anda. Berapa lama anda makan dan minum, membersihkan diri, dan menghias penampilan raga anda. Dan bila raga anda menderita sakit, anda begitu perhatian guna mengembalikan kesehatannya. Semua itu anda lakukan guna mendapatkan rasa nyaman pada raga anda. Bukankah demikian saudaraku?&lt;br /&gt;Akan tetapi, apa dan seberapa besar perhatian anda kepada bagian lain dari diri anda? &lt;br /&gt;Jiwa anda, juga membutuhkan perhatian dan perawatan. Bila raga anda telah merasa nyaman, maka sudahkan jiwa anda merasakan perasaan yang sama?&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku! Jiwa anda memiliki rasa cinta, harap, takut, pengagungan dan lainnya.  Saya yakin anda merasakan itu semua pada jiwa anda, akan tetapi sudahkah anda memenuhi semua atau mungkin saja sebagian dari kebutuhan jiwa anda ini? &lt;br /&gt;Ibnu Taimiyyah berkata : "Pada kalbu anak Adam tersimpan rasa cinta dan harapan kepada Tuhan Yang mereka ibadahi. Perasaan ini adalah pilar hati dan sumber kehidupan jiwa mereka. Sebagaimana pada sanubari mereka tersimpan rasa cinta dan harapan kepada makanan, dan pasangan hidup mereka. Perasaan ini, adalah pilar kehidupan raga dan dunia mereka. Ketahuilah bahwa kebutuhan mereka kepada Tuhan Yang mereka ibadahi lebih besar dibanding kebutuhan mereka kepada makanan. Karena bila mereka kekurangan makanan, maka hanya raga mereka yang menderita. Sedangkan bila mereka tidak menemukan Tuhan Sesembahan mereka, maka jiwa mereka yang merasakan penderitaan. Dan penderitaan ini tidak ada obatnya kecuali dengan beribadah kepada Allah semata, dan menjauhi segala bentuk penyekutuan kepadanya. Inilah fitrah setiap anak Adam yang menyertai kelahiran mereka ke alam dunia." ( ) &lt;br /&gt;Saudaraku! Dalam mengarungi kehidupan dunia ini, raga dan jiwa anda sering kali menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang tidak sedikit. Karenanya, sudah sepantasnya bila anda memberi keduanya bekal yang cukup kepada keduanya. Anda membekali raga anda dengan makanan dan minuman yang halal dan sehat dalam kadar yang cukup. Demikian juga halnya dengan jiwa anda, berilah jiwa anda bekal yang baik dan dalam kadar yang cukup.&lt;br /&gt;Bila raga anda mendapatkan gizi yang cukup dan jiwa anda juga mendapatkan gizi yang cukup, maka berbagai tantangan dan beban hidup dunia menjadi ringan dan mudah .&lt;br /&gt;Semoga kisah nyata berikut cukup menjadi pelajaran dan sekaligus bukti apa yang saya paparkan di atas.&lt;br /&gt;Anda pasti telah mengetahui bahwa Rasulullah  menikahkan putri tercintanya Fatimah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib . Karena sahabat Ali bin Abi Thalib berasal dari keluarga miskin, maka Fatimahpun harus bersusah payah membantu pekerjaan suami tercinta. Sampai-sampai telapak tangan beliau yang sebelumnya lembut menjadi kasar, karena setiap haria ia harus menumbuk gandung untuk dijadikan tepung, sehingga bisa diolah menjadi roti. Pada suatu hari, Fatimah mendengar berita bahwa ayahandanya, yaitu Rasulullah  kedatangan kiriman beberapa budak tawanan perang. Maka Fatimah berinisiatif untuk menemui ayahandanya, guna mengadukan beratnya menumbuk gandum. Setiba Fatmah di rumah Rasulullah , ia tidak mendapatkan beliau, dan hanya mendapatkan istri beliau 'Aisyah radiallahu 'anha. Akhirnya Fatimah mengutarakan keinginannya kepada 'Aisyah. Setiba Rasulullah , 'Aisyah segera menyampaikan keluhan dan harapan putri beliau tercinta. Mendengar penuturan istrinya ini, Nabi , bergegas menuju ke rumah putri tercinta. Setibanya di rumah putri tercinta, beliau mendapatinya dan juga menantunya Ali bin Abi Thalib telah bersiap diri untuk tidur malam.  Mengetahui kedatangan Rasulullah , Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, segera bangkit. Akan tetapi Rasulullah  bersabda kepada mereka berdua: "Hendaknya kalian berdua tidak beranjak dari tempat tidur kalian". Selanjutnya Rasulullah  duduk diantara Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, dan bersabda: " &lt;br /&gt;(أَلاَ أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَا، إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا أَنْ تُكَبِّرَا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ، وَتُسَبِّحَاهُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَتَحْمَدَاهُ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ ). متفق عليه&lt;br /&gt;"Sudikah kalian berdua aku ajari sesuatu yang lebih baik dari apa yang kallian pinta? Bila kalian hendak tidur, bertakbirlah sebanyak 33 kali, bertasbihlah sebanyak 33 kali, dan bertahmid (membaca alhamdulillah) sebanyak 33 kali. Hal ini lebih baik bagi kalian berdua dibanding (memiliki) seorang pembantu (budak)."  Muttafaqun 'alaih&lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata: "Dan telah dikisahkan kepada kami bahwa orang yang senantiasa mengucapkan bacaan-bacaan itu, ia tidak pernah merasa lelah karena menyelesaikan pekerjaannya atau lainnya."&lt;br /&gt; Di lain kesempatan beliau berkata: "Sesungguhnya bacaan dzikir menyebabkan pelakunya memiliki kekuatan yang luar biasa. Sampai-sampai ia kuasa melakukan pekerjaan yang tidak mungkin bisa ia lakukan bila tanpa berdzikir. Sungguh aku telah menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, betapa Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah begitu perkasa dalam perilaku, ucapan, keberanian, dan karya tulisnya. Dahulu, bila beliau menulis buku selama satu hari, maka juru tulis membutuhkan waktu seminggu dan bahkan lebih untuk bisa menulis ulang hasil tulisan beliau. Sebagaimana seluruh pasukan, juga telah membuktikan keberanian dan kegagahan beliau yang luar biasa ketika di medan laga."  ( ) &lt;br /&gt;  Sebaliknya, bila anda tidak memenuhi kebutuhan jiwa anda, niscaya jiwa andapun menderita. &lt;br /&gt;فَمَن يُرِدِ اللّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ الأنعام  125&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk(memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." Al An'am 105&lt;br /&gt; 'Atha' Al Khurasaani menjelaskan keadaan orang yang disempitkan dadanya dengan berkata: "Segala kebaikan tidak dapat masuk ke dalam hatinya." ( )  &lt;br /&gt;Tidak heran, bila orang-orang yang hatinya kosong dari petunjuk dan lisannya tidak pernah dibasahi dengan bacaan dzikir, begitu mudah patah arang, stres, gila dan putus asa. Tidaklah ada hambatan atau permasalahan walau hanya kecil yang melintang di jalan hidupnya, melainkan ia menjadi gundah dan memupus semua kebahagiannya. Bahkan tidak jarang dari mereka yang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara-cara yang tragis.&lt;br /&gt;Bila derita jiwa anda berkepanjangan dan telah parah, tak ayal lagi raga andapun turut menderita dan sakit.&lt;br /&gt;Mungkin anda tidak percaya atau ragu akan hal apa yang saya ucapkan ini. Benarkah saudaraku!&lt;br /&gt;Agar keraguan anda sirna, maka ada baiknya bila anda mencoba menemukan buktinya. Mungkin ada pernah menyaksikan orang yang dirundung rasa duka, depresi, dan rasa takut yang berlebihan. Bagaimanakah keadaan fisik orang tersebut saudaraku? Ia mudah sakit, dan bila sakit susah sembuh. Bukankah demikian saudaraku? &lt;br /&gt;Karenanya, tidak berlebihan bila saya menyimpulkan bahwa diantara biang penyakit dan derita umat manusia ialah kelalaian mereka dari mengingat Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah  sedikit memberikan gambaran tentang kaitan antara penyakit fisik dengan kelalaian anda dari mengingat Allah: &lt;br /&gt;(يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ على قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إذا هو نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ، فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فذكر اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صلى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ) متفق عليه&lt;br /&gt;"Setan senantiasa mengikatkan pada tengkuk salah seorang dari kalian bila ia tidur  tiga ikatan, lalu ia memukul setiap ikatan (agar menjadi kuat) sambil berkata: "malam masih panjang, maka tidurlah" bila ia terjaga, kemudian ia menyebut nama Allah, maka terurailah satu ikatan, bila ia berwudlu, maka terurailah satu ikatan, dan bila ia menunaikan sholat, maka terurailah satu ikatan, sehingga iapun pada pagi itu dalam keadaan bersemangat dan berjiwa baik, bila tidak, maka ia akan berjiwa buruk dan malas." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt; Dengan jelas Nabi  menyatakan bahwa diantara akibat langsung dari perbuatan anda melalaikan salah satu dari ketiga hal di atas ialah jiwa anda menjadi buruk, dan semangat anda luntur, serta merasa malas. &lt;br /&gt; Imam An Nawawi berkata: Dari lahir hadits ini, dipahami bahwa orang yang ketika bangun pagi tidak melakukan ketiga hal berikut semuanya, yaitu:&lt;br /&gt;1- Membaca dzikir (menyebut Allah)&lt;br /&gt;2- Berwudhu.&lt;br /&gt;3- Dan Sholat, maka ia termasuk orang yang berjiwa buruk dan pemalas." ( )   &lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqlani juga menegaskan hal yang sama, hanya saja beliau menambahkan: "Hanya saja tingkat keburukan jiwa orang yang tidak melakukan tiga hal di atas berbeda-beda. Orang yang hanya berzikir ketika bangun dari tidur, tingkat keburukan dan rasa malasnya lebih ringan dibanding orang yang tidak melakukan ketiga hal itu sama sekali." ( ) &lt;br /&gt; Sebaliknya, orang yang menjalankan sholat subuh dengan baik dan dengan memperhatikan syarat, rukun, sunnah dan kekhusyuannya, maka ia senantiasa dilindungi dan dinaungi Allah dari berbagai kejelekan. Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;(مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ.) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Barang siapa yang menunaikan sholat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah." (riwayat Muslim)&lt;br /&gt; Bila seorang hamba telah berada dalam jaminan Allah, akankah ada suatu kekuatan yang mampu mencelakakannya?! Mungkinkah ada suatu penyakit yang mampu mengganggu kesehatannya?&lt;br /&gt; Pada hadits lain, Nabi  juga menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan sholat ashar bagaikan orang yang keluarga dan harta bendanya binasa hingga tidak tersisa sedikitpun:&lt;br /&gt; (الذي تَفُوتُهُ صَلاَةُ الْعَصْرِ كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ) متفق عليه&lt;br /&gt;"Orang yang ketinggalan sholat ashar, seakan-akan telah ditimpa musibah pada keluarga dan harta bendanya."  (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata: "Orang meninggalkan sholat Asher, bagaikan seseorang yang berkeluarga dan memiliki harta benda. Karena suatu keperluan, ia meninggalkan keluarga dan hartanya di dalam rumah. Akan tetapi tatkala ia pulang, seluruh keluarga dan harta bendanya telah binasa, sehingga ia tinggal sebatang kara, kehilangan keluarga dan harta bendanya." ( )  &lt;br /&gt;Segala kenikmatan yang ada di dunia adalah karunia dari Allah semata, hanya Dia-lah yang paling berhak untuk disyukuri dan dipuji atas segalanya. &lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al 'Asqalany berkata: "Kehidupan dunia tidaklah akan dapat dicapai dengan sempurna kecuali dengan perantaraan amal shaleh. Dan bahwasannya petaka perbuatan maksiat akan menyirnakan seluruh kebaikan dunia dan akhirat." ( ) &lt;br /&gt;Karenanya Islam mengajarkan kepada anda bila melihat suatu kenikmatan atau sesuatu yang anda kagumi, baik pada diri, keluarga, harta benda anda, atau orang lain, hendaknya anda segera mengingat Allah, dan memuji-Nya. Selanjutnya berdoalah kepada Allah agar memberkahi kenikmatan tersebut, misalnya dengan berkata:&lt;br /&gt;بَارَكَ اللهُ فِيْكَ.&lt;br /&gt;"Semoga Allah memberkatimu".&lt;br /&gt; Tidak layak bagi seorang muslim untuk hanyut dalam kekaguman terhadap suatu kenikmatan yang ada padanya atau pada oleh lain, sampai-sampai lalai bahwa Dzat Yang telah menciptakan dan mengaruniakan kenikmatan tersebut lebih layak untuk dikagumi dan dipuji. &lt;br /&gt; Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Seseorang kadang kala seseorang memandangi orang lain, karena kagum dengan keimanan dan ketakwaannya, maka kala itu yang menjadi pelajaran adalah kesucian jiwa dan amalanya, bukan penampilannya. Kadang kala ia memandangnya kerena penampilannya yang cakap. Suatu hal yang  menjadi bukti akan kekuasaan Dzat yang telah melukisnya, maka pandangan ini adalah baik. Dan kadang kala ia memandangnya karena rasa kagum terhadap penampilannya belaka, layaknya ketika ia memandangi kuda, binatang ternak, dan ketika ia memandangi pepohonan, sungai dan bunga, maka pandangan yang demikian ini bila didasari oleh ambisi terhadap kehidupan dunia, kepemimpinan, harta benda, maka ini adalah pandangan yang dicela pada ayat berikut:&lt;br /&gt;وَلا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى &lt;br /&gt;"Dan janganlah engkau tujukan pandangan kedua matamu kepada apa (kenikmatan&amp;kekayaan) yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehiduan dunia, guna Kami uji mereka dengannya. Dan Karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal." Thoha 131."( )  &lt;br /&gt; Syeikh Abdurrahman As Sa'di ketika menafsiri ayat 131 surat Toha ini berkata: "Janganlah engkau -karena rasa kagum- menujukan pandangan kedua matamu, dan janganlah engkau - karena rasa suka- mengulang-ulang pandanganmu kepada keindahan dunia dan orang-orang yang dikaruniai dengannya, baik berupa makanan, dan minuman lezat, atau pakaian mewah atau rumah yang megah, atau istri cantik, karena itu semua hanyalah perhiasan kehidupan di dunia, yang hanya memukau jiwa orang-orang yang terpedaya, ....... Dan rizki Tuhanmu, baik yang dekat, berupa ilmu, iman dan hakekat amal –amal sholeh, dan yang akan datang berupa kenikmatan yang kekal, dan kehidupan yang penuh dengan keselamatan di sisi Allah Yang Maha Penyayang, lebih baik dibanding dengan kenikmatan yang mereka dapatkan. Sebagaimana rizki Tuhanmu lebih kekal, karena tidak akan pernah putus....Dan pada ayat ini ada suatu isyarat, bahwa: bila seorang hamba merasakan dirinya mulai dilanda ambisi untuk memperoleh berbagai perhiasan kehidupan dunia, dan mulai memusatkan perhatian kepadanya, hendaknya ia mengingat berbagai karunia Allah yang telah menantinya (di surga), kemudian ia membandingkan antara keduanya.( ) "  &lt;br /&gt; Pada suatu hari sahabat 'Amir bin Rabi'ah  melintasi sahabat Sahel bin Hanif  yang sedang mandi di rawa atau sungai, sepontan sahabat 'Amir berkata: "Aku tidak pernah melihat kulit seputih ini, sampaipun kulit seorang gadis pingitan". Tak lama kemudian sahabat Sahel tersungkur tak berdaya. Maka kejadian itu segera disampaikan kepada Nabi , dan dikatakan kepada beliau: "Segera selamatkan Sahel!" Maka beliaupun bersabda: "Siapakah yang kalian curigai (telah mengenainya)? Para sahabatpun menjawab: 'Amir bin Rabi'ah. Rasulullahpun bersabda: Dengan sebab apa salah seorang dari kalian hendak membunuh saudaranya?! Bila ia melihat suatu hal pada diri saudaranya atau pada dirinya sendiri atau harta bendanya, yang membuatnya terkagum,  hendaknya ia memohonkan keberkahan." Lalu Beliau memerintahkan sahabat 'Amir untuk berwudhu, dengan membasuh wajah, kedua tangan hingga kedua sikunya, kedua lututnya, dan bagian dalam sarungnya (atau bagian pinggang yang menjadi tempat menyimpulkan sarung-pen), kemudian beliau memerintahkan agar air bekas basuhan( ) tersebut disiramkan kepada sahabat Sahel. Seusai disiram dengan air tersebut, sahabat Sahel meneruskan perjalanannya bersama rombongan, seakan-akan tidak pernah mengalami gangguan apapun. (Kisah ini diriwayat oleh Imam Ahmad, An Nasa'i, At Thobrany, Al Hakim dan lainnya, serta  dishohihkan oleh Al Albani).&lt;br /&gt; Perlu diketahui bahwa kedua sahabat di atas, yaitu 'Amir bin Rabi'ah dan Sahel bin Hanif termasuk sahabat terkemuka Nabi , dan keduanya termasuk yang andil dalam peperangan Bader( ), sehingga tuduhan bahwa sahabat 'Amir telah hasad atau menyimpan kedengkian terhadap Sahel bin Hanif tidak layak kita lakukan.&lt;br /&gt; Yang layak untuk kita lakukan hanyalah berbaik sangka kepada mereka berdua dan mengatakan bahwa sahabat 'Amir bin Rabi'ah telah lalai untuk mendoakan keberkahan bagi sahabat Sahel atas karunia Allah Ta'ala berupa kulit yang putih bersih.&lt;br /&gt; Ibnu Qayyim menjelaskan hubungan antara 'ain dan hasad adalah sebagai berikut: "Orang yang menimpakan 'ain dan orang hasad memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya: mereka berdua jiwanya terkondisi dan tertuju kepada orang yang diganggu. Orang yang menimpakan 'ain, jiwanya akan terkondisi disaat berjumpa dan menyaksikan korbannya, sedangkan orang hasad, kehasadannya dapat terwujud baik korban ada dihadapannya atau tidak. Perbedaan antara keduanya: Orang yang menimpakan 'ain dapat saja mengenai sesuatu yang ia tidak hasad kepadanya, misalnya, benda atau binatang, atau tanaman, atau harta, walaupun biasanya senantiasa disertai dengan sifat hasad pelakunya. Dan mungkin juga pengaruh matanya menimpa dirinya sendiri, karena pandangan matanya yang penuh rasa ta'ajub/ kagum dan tajam terhadap sesuatu, disertai jiwanya yang telah terkondisikan dengan keadaan kala itu, dapat mempengaruhi sesuatu yang ia pandang.( ) "  &lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: "Pengaruh 'ain dapat terjadi ketika seseorang merasa ta'ajub/kagum walaupun tanpa disertai rasa hasad, walaupun dari orang yang menyayangi korbannya, walaupun dari orang sholeh. Dan orang yang merasa kagum terhadap sesuatu hendaknya bersegera mendoakan keberkahan untuk orang/ sesuatu yang ia kagumi, dan doa keberkahan itu akan menjadi penawar pengaruh 'ainnya." ( )  &lt;br /&gt; Demikianlah salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi bila kita lalai akan dzikir kepada Allah disaat terkagum dengan suatu kenikmatan yang ada pada saudara kita atau bahkan pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt; Bila anda bertanya, bagaimanakah proses terjadinya pengaruh 'aian dapat terjadi? Maka para ulama' memiliki beberapa penafsiran dan jawaban atas pertanyaan ini, akan tetapi -menurut hemat saya- pendapat yang paling kuat ialah pendapat berikut: Bila seseorang yang sedang ta'ajub memandang kepada hal yang ia kagumi, akan tetapi ia lalai untuk mengembalikan rasa kagumnya tersebut kepada Allah dan kekuasaan-Nya dalam menciptakan makhluq-Nya, maka kadang kala Allah menimpakan petaka pada sesuatu yang ia kagumi tersebut, akibat pengaruh dari pandangannya, sebagai ujian dari-Nya. Ini semua terjadi agar orang yang beriman meyakini bahwa ini semua (sesuatu yang menakjubkan dan petaka yang menimpanya) terjadi atau kuasa Allah, sedangkan orang selainnya menduga bahwa keduanya terjadi berkat pengaruh selain Allah. )   &lt;br /&gt; Agar kita semakin memahami betapa besar pengaruh kelalaian kita dari berzikir kepada Allah ketika merasa ta'ajub terhadap suatu kenikmatan, maka saya mengajak pembaca untuk bersama-sama merenungkan beberapa hadits Rasulullah   berikut :&lt;br /&gt;(العين حقٌّ، وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابِقٌ القَدَرَ، سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ، وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا) رواه مسلم&lt;br /&gt;"(Pengaruh) mata adalah benar adanya, dan seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir, niscaya akan di dahului oleh mata (al 'ain). Dan bila engkau diminta untuk membasuh diri, maka basuhlah". (riwayat Muslim).&lt;br /&gt; Pada hadits lain, dengan lebih tegas Rasulullah  menyebutkan pengaruh langsung dari pandangan orang yang lalai akan Allah:&lt;br /&gt;(أَكْثَرُ مَنْ يَمُوتُ بَعْدَ كِتَابِ الله وَقَضَائِهِ وَقَدَرِهِ بِالأَنْفُسِ .) ( يعني بالعين) رواه البزار والطَّيالسي وابن أبي عاصم وحسنه الألباني&lt;br /&gt;"Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku –setelah karena ketentuan dan taqdir Allah- adalah akibat pengaruh  jiwa ". maksudnya "pandangan mata". (riwayat Al Bazzar, At Thoyalisy, Ibnu Abi Ashim dan dihasankan oleh Al Albany.&lt;br /&gt; Pada hadits lain Nabi  bersabda:&lt;br /&gt;(العَيْنُ تُدْخِلُ الرَّجُلَ الْقَبْرَ وَالْجَمَلَ الْقِدْرَ.) رواه ابن عدي وأبو نعيم وحسنه الألباني &lt;br /&gt;"(pengaruh) Al 'ain menyebabkan seseorang masuk ke dalam liang kuburannya dan onta ke dalam panci." (riwayat Ibnu 'Adi, Abu Nuaim dan dihasankan oleh Al Albani).&lt;br /&gt; Pada suatu hari Rasulullah  melihat anak-anak sahabat Ja'far bin Abi Tholib  yang berbadan kurus, maka beliau bertanya kepada ibu mereka yaitu Asma' bintu 'Umais radhiallahu 'anha:&lt;br /&gt;)ما لي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً، تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ؟ قالت: لاَ، وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إليه. قال: أرقيهم، قالت: فَعَرَضْتُ عليه، فقال أرقيهم). رواه مسلم&lt;br /&gt;"Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku (keponakanku) kurus-kurus, apakah mereka ditimpa  kekurangan/ kemiskinan?  Maka Asma' menjawab: Tidak, akan tetapi (pengaruh mata) cepat sekali menimpa mereka? Maka beliau bersabda: Jampi-jampilah (ruqyahlah) mereka. Asma' berkata: Maka akupun memaparkan bacaan jampi-jampi kepadanya, dan beliau bersabda: Jampi-jampilah mereka (dengannya-pen). (Muslim)&lt;br /&gt; Dari beberapa hadits di atas, jelaslah bagi kita bahwa pandangan mata orang yang lalai akan dzikir kepada Allah dan pujian orang yang lupa untuk mendoakan keberkahan memiliki akibat yang dahsyah, dan beraneka ragam dampaknya. Walau demikian besar pengaruh 'ain, akan tetapi betapa banyak dari kita yang tidak menyadarinya.&lt;br /&gt; Bila hal ini telah kita ketahui, maka imunisasi syari'at yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi berbagai wabah dan petaka yang dapat ditimbulkan oleh 'ain ialah :&lt;br /&gt;1. Dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan memperbanyak zikir kepada Allah, membaca doa-doa dan wirid-wirid yang diajarkan Rasulullah , terutama dzikir pagi dan sore, dzikir sebelum tidur, dan banyak membaca Al Qur'an di manapun kita berada. &lt;br /&gt;"Dari Aban bin Utsman, ia menuturkan, saya mendengar dari ayahku (yaitu Utsman bin Affan-pen) berkata: Rasulullah  bersabda: "Tidaklah ada seorang hamba yang berkata setiap pagi dan petang:  &lt;br /&gt;(بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ) ثلاث مرات&lt;br /&gt;"Dengan menyebut Nama Allah Yang tiada sesuatu yang dapat mengganggu bersama Nama-Nya, baik di bumi ataupun di langit, sedangkan Dia adalah maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"" sebanyak tiga kali, kemudian ia disakiti oleh sesuatu hal. Tatkala Aban bin Utsman meriwayatkan hadits ini, beliau sedang menderita penyakit lumpuh separo. Maka salah seorang muridnya memandangi badan beliau. Maka beliaupun faham maksudnya, lalu berkata kepadanya: "Ketahuilah bahwa haditsnya seperti yang telah aku sampaikan kepadamu, akan tetapi kala itu aku lupa untuk mengucapkannya, sehingga takdir Allah-pun menimpaku. (riwayat Abu Dawud, At Tirmizy, An Nasa'i, Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani.)&lt;br /&gt;2. Mengingatkan dan menggalakkan dzikir di masyarakat, sehingga masyarakat lambat laun akan terbiasa untuk berdzikir, dan mengucapkan Masya Allah, Subhanallah, Barakallahu fik dan doa-doa yang serupa ketika melihat sesuatu yang menakjubkannya. Dengan demikian pengaruh 'ain dapat ditanggulangi.&lt;br /&gt;Berikut beberapa kisah nyata tentang orang-orang yang terkena pengaruh pandangan kagum orang lain yang lupa untuk mendoakan keberkahan.&lt;br /&gt;Kisah pertama: &lt;br /&gt;Seorang wanita yang sepanjang waktunya merasakan sesak nafas, yang kadang kala memuncak dan kadang kala mereda, dan bila menghadiri pesta, atau perayaan ied senantiasa ia senantiasa jatuh pingsan. Tatkala ia dibacakan ruqyah (bacaan Al Qur'an dan doa-doa) ia teringat bahwa ada salah seorang kerabatnya pernah memujinya tanpa disertai dengan doa keberkahan untuknya. Akan tetapi ia dan keluarganya tidak bersegera mengambil bekas barang yang pernah dikenakan oleh orang yang mengenainya tersebut. Dan ketika wanita itu menghadiri pesta pernikahan putrinya, iapun kembali terjatuh pingsan dan langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit. Di sana ia dimasukkan ke ruang ICU, dikarenakan ia telah mengalami koma, dan menurut dokter yang menanganinya, keadaannya sangat kritis. Akibat kejadian ini, pernikahan putrinyapun di batalkan, lalu salah seorang putri ibu tersebut teringat akan saran syeikh yang pernah membacakan ruqyah terhadap ibunya, maka iapun bergegas mengambil barang yang pernah dikenakan oleh kerabatnya yang di curigai tersebut, lalu iapun membasuhnya dengan air. Air basuhan tersebut ia bawa ke rumah sakir, dan ia memasukkan sebagian air tersebut ke mulut ibunya yang tak sadarkan diri. Dengan sangat mengejutkan, ibu tersebut tiba-tiba terbangun dan langsung duduk di pinggir ranjang, lalu ia tersedak dengan keras. Melihat kejadian ini, tenaga medis yang menanganinya terheran-heran, dan dokter yang menanganinya berkata: "Kadang kala tubuh manusia dapat mengobati dirinya", Subhanallah.&lt;br /&gt;Kisah Kedua: &lt;br /&gt;Seorang ayah membawa anaknya yang mengalami lumpuh total dengan dengan dibungkus sehelai selimut, ke rumah salah seorang syeikh yang biasa meruqyah orang. Ayah tersebut telah menghabiskan jutaan reyal guna membiayai pengobatan anaknya di dalam ataupun luar negri. Setelah beberapa saat syeikh tersebut membacakan ruqyahnya, ia bertanya kepada anak tersebut: Apakah engkau mencurigai seseorang yang telah mengenaimu dengan 'ain? Anak itupun menjawab: Saat ini tidak ada yang dibenakku kecuali ayahku sendiri. Mendengar jawaban itu, sang ayahpun keheranan dan berkata: Mungkinkah aku sendiri yang mengenainya, padahal aku telah menghabiskan jutaan reyal untuk membiayi pengobatannya,?! Maka Syeikh tersebut menjelaskan bahwa pengaruh 'ain bisa saja datang dari orang yang paling dekat dan mencintai kita, pengaruh 'ain tidak mesti datang dari orang yang dengki dan hasad. Pengaruh 'ain dapat mengenai seseorang bila ia memuji dan lupa untuk berdzikir dan mendoakan keberkahan. &lt;br /&gt;Setelah mendapatkan penjelasan, maka sang ayahpun rela untuk digunakan sisa teh yang ia minum dalam pengobatan analnya.  Setelah anak tersebut minum sisa teh ayahnya, terjadilah suatu kejutan, yaitu ia bergemetar dan mulai menggeliat di lantai, kemudian ia mulai berusaha untuk bangkit dikit demi sedikit. Setelah ia berhasil bangkit ia mencoba melangkahkan kakinya beberapa langkah, kemudia ia kembali terjatuh, dan iapun kembali bangkit dan akhirnya berhasil berjalan normal. &lt;br /&gt;Menyaksikan pemandangan tersebut, sang ayah tak kuasa untuk menahan isak tangisnya, lalu ia berusaha mengingat-ngat kejadian sebelum anaknya ditimpa penyakit lumpuh. Ia menuturkan bahwa dua tahun silam, aku pernah memuji anakku dihadapan para tamu dengan berkata: Sungguh tidak akan ada yang berbakti kepadaku selain anakku ini, dan kala itu aku tidak berdzikir kepada Allah. Setelah itulah anakku mulai merasakan sakit hingga akhirnya lumpuh total. Dan akupun tidak dikabari tentang seorang dokter yang bagus, melainkan aku datangi, baik di dalam ataupun luar negri. AKhirnya sang ayah berterima kasih kepada syeikh tersebut sembil berkata: "Aku bak orang yang membawa penyakitnya sendiri dalam sarung". Dan anak tersebut pulang dengan menenteng selimut yang sebelumnya digunakanuntuk membungkus tubuhnya.( )  &lt;br /&gt;Kisah Ketiga :&lt;br /&gt; Kisah ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri. Kala itu, saya sedang diperjalanan pulang dari kota Makkah usai menunaikan ibadah umrah bersama istri dan kedua putri saya dengan naik bis antar kota (SAPTCO). Dikarenakan rasa letih seusai menunaikan thowaf di siang bolong panas, maka saya, istri saya, dan putri saya yang kedua langsung terlelap tidur ketika bis telah mulai berjalan. Di ditengah perjalanan, saya terbangun karena mendengar suara putri pertama saya yang sedang mengaji dan membaca beberapa surat pendek yang telah ia hafal. Sepontan saya menoleh ke belakang, ke arah putri saya tersebut, dan berkata: kok tidak tidur nak?! Iapun menjawab: Tidak mengantuk. Tanpa pikir panjang sayapun berusaha untuk tidur kembali. Belum sempat saya tidur dengan lelap, saya dikejutkan dengan teriakan putri pertama saya tersebut yang menyeringis dan memegangi perutnya: "Aduh sakit, mau mutah". Langsung saja saya olesi badannya dengan minyak kapak, karena saya berpikir, dia masuk angin. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil apapun, putri saya tetap saja menangis dan perutnya mual-mual hendak muntah. Al hamdulillah segera saya teringat, bahwa saya tadi memandanginya dengan tidak mendoakan keberkahan untuknya. Segera saya mengambil gelas, dan menuangkan air minum kedalamnya, lalu saya minum sebagian airnya. Sisa air yang saya minum tersebut segera saya minumkan ke putri saya. Sangat mengejutkan, seusai minum sisa air minum saya tersebut, putri saya kembali ceria, dan berkata: "Sudah tidak mau muntah lagi", "perutnya tidak sakit lagi." Subhanallah, demikianlah pengalaman yang saya alami sendiri, semoga pengalaman ini menjadi pelajaran bagi kita semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Prefentif Sebelum Datangnya Penyakit.&lt;br /&gt; Sebagaimana Islam telah mengajarkan berbagai metode pengobatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang menimpa umat manusia, Islam juga mengajarkan berbagai tindak prefentif guna mencegah penyakit sebelum datang. Ini adalah salah satu bukti bahwa Islam adalah syari'at yang sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun padanya. Kekurangan yang adanya hanyalah pada diri kita sebagai umat Islam. Kita kurang atau bahkan tidak memahami berbagai syari'at Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Akibat dari kebodohan kita inilah akhirnya kita berserah diri dengan beranggapan bahwa Islam tidak mengajarkan kepada kita Ilmu kedokteran, atau ilmu sosial, atau perniagaan atau lainnya. &lt;br /&gt; Berikut akan saya sebutkan beberapa syari'at Islam yang bertujuan untuk mencegah datangnya berbagai penyakit:&lt;br /&gt;A. Membaca basmalah ketika berhubungan suami istri.&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, bahwa diantara biang berbagai penyakit ialah lalai akan dzikir kepada Allah, maka sebaliknya, dengan senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala keadaan memiliki peran yang sangat besar dalam menangkal berbagai penyakit yang menimpa kita. &lt;br /&gt;Diantara dzikir yang sangat efektif menangkal berbagai penyakit terutama pada anak-anak kita ialah bacaan basmalah yang diucapkan oleh pasangan suami istri ketika hendak bergaul. Subhanallah, bacaan basmalah pada saat itu, bukan hanya mencegah ulah setan dari diri mereka berdua, akan tetapi  juga berkelanjutan pada anak yang Allah karuniakan kepada mereka dari hasil pergaulan tersebut.&lt;br /&gt;عن ابن عَبَّاسٍ رضي الله عنهما عن النبي  قال: (أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إذا أتى أَهْلَهُ وقال: بِسْمِ اللَّهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ ما رَزَقْتَنَا، فَرُزِقَا وَلَدًا، لم يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ ولم يُسَلَّطْ عليه. متفق عليه&lt;br /&gt;"Dari sahabat Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma, dari Nabi , beliau bersabda: "Ketahuilah bahwa sesungguhnya salah seorang dari kamu bila mendatangi istrinya, dan ia membaca &lt;br /&gt;بِسْمِ اللَّهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ ما رَزَقْتَنَا&lt;br /&gt;"Dengan menyebut Nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami"  kemudian mereka berdua dikaruniai anak, niscaya ia (anak) itu tidak akan diganggu (dikuasai) oleh setan, dan setan tidak akan dapat untuk menguasainya." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt; Tidak mengherankan bila setan memiliki andil besar dalam berbagai penyakit dan gangguan yang menimpa anak manusia. Yang demikian itu karena setan ingin mencelakakan mereka dengan segala cara yang dapat ia lakukan. Saking besarnya peran setan, sampai-sampai Nabi Ayyub  tatkala ditimpa beraneka ragam penyakit, beliau berkata dalam doanya kepada Allah:&lt;br /&gt;أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ ص 41.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan."  (Shaad 41)&lt;br /&gt; Ulama' ahli tafsir menyebutkan bahwa dahulu Nabi Ayyub  ditimpa berbagai penyakit, sampai-sampai tidak ada di tubuhnya walau hanya sebesar ujung jarum yang utuh.&lt;br /&gt; Dan Rasulullah  dengan tegas menyatakan bahwa salah satu penyebab kebinasaan umatnya ialah karena menjadi korban tusukan musuh-musuh mereka dari bangsa jin:&lt;br /&gt;(فَنَاءُ أمتي بِالطَّعْنِ وَالطَّاعُونِ) فَقِيلَ يا رَسُولَ اللَّهِ: هذا الطَّعْنُ قد عَرَفْنَاهُ، فما الطَّاعُونُ؟ قال: (وَخْزُ أَعْدَائِكُمْ مِنَ الْجِنِّ، وفي كُلٍّ شُهَدَاءُ). رواه أحمد والطبراني وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Kebinasaan umatku ialah dengan sebab tusukan dan tho'un. Para sahabat bertanya kepada beliau: Ya Rasulullah! Kalau tusukan, kami telah mengetahui maksudnya, akan tetapi apakah tho'un itu?  Beliau menjawab: Tusukan yang tidak menembus yang dilakukan oleh musuh-musuh kalian dari kalangan jin, dan pada keduanya terdapat para syahid." (Riwayat Ahmad, At Thobrani dan dishohihkan oleh Al Albani).&lt;br /&gt; Pada riwayat lain beliau lebih detail menjelaskan maksud dari tho'un,:&lt;br /&gt;(وَخْزُ أَعْدَائِكُمْ مِنَ الْجِنِّ،، غُدَّةٌ كَغُدَّةِ الإِبِلِ، تَخْرُجُ بِالآبَاطِ وَالمَرَاقِ). رواه الطبراني وحسنه الألباني&lt;br /&gt;"Tho'un adalah tusukan yang tidak menembus yang dilakukan oleh musuh-musuh kalian dari bangsa jin, ia berupa daging tumbuh bagaikan daging tumbuh yang menimpa onta, ia keluar di ketiak, dan bagian bawah perut." (Riwayat At Thobrani dan dihasankan oleh Al Albani.&lt;br /&gt; Bila anda renungkan dengan baik-baik pengertian tho'un di atas, niscaya anda berkesimpulan bahwa tho'un adalah penyakit yang menyerupai kangker kalaulah bukan kangker itu sendiri.&lt;br /&gt;Bila demikian adanya, maka tidak ada imunisasi yang paling ampuh guna menanggulangi gangguan setan dari anak anda dibanding dzikir kepada Allah. Terutama sebelum mereka terlahir di dunia, tepatnya ketika anda hendak berhubungan dengan istri anda.&lt;br /&gt; Walau demikian halnya, betapa banyak dari kita yang belum memahami akan keutamaan basmalah sebelum berjima', atau menganggapnya sebagai hal yang merepotkan belaka. Bahkan betapa banyak orang yang telah memahaminya, akan tetapi ketika hendak berjima', ia lupa untuk mengucapkannya. Tidak heran bila setan dengan leluasa mengganggu anak keturunan kita, dengan berbagai macam bentuk gangguannya.&lt;br /&gt; Ibnu Hajar berkata: "Banyak dari orang yang telah memahami keutamaan bacaan dzikir ini, akan tetapi ia lalai darinya ketika hendak berjima', dan sebagian dari yang ingat akan bacaan doa ini serta mengucapkannya tidak dikaruniai anak.( )  &lt;br /&gt; Bila Ibnu Hajar mengangkat permasalahan lupa yang sering menimpa pasangan suami istri ketika hendak berjima', maka dizaman kita ada fenomena lain yang lebih pahit, yaitu merajalelanya hubungan haram, sehingga tidak heran, bila setan dengan mudah menimpakan godaan dan gangguannya kepada generasi muda kita, yang banyak dari mereka adalah hasil dari hubungan yang dimurkai Allah, alias kumpul kebo. Laa haula walaa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu imunisasi syari'at yang hingga saat ini dan mungkin hingga hari qiyamat tidak dipahami dan tidak dapat dicapai oleh berbagai kemajuan ilmu medis barat. Dan imunisasi syari'at ini merupakan salah satu bukti bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan paling bermanfaat bagi umat manusia. Oleh karenanya, saya katakan: bangkitlah umatku! Mari kita pelajari ilmu agama kita dalam segala aspeknya, baik yang berkaitan dengan hukum halal haram atau lainnya. Dengan demikian, kita tidak mudah silau dengan keberhasilan sesat bangsa dan umat lain. Selamat berjuang menggapai kejayaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Menutup bejana dan tempat menyimpan makanan dan minuman .&lt;br /&gt;Bila orang-orang yang ilmu dan jiwanya telah mengkultuskan peradaban barat biasanya beranggapan bahwa masyarakat baratlah kiblat kebersihan dan kesehatan,.  maka hal itu tidaklah layak dilakukan oleh orang yang dihatinya masih tersisa setitik keimanan. Yang demikian itu, dikarenakan agama kita, jauh-jauh hari sebelum bangsa barat mengenal kebersihan, telah mengajarkan berbagai syari'at yang hingga saat ini belum bisa ditandingi oleh teori atau peradaban apapun. &lt;br /&gt;Diantara tindakan prefentif yang diajarkan Islam guna menjaga kesehatan umat manusia ialah dengan menjaga makanan dan minuman mereka dari berbagai kotoran dan mikro organik yang dapat mengancam kesehatan.  Agar makanan dan minuman tetap bersih dan higenis, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menutupinya, dan tidak membiarkannya terbuka, terkena udara bebas dan berbagai hal lainnya. Tindakan ini adalah langkah awal yang sangat penting  dari upaya menjaga kesehatan dan menangkal penyakit. Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;(غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ) رواه مسلم.&lt;br /&gt;"Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit-pen), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu), karena sesungguhnya setan tidaklah mampu mengurai geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan (yang tertutup). Bila engkau tidak mendapatkan (tutup) kecuali hanya dengan melintangkan diatas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya ia lakukan." (riwayat Muslim).&lt;br /&gt; Pada riwayat lain:&lt;br /&gt;(غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فإن في السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فيها وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ ليس عليه غِطَاءٌ، أو سِقَاءٍ ليس عليه وِكَاءٌ، إلاَّ نَزَلَ فيه من ذلك الْوَبَاءِ). رواه مسلم&lt;br /&gt;"Tutuplah bejana, dan  ikatlah geribah, karena pada setiap tahun ada satu malam (hari) yang padanya turun wabah. Tidaklah wabah itu melalui bejana yang tidak bertutup, atau geribah yang tidak bertali, melainkan wabah itu akan masuk ke dalamnya." (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt; Dari mencermati hadits di atas, dapat dipahami bahwa menutup rapat makanan dan minuman, terlebih-lebih bila disertai dengan bacaan basmalah, dapat menanggulangi dua penyebab utama bagi segala penyakit:&lt;br /&gt;1. Ulah dan kejahatan setan.&lt;br /&gt;2. Wabah penyakit yang turun dan menyebar melalui media udara.&lt;br /&gt;Imam An Nawawi berkata: "Para ulama' menyebutkan beberapa faedah dari perintah menutup bejana dan geribah, diantaranya kedua faedah yang ditegaskan pada hadits-hadits ini, yaitu: &lt;br /&gt;1. Menjaganya (makanan dan minuman) dari setan, karena setan tidak dapat menyingkap tutup bejana, dan tidak dapat mengurai ikatan geribah.&lt;br /&gt;2.  Menjaganya dari wabah yang turun pada satu malam di setiap tahun.&lt;br /&gt;3.  Faedah ketiga: menjaganya dari terkena najis dan kotoran.&lt;br /&gt;4.  Keempat: menjaganya dari berbagai serangga dan binatang melata, karena bisa saja serangga jatuh ke dalam bejana atau geribah, lalu ia meminumnya, sedangkan ia tidak menyadari keberadaan serangga tersebut, atau ia meminumnya pada malam hari, (sehingga ia tidak melihatnya-pen) akibatnya ia terganggu dengan binatang tersebut."( )    &lt;br /&gt;Imam An Nawawi juga menjelaskan bahwa syari'at menutup bejana dan mengikat geribah ini bukan hanya berlaku pada malam hari, akan tetapi juga berlaku pada siang hari, berdasarkan keumuman teks hadits di atas.&lt;br /&gt;Syari'at ini juga menguatkan paparan saya sebelumnya, bahwa lalai dari berdzikir kepada Allah adalah biang berbagai penyakit, karena dengan menyebut nama Allah ketika menutup makanan dan minuman, berarti makanan dan miuman kita terhindar dari ulah setan dan wabah yang turun.  &lt;br /&gt;Hikmah pertama dan kedua yang disebutkan pada hadits di atas, yaitu menjaga makanan dan minuman dari wabah yang turun pada satu hari/malam di setiap tahun, merupakan hikmah yang hingga saat ini tidak diketahui dan ditemukan oleh ilmu kedokteran barat. Dan hikmah ini hanya dapat diketahui melalui wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya . &lt;br /&gt;Sebagaimana hadits ini merupakah isyarat bahwa wabah penyakit, hanya terjadi pada masa-masa tertentu saja, dan tidak terjadi pada sepanjang tahun. Dan ini adalah salah satu fakta yang telah dibuktikan dalam dunia medis. Kita semua mengetahui bahwa berbagai wabah yang ada di masyarakat, kebanyakannya terjadi pasa masa-masa tertentu saja, dimana pada saat itu berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit berkembang biak, lalu menyerang masyarakat.  &lt;br /&gt;Kedua hikmah ini merupakan secercah rahasia ilmu kedokteran islam yang tidak atau belum kita kembangkan dan sosialisasikan ke masyarakat. Sebagaimana hal ini merupakan salah satu bentuk imunisasi syariat yang belum atau bahkan tidak kita kembangkan dan sosialisasikan kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Makan tujuh biji kurma Ajwah.&lt;br /&gt;Diantara tindakan prefentik yang diajarkan Islam untuk mencegah berbagai penyakit sebelum datang ialah dengan mengkonsumsi tujuh biji buah kurma ajwah yang dihasilkan di kota Madinah di waktu pagi. Mengkonsumsi tujuh biji kurma ajwah yang dihasilkan di kota Madinah di waktu pagi, dapat mencegah serangan  pengaruh sihir dan racun. Yang demikian ini berdasarkan sabda Nabi :&lt;br /&gt;(من تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتِ عَجْوَةٍ، لم يَضُرَّهُ في ذلك الْيَوْمِ سُمٌّ ولا سِحْرٌ) متفق عليه&lt;br /&gt;"Barang siapa yang setiap pagi hari makan tujuh biji buah kurma ajwa, niscaya pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun atau sihir." (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt; Pada riwayat lain :&lt;br /&gt;من أَكَلَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِمَّا بين لَابَتَيْهَا حين يُصْبِحُ لم يَضُرَّهُ سُمٌّ حتى يُمْسِيَ. رواه مسلم&lt;br /&gt;"Barang siapa pada pagi hari, makan tujuh biji kurma yang dihasilkan diantara kedua hamparan Madinah, niscaya ia tidak akan terganggu oleh racun hingga sore hari." (riwayat Muslim).&lt;br /&gt;  Dengan jelas Nabi  menyebutkan bahwa manfaat mengkonsumsi tujuh biji kurma ajwah yang dihasilkan di kota Madinah pada pagi hari adalah untuk menangkal pengaruh sihir dan racun. Sehingga manfaat kurma ajwah ini sama halnya dengan manfaat yang diperoleh dari imunisasi.&lt;br /&gt; Berikut saya nukilkan fatwa Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah tentang hal ini:&lt;br /&gt; Pertanyaan : Apa hukumnya berobat dengan imunisasi sebelum datangnya penyakit?&lt;br /&gt; Jawaban: Tidak mengapa berobat dengan imunisasi bila kawatir terkena suatu penyakit, disebabkan adanya wabah, atau sebab lainnya yang dikawatirkan menjadi penyebab datangnya penyakit. Sehingga tidak mengapa, anda minum obat guna menangkal penyakit yang dikawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi  pada suatu hadits yang shohih:&lt;br /&gt;(من تصبح بسبع تمرات من تمر المدينة لم يضره سحر ولا سم)&lt;br /&gt;"Barang siapa yang pada waktu pagi makan  tujuh biji kurma madinah, niscaya ia tidak akan terganggu oleh sihir, tidak oleh racun."  Hadits ini termasuk upaya penanggulangan penyakit sebelum terjadi. &lt;br /&gt; Demikian juga halnya orang yang kawatir terhadap serangan suatu penyakit, dan ia diberi imunisasi anti wabah yang sedang menyerang di negri tersebut atau di negri manapun. Upaya itu tidak mengapa, sebagai upaya pertahanan. sebagaimana halnya penyakit yang telah menimpa diobati, demikian juga halnya penyakit yang dikawatirkan akan menyerang, boleh ditanggulangi dengan pengobatan.&lt;br /&gt; Akan tetapi tidak dibenarkan untuk menggantungkan ajimat, penangkal penyakit, atau jin, atau 'ain, dikarenakan itu semua dilarang oleh Nabi . Dan beliau  telah menjelaskan bahwa perbuatan itu termasuk syirik ashghar (kecil), karena itu, hendaknya kita waspada."( )  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Banyak beristighfar.&lt;br /&gt;Bila pada pemaparan di atas telah jelas bahwa kemaksiatan kepada Allah adalah biang datangnya berbagai musibah dan wabah penyakit, maka dapat dipahami bahwa istighfar dan mohon ampunan kepada-Nya adalah penangkal dan penawar berbagai wabah dan penyakit.Bukan hanya menangkal penyakit, akan tetapi istighfar juga akan mendatangkan kedamaian, kebahagian, keberkahan dan kemudahan dalam hidup.  &lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman kepada umat Nabi Muhammad :&lt;br /&gt;وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى هود 3&lt;br /&gt;Dan hendaknya kamu meminta ampun kepada Tuanmu dan bertaubat kepada-Nya (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Allah akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan." (huud 3.&lt;br /&gt; Syeikh Muhammad Amin As Syinqithy menafsirkan ayat ini dengan berkata: "Pendapat yang paling kuat tentang maksud kenikmatan yang baik ialah: rizqi yang melimpah, hidup yang lapang, dan keselamatan di dunia, dan yang dimaksud dengan (waktu yang telah ditentukan) adalah kematian."( )  &lt;br /&gt;Allah Ta'ala mengisahkan perihal Nabi Hud 'alaihissalaam bersama kaum 'Aad. Dikisahkan, kaum 'Aad adalah satu kaum yang terkenal memiliki kekuatan yang luar biasa. &lt;br /&gt;وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ  فصلت 15&lt;br /&gt;"Kaum 'Aad berkata:"Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami."  Fusshilat 15&lt;br /&gt; Walau demikian, andai mereka beriman kepada Allah dan mensucikan jiwa mereka suci dari berbagai noda kemaksiatan dengan beristighfar, niscaya kekuatan mereka menjadi berlipat ganda:&lt;br /&gt;وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ توبوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السمآء عَلَيْكُمْ مِّدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إلى قُوَّتِكُمْ  هود : 52 &lt;br /&gt;"Wahai kaumku, beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah (Kembalilah) kepada-Nya, niscaya Allah akan menurunkan hujan yang sangat lebat, dan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu."  Huud 52.&lt;br /&gt; Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam kitab tafsirnya bahwa Abul Bilaad merasa keheranan tatkala membaca firman Allah Ta'ala :&lt;br /&gt;وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ  الشورى 30&lt;br /&gt;"Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri." (As Syura 30). Ia bertanya-tanya, bagaimana penerapan ayat ini pada dirinya, yang telah menderita buta mata sejak ia dilahirkan. Karena rasa herannya inilah ia bertanya kepada Al 'Ala' bin Bader: "Bagaimana penafsiran firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt; وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ  الشورى 30&lt;br /&gt;"Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri," padahal aku ditimpa kebutaan sejak aku masih bayi? Maka Al 'Ala' menjawab: "Itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu."( )  &lt;br /&gt; Inilah imunisasi syari'at sejati yang sepantasnya digalakkan sejak dini, agar kita menjadi bangsa yang perkasa dan berjaya. Dan selanjutnya, generasi penerus kita tidak turut merasakan sebagian dari kesialan berbagai amal kemaksiatan kita. &lt;br /&gt; Renungkan dan pikirkan baik-baik saudaraku! Apakah anda sampai hati untuk mewariskan kesialan amal maksiat anda kepada putra-putri anda? &lt;br /&gt; Saya yakin anda adalah orang tua yang penyayang, sehingga andapun pasti terpanggil untuk menjauhkan warisal sial ini dari putra-putri anda. Tidak heran bila andapun benyak beristighfar, dan berjuang sekuat tenaga  untuk mensucikan diri anda dan keluarga anda dari kesialan amal maksiat. Selamat  berjuang, semoga Allah Ta'ala memberkahi dan memudahkan perjuangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Memohonkan Perlindungan Untuk Anak-anak.&lt;br /&gt;Diantara metode imunisasi Syari'at yang tidak diketahui oleh banyak umat Islam dan sering dilalaikan oleh orang yang telah mengetahuinya ialah dengan memohonkan perlindungan kepada Allah untuk anak-anak kita dari gangguan setan, binatang berbisa dan pengaruh 'ain keji (mata keji). Padahal metode ini telah diajarkan semenjak zaman Nabi Ibrahin 'alaihissalam, dan diamalkan oleh Nabi Muhammad .&lt;br /&gt;عَنِ ابن عَبَّاسٍ أن رَسُولَ اللَّهِ كان يُعَوِّذُ حَسَناً وَحُسَيْناً يقول (أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ من كل شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كل عَيْنٍ لاَمَّةٍ) وكان يقول: (كان إِبْرَاهِيمُ أبي يُعَوِّذُ بِهِمَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ). رواه أحمد وأبو داود والنسائي وصححه الألباني.&lt;br /&gt;"Dari sahabat Ibnu Abbas  bahwasanya Rasulullah  memohonkan perlindungan untuk cucunya Hasan dan Husain dengan berdoa: "Aku memohonkan perlindungan untukmu berdua dengan Kalimat-kalimat Allah yang Maha Sempurna dari setiap setan, binatang berbisa yang mematikan, dan dari setiap (pengaruh) mata yang mendatang kerusakan." (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, An Nasai dan dishohihkan oleh Al Albani.&lt;br /&gt; Ini adalah salah satu imunisasi syari'at yang masih belum banyak diketahui oleh umat Islam, dan sering dilalaikan oleh orang yang telah mengetahuinya. Sungguh demi Allah, bila imunisasi syari'at ini kita amalkan dengan penuh keimanan dan penghayatan, niscaya anak-anak kita terlindung dari berbagai penyakit dan wabah.&lt;br /&gt; Wahai saudaraku seiman dan seakidah! Cobalah anda bertanya kepada hati nurani sendiri: Percayakah anda dengan imunisasi syari;at ini?&lt;br /&gt; Amalkanlah wahai saudaraku, niscaya Allah akan melindungi anak-anak anda dari berbagai petaka dan musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.  Tidak berlebih-lebihan Dalam Hal Makanan dan Minuman.&lt;br /&gt;Diantara syari'at Islam yang sejak dahulu kala terbukti manjur untuk menjaga kesehatan dan mencegah datangnya berbagai penyakit ialah menempuh hidup sederhana. Tidak berlebih-lebihan dalam hal makan dan minum. &lt;br /&gt;الْمِقْدَامَ بن معدي كرب الكندي قال سمعت رَسُولَ اللَّهِ  يقول ما مَلأَ بن آدَمَ وِعَاءً شَرًّا من بَطْنٍ حَسْبُ بن آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فان كان لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثُ طَعَامٍ وَثُلُثُ شَرَابٍ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ رواه أحمد والترمذي وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Sahabat Al Miqdan bin Ma'dykareb Al Kindi mengisahkan: Aku pernah mendengar Rasulullah  bersabda: Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu kantung yang lebih buruk dibanding perutnya. Bila tidak ada pilihan, maka cukuplah baginya sepertiga dari perutnya untuk makanan, sepertiga lainnya untuk minuman dan sepertiga lainnya untuk nafasnya." Riwayat Ahmad, At Tirmizy, An Nasai dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits shahih. &lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata : "Ketahuilah bahwa makan itu ada  tiga tingkatan:&lt;br /&gt;A- Kebutuhan.&lt;br /&gt;B- Kecukupan.&lt;br /&gt;C- Kelebihan.&lt;br /&gt;Pada hadits di atas, Nabi  mengabarkan bahwa hendaknya anda mencukupkan diri dengan beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggung anda. Dengan demikian anda tidak menjadi loyo dan tidak pula lemas. Bila anda masih merasa perlu untuk makan lebih banyak, maka hendaknya anda makan sepertiga dari daya tampung perut anda. Dengan demikian anda menyisakan sepertiga dari ruang perut anda untuk air minum dan sepertiga lainnya untuk nafas anda. Pembagian ini sangat berguna bagi kesehatan badan dan jiwa anda. Karena bila perut anda dipenuhi oleh makanan, maka tidak tersisa lagi ruang untuk minuman. Sehingga bila anda minum, maka pernapasan andapun menjadi sesak. Bila demikian adanya, anda menjadi mudah lelah dan sesak napas, bagaikan orang yang memikul beban terlalu berat. Ditambah lagi perut kenyang memiliki pengaruh buruk terhadap kepribadaian dan jiwa anda. Anda menjadi malas beribadah, dan dorongan birahi anda menguat. Pendek kata, perut yang senantiasa penuh itu berakibat buruk bagi kesehatan raga dan jiwa." ( )    &lt;br /&gt;Al Munawi juga menjelaskan hadits ini dengan berkata : "Nabi  menganggap perut orang yang makan hingga penuh sebagai kantong yang paling buruk, karena ia telah menggunakan perutnya tidak pada tempatnya. Perut manusia diciptakan untuk menegakkan tulang punggung karena mendapatkan asupan gizi yang cukup dari makanan yang ia makan. Sedangkan bila ia memenuhi perutnya, maka hal ini berdampak merusak agama dan dunianya. Penjelasannya sebagai berikut:  Tidaklah seseorang biasa memenuhi perutnya, kecuali bila ia telah dikuasai oleh sifat keserakahan dan ambisi dunia. Dan kedua perangai ini berakibat buruk bagi pelakunya. Rasa kenyang yang berkepanjangan, menjerumuskan palakunya ke dalam kesesatan dan menjadikannya merasa malas. Akibatnya ia selalu malas untuk beribadah, dan tubuhnya dipenuhi oleh timbunan zat-zat yang tidak ia butuhkan. Bila telah demikian, ia menjadi mudah marah, dikuasai syahwat birahi, dan ambisinya menjadi meluap, sehingga iapun terobsesi untuk menumpuk harta benda yang tidak ia perlukan." ( )   &lt;br /&gt;Saudaraku! Diantara ketentuan syari'at Islam dalam urusan makan dan minum adalah hendaknya anda tidak berlebih-lebihan dalam keduanya. Segala yang anda suka, anda makan atau  minum, segala yang bisa anda beli maka anda konsumsi, dan segala yang ditawarkan oleh pedagang, maka anda incipi. Sudah barang tentu sikap seperti ini adalah cerminan nyata dari ambisi makan dan minum yang berlebihan atau disebut dengan isrof. &lt;br /&gt;عَنْ عبد الله بن عمرو بن العاص  أَنَّ رَسُولَ اللهِ  قَالَ : كُلُوا، وَاشْرَبُوا، وَتَصَدَّقُوا، وَالْبَسُوا، غَيْرَ مَخِيلَةٍ، وَلاَ سَرَفٍ. رواه أحمد والنسائي وغيره وحسنه الألباني.&lt;br /&gt;Sahabat Abdullah bin Amer bin Al 'Ash, menceritakan bahwa Rasulullah  bersabda: "Makan,. Minum, bersedekah dan berpakaianlah asal tidak engkau tidak bersikap angkuh dan berlebih-lebihan. Riwayat Ahmad, An Nasai dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits hasan.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, sahabat Umar bin Khatthab  berkata: "Janganlah engkau makan hingga merasa kekenyangan, karena kekenyangan menjadikanmu malas mendirikan sholat, dan menyebabkan badanmu ditimpa penyakit. Hendaknya kalian bersikap sewajarnya dalam urusan makan, dengan demikian kalian terjauhkan dari kesombongan, badan kalian menjadi lebih sehat, dan engkau lebih giat beribadah. Tidaklah seseorang itu menjadi binasa, hingga ia lebih mendahulukan syahwat birahinya dibanding ajaran agamanya." &lt;br /&gt;Sebagian ulama' berkata: &lt;br /&gt;إنْ كُنْتَ بَطِنًا فَعُدَّ نَفْسَك زَمِنًا حتَّى تَخْمِصَ&lt;br /&gt;"Bila engkau memiliki perut yang gendut, maka anggaplah bahwa dirimu sedang menderita penyakit menahun, hingga perutmu kembali mengecil."  ( ) &lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata: "Zat makanan yang tertimbun dalam tubuh menyebabkan banyak petaka, diantaranya : mendorong anggota tubuh untuk berbuat maksiat, dan merasa malas dari beribadah. Kedua hal ini cukup sebagai dampak negatif  yang besar bagi anda. Betapa banyak kemaksiatan yang disebabkan oleh rasa kenyang, dan betapa banyak amal ketaatan yang terhalangi oleh rasa kenyang? Karenanya, orang yang terlindung dari efek buruk perutnya, berarti ia telah terlindung dari petaka yang besar. Ditambah lagi, setan semakin leluasa menguasai diri anda, tatkala anda mengisi perut anda dengan makanan hingga penuh. Tidak heran, bila ulama' terdahulu berpetuah:"Sempitkanlah jalur setan dengan berpuasa." Dan nabi juga bersabda: &lt;br /&gt;ما مَلأَ بن آدَمَ وِعَاءً شَرًّا من بَطْنٍ&lt;br /&gt;"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu kantung yang lebih buruk dibanding perutnya". Andailah perut penuh dengan makanan itu tidak berdampak selain menjadikan anda lalai walau hanya sesat, niscaya setan akan bersemangat menyeru anda untuk melakukannya, agar berkesempatan menggiring anda kemanapun ia suka. Karena bila perut anda senantiasa kenyang, maka jiwa anda akan agresif, dan syahwat birahi andapun berkobar. Sedangkan bila perut anda terbiasa lapar, niscaya jiwa anda menjadi tenang, khusyu' dan tunduk kepada anda." ( ) &lt;br /&gt; Pada kesempatan lain, beliau berkata : "Berbagai penyakit fisik terjadi akibat dari zat makanan yang tertimbun dalam badan anda. Akibatnya timbunan makanan itu mengganggu gerak berbagai organ badan anda. Inilah kebanyakan penyakit yang diderita oleh masyarakat. Semua itu terjadi karena mereka terbiasa mengkonsumsi makanan padahal makanan yang ia konsumsi sebelumnya belum sempenuhnya dicerna oleh organ pencernaannya. Keadaan ini diperparah oleh :&lt;br /&gt;1- Mereka mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang melebihi kebutuhan badannya.&lt;br /&gt;2- Mereka banyak mengkonsumsi makanan yang sulit dicerna.&lt;br /&gt;3- Mereka mengkonsumsi beraneka ragam jenis makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang beraneka ragam pula. &lt;br /&gt;Bila anda memenuhi perut anda dengan berbagai jenis makanan ini, dan itu telah menjadi gaya hidup anda, niscaya kebiasaan buruk ini menyebabkan anda menderita beraneka ragam penyakit pula. Dari berbagai penyakit yang anda derita, ada yang dengan cepat disembuhkan dan ada pula yang sulit diobati. Akan tetapi bila anda menempuh hidup sederhana, mengkonsumsi makanan seperlunya, dan makanan yang anda konsumsipun seimbang dalam kadar dan jenisnya, maka badan anda lebih sehat dari pada mengkonsumsi makanan dalm jumlah banyak." ( )  &lt;br /&gt;Tidak mengherankan bila diantara metode yang dicontohkan Nabi  adalah tidak makan sambil duduk bersila. Dengan demikian anda tidak terbiasa makan dalam jumlah banyak,. Karena ketika anda duduk bersila, maka lambung anda akan terbuka selebar-lebarnya, anda tidak segera merasa kenyang, dan akhirnya andapun akan makan dengan lahap serta dalam julah yang banyak.&lt;br /&gt;عن أَبي جُحَيْفَةَ  يقول قال رسول اللَّهِ  : (لا آكُلُ مُتَّكِئًا) رواه البخاري.&lt;br /&gt;Sahabat Abu Juhaifah  mengisahkan: Rasulullah  bersabda: "Aku tidak makan sambil duduk bersandar (bersila)."  Riwayat Imam Bukhari.&lt;br /&gt; Imam Al Khattabi menjelaskan hadits ini dengan berkata: Masyarakat awam mengira bahwa yang dimaksud duduk bersandar ialah makan sambil duduk bersandar ke sebelah bagian badan. Padahal tidak demikian halnya. Yang dimaksud adalah duduk mantap dengan bersila. Dengan demikian makna hadits ini, Nabi  mengabarkan bahwa ia tidak makan dengan duduk bertumpu pada alas yang dibawahnya, layaknya orang yang hendak makan banyak. Karena sesungguhnya aku makan hanya sekedar untuk bekal hidup, sehingga aku duduk layaknya orang yang ingin segera bangkit." ( )     &lt;br /&gt; Ibnu Jarir At Thobari berkata: "Bila anda bertanya: Apakah ada batasan tertentu berkaitan dengan nafkah yang dibenarkan dalam Syari'at? Maka jawabannya: Ya, ada batasan nafkah yang sesaui dan dibenarkan dalam masing-masing hal berikut: makanan, minuman, pakaian, sedekah, amal kebajikan dan lainnya . Saya tidak suka memperpanjang kitab ini dengan menyebutkan batasan masing-masing. Hanya saja berdasarkan penjelasan di atas, yaitu: bila anda mengkonsumsi makanan melebihi batas kebutuhan anda, sehingga badan anda menjadi lemah, tenaga anda luluh, anda tersibukkan dari beribadah kepada Allah dan menunaikan kewajiban, maka itu berati anda telah berlebih-lebihan." ( ) &lt;br /&gt; Beberapa syari'at di atas, hanyalah setetes dari lautan syariat yang bila kita amalkan dengan penuh keimanan akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita. Bukan hanya dalam hal kesehatan badan kita, akan tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan kita, baik di dunia ataupun di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perbandingan Antara Manfaat Dan Efek Samping Obat.&lt;br /&gt; Islam adalah agama yang Allah turunkan guna merealisasikan dan memperbanyak kemaslahatan bagi umat manusia dan menyingkap serta menguri kemadharatan dari mereka.&lt;br /&gt; Ibnu Taimiyyah berkata: "Syari'at Islam datang guna mewujudkan kemaslahatan dan menyempurnakannya, serta meniadakan kerusakan dan menguranginya. Oleh karenanya seluruh hal yang diharamkan, berupa kesyirikan, khomer, judi, zina, dan perbuatan dholim, kadang kala dapat mewujudkan manfaat dan tujuan bagi pelakunya, akan tetapi dikarenakan kerusakannya lebih banyak dibanding maslahatnya, maka Allah dan Rasul-Nya melarang kita darinya. Sebagaimana banyak hal, misalnya berbagai amalan ibadah, jihad, menafkahkan harta, padanya terdapat madhorot (kerugian), akan tetapi karena maslahatnya lebih banyak dibanding kerusakannya, maka Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita dengannya. Ini adalah suatu prinsip yang tidak boleh dilupakan. "( ) &lt;br /&gt; Bahkan Ibnu Abil 'Iiz As Syafi'i menyimpulkan bahwa seluruh syari'at Islam tercakup oleh kaedah/prinsip ini, kesimpulan ini beliau ulas dengan panjang lebar dan dengan metode yang benar-benar ilmiyyah dalam kitab beliau yang berjudul:&lt;br /&gt;قواعد الأحكام في مصالح الأنام&lt;br /&gt;"Kaedah-kaedah Hukum Pada Kemaslahatan Manusia".&lt;br /&gt; Kaedah ini bukan hanya berlaku pada hukum halal dan haram saja, akan tetapi juga berlaku pada setiap urusan manusia, tidak terkecuali urusan penyakit, penanggulangan dan pengobatannya, sampai-sampai Ibnul Qayyim memberikan kesimpulan dengan berkata:&lt;br /&gt;بالجملة فعناصر هذا العالم السفلي خيرها ممتزج بشرها ولكن خيرها غالب.&lt;br /&gt;"Pendek kata, seluruh unsur yang ada di  alam dunia, kebaikannya bercampur dengan kejelekan, akan tetapi kebaikannya lebih banyak."( )  &lt;br /&gt; Berangkat dari kaedah ini, maka tidak heran bila dalam dunia pengobatan, dan penanggulangan penyakit, dikenal suatu hal yang disebut efek samping pengobatan. Bahkan produsen obat, sering kali dengan terus terang memberitahukan efek samping dari obat yang mereka pasarkan.&lt;br /&gt; Walau demikian, obat tersebut tetap saja laku di pasaran, dan bahkan laris, yang demikian ini dikarenakan masyarakat atau konsumen berharap mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang ia derita dengan mengkonsumsi obat tersebut. Dan efek samping suatu obat atau pengobatan beraneka ragam wujudnya, ada yang ringan dan ada juga yang berat. &lt;br /&gt; Sebagai contoh misalnya, seseorang rela untuk diamputasi salah satu anggota badannya, guna menghentikan pertumbuhan kangker, atau penyakit serupa yang telah menggerogoti anggotan badan tersebut. Pasien merelakan salah satu anggota badannya di potong, demi menyelamatkan badan, bahkan nyawanya dari kematian. Dikala ia sehat wal afiat -walau dibayar berapapun- ia tidak akan pernah sudi melakukan itu.&lt;br /&gt; Seorang ayah, akan rela bila anaknya disuntik ketika diimunisasi, karena ia mengharapkan manfaat imunisasi tersebut lebih besar dibanding rasa sakit yang harus diderita anaknya akibat suntikan tersebut. &lt;br /&gt; Perilaku ini bukanlah hal yang mengherankan, atau terlarang baik menurut ilmu medis ataupun syari'at, karena diantara ilmu pengobatan yang diajarkan oleh Nabi  ialah dengan hijamah, yaitu menyayat bagian tertentu dari badan kita, guna mengeluarkan darah kotor atau rusak yang menjadi penyebab sakit yang kita derita. &lt;br /&gt; Bahkan Nabi  memerintahkan sahabatnya untuk memutuskan urat lengan Sa'ad bin Mu'adz, yang terluka akibat terkena tombak pada peperangan Al Khondak. Akan tetapi upaya pengobatan Nabi  untuk menyelamatkan sahabat Sa'ad bin Mu'adz ini tidak berhasil, alias gagal, karena Allah telah menentukan bahwa beliau akan mati syahid akibat luka tersebut.&lt;br /&gt; Kedua hal ini, nyata-nyata tidak akan kita lakukan bila kita dalam keadaan sehat, dan kita tidak akan pernah tega melakukannya terhadap anak-anak kita bila tidak ada perlunya.&lt;br /&gt; Bila kita telah memahami fenomena ini, maka betapa besar kerugian yang telah kita derita; akibat melupakan pengobatan Nabawi yang mudah, murah, manjur, lagi tidak memiliki efek samping sidikitpun.&lt;br /&gt; Pengobatan tersebut ialah ruqyah, yaitu jampi-jampi dengan bacaan Al Qur'an atau doa'-doa yang dibenarkan. Tidak heran bila Allah Ta'ala menyatakan bahwa Al Qur'an adalah kesembuhan:&lt;br /&gt;وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا الإسراء 82.&lt;br /&gt;Dan Kami turunkan Al Qur'an, sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Al Qur'an tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (Al Isra' 82).&lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata: "Al Qur'an adalah kesembuhan sempurna bagi segala penyakit hati dan badan/fisik, penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang memiliki keahlian, tidak juga dimudahkan untuk mendapat kesembuhan dengannya. Bila seorang yang menderita penyakit, pandai dalam menjalankan pengobatan dengan Al Qur'an, ia meletakkannya tepat pada penyakit  yang ia derita dengan sebenarnya, ia beriman, menerima, dan yakin sepenuhnya serta ia memenuhi seluruh persyaratannya, niscaya tidak ada penyakit yang dapat melawannya. Bagaimana mungkin bagi penyakit dapat melawan kalamullah, Tuhan bumi dan langit, yang bila diturunkan kepada gunung, niscaya akan hancur, dan bila diturunkan kepada bumi niscaya akan terpotong-potong karenanya. Tidaklah ada suatu penyakitpun, baik penyakit batin, ataupun fisik, melainkan dalam Al Qur'an telah terdapat petunjuk tentang obat, penyebab dan metode pencegahannya. Hal ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang telah Allah karuniai pemahaman tentang kitab-Nya. .....Barang siapa yang tidak dapat disembuhkan dengan Al Qur'an, maka semoga Allah tidak menyembuhkannya. Dan barang siapa yang tidak merasa cukup dengan Al Qur'an, maka semoga Allah tidak pernah mengaruniainya kecukupan."( )   &lt;br /&gt; Dan diantara ruqyah yang diajarkan oleh Rasulullah  adalah:&lt;br /&gt;(اللهم رَبَّ الناس أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا) متفق عليه&lt;br /&gt;"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, sirnakanlah keluhan, sembuhkanlah dia, sedangkan Engkaulah Dzat Penyembuh, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan darimu, kesembuhan yang tiada menyisakan penyakit." (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt; Ibnu Hajar dan lainnya, menjelaskan bahwa manfaat dari dikhususkannya kesembuhan dengan "kesembuhan yang tiada menyisakan penyakit", adalah: guna menghindari berbagai efek samping yang mungkin terjadi dari proses pengobatan dan penyembuhan, karena kadang kala, suatu penyakit berhasil disembuhkan, akan tetapi muncul penyakit lain. Oleh karenanya Nabi  mengajarkan agar kita memohon kepada Allah kesembuhan yang mutlak (sempurna) dan bukan asal kesembuhan.( )    &lt;br /&gt; Bangkitlah saudaraku! Marilah kita bersama-sama mengkaji, menggali dan kemudian menerapkan pengobatan dengan Al Qur'an. Hidupkan dan masyarakatkanlah pengobatan dengan Al Qur'an, baik untuk mengobati penyakit jiwa atau raga kita, atau untuk menanggulangi datangnya wabah dan penyakit.&lt;br /&gt; Diantara salah satu imunisasi syri'at yang diajarkan oleh Nabi  kepada umatnya ialah apa yang disebutkan pada hadits berikut:&lt;br /&gt;(مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاءٍ، فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاَ إِلاَّ عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ، مَا عَاشَ.) رواه الترمذي وغيره وصحّضحه الألباني&lt;br /&gt;"Barang siapa yang menyaksikan orang yang tertimpa bencana/penyakit, lalu ia berdoa:&lt;br /&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً&lt;br /&gt;"Segala puji hanya milik Allah Yang telah membebaskanku dari apa yang Ia uji engkau dengannya, dan Yang benar-benar telah mengaruniaiku keutamaan dibanding banyak dari makhluq-Nya." Melainkan ia akan terbebas dari bencana/ penyakit tersebut, apapun wujudnya, sepanjang  hayat."  (riwayat At Tirmizy dan lainnya, dan hadits ini dihasankan oleh Al Albani).&lt;br /&gt; Subhanallah, wal hamdulillah. Imunisasi syari'at ini, mudah, murah, manjur, tanpa efek samping, dan berlaku untuk segala jenis penyakit dan bahkan juga bencana lainnya. Adakah imunisasi yang dihasilkan oleh penelitian ilmu medis barat yang dapat semanjur dan sehebat ini?? Saya yakin, sampai kapanpun dan dengan kemajuan dan teori apapun, manusia tidak akan mampu menemukan faksin/imunisasi sehebat dan semanjur imunisasi nabawi .&lt;br /&gt; Imunisasi ini hanyalah dapat diperoleh melalui wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya . Oleh karenanya, hendaknya umat Islam mensyukuri, kemudian mengkaji dan mengamalkan imunisasi syari'at ini dalam kehidupan mereka. Hanya dengan cara itulah umat Islam akan berjaya dan mandari tidak menjadi obyek perniagaan musuh mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kendala &amp; Solusinya&lt;br /&gt; Imunisasi syari'at ini walaupun benar-benar manjur dan telah terbukti akan keampuhannya, akan tetapi banyak dari umat islam yang enggan untuk menerapkannya, dan lebih memilih imunisasi dan pengobatan yang bersifat materi. Setiap kita lebih percaya diri bila telah disuntik dengan vaksin atau meminum obat yang diperoleh dari seorang dokter atau apoteker. &lt;br /&gt; Fakta ini bukanlah bukti baru bahwa imunisasi dan pengobatan syari'at -yang sebagiannya dijabarkan di atas- tidak lagi manjur dan mujarab. Fenomena ini terjadi karena adanya fenomena baru lain yang tidak kita sadari,  yang ternyata telah menjadi penghalang terwujudnya efek kesembuhan dan perlindungan dari imunisasi syariat ini.&lt;br /&gt; Hal baru yang menjadi penghalang tersebut ternyata ada dalam diri kita sendiri, yaitu melemahnya iman, tawakkal, serta menumpuknya dosa-dosa kita, sehingga berbagai tindak imunisasi syari'at di atas, tidak mampu mewujudkan perannya yang kita harapkan. &lt;br /&gt; Kendala ini jauh-jauh hari telah disadari oleh para ulama', sehingga Ibnu At Tien Al Maliky merasa perlu untuk mengingatkan kita tentangnya. Beliau berkata: "Menjampi-jampi dengan menyebut Nama-nama Allah, adalah salah satu pengobatan non materi yang bila dibacakan oleh orang-orang yang sholeh, niscaya –dengan izin Allah- kesembuhan akan terwujud. Akan tetapi karena masyarakat semakin kesulitan untuk mendapatkan orang-orang sholeh, merekapun mulai mengandalkan pengobatan yang bersifat materi."( )  &lt;br /&gt; Sebagai solusinya, saya mengajak diri saya sendiri kemudian saudara-saudaraku seiman untuk kembali menerapkan imunisasi dan pengobatan syari'at ini. Kita melatih diri, memupuk keimanan dan tawakkal serta mempelajari penerapan yang benar dari imunisasi serta pengobatan syari'at ini, sehingga suatu saat nati, kita benar-benar mampu membuktikan akan kemanjuran dan keampuhannya. &lt;br /&gt;Dengan cara ini, kecintaan dan kebanggaan kita terhadap syari'ah Allah akan bertumbuh, dan pada akhirnya menjadi ringan bagi kita untuk menerapkan syari'at Islam secara utuh dalam kehidupan. Semboyan dan motto kita adalah sabda Nabi :&lt;br /&gt;(إنما العلم بالتعلم وإنما الحلم بالتحلم من يتحر الخير يعطه ومن يتق الشر يوقه) رواه الطبراني والخطيب البغدادي&lt;br /&gt;"Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan cara belajar, dan perangai sabar lagi bijak dapat didapat dengan berlatih untuk berperilaku bijak nan sabar,dan barang siapa berusaha dengan sungsuh-sunguh untuk mendapatkan kebaikan, niscaya ia akan mendapatkannya dan barang siapa berusaha dengan sungguh-sun gguh untuk menhindari kejelekan, niscaya ia akan terhindar darinya." Riwayat AT Thobrani, dan Al Khatib Al Baghdady.&lt;br /&gt; Tidaklah kita akan dapat membuktikan kemanjuran dan keampuhan imunisasi dan pengobatan syari'at ini melainkan setelah kita mencoba dan mencoba. Kegagalan demi kegagalan, janganlah melunturkan keimanan kita terhadap kebenaran imunisasi syari'at. Bila upaya dengan penuh iman dan tawakkal semacam ini, niscaya suatu saat kita akan berhasil membuktikan kemanjurannya.&lt;br /&gt; Kita harus menghapus kata "siapa tahu", dari kamus keimanan dan tawakkal kita, kemudian kita gantikan dengan "saya beriman dan yakin". Bila kata "siapa tahu" tetap kita pertahankan, dan senantiasa menjadi ucapan awal dari setiap penerapan imunisasi dan pengobatan syari'at yang kita lakukan, maka hasilnyapun "tidak ada yang tahu", alias tidak terbukti atau gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pengobatan Dengan Bacaan Al Qur'an dan Doa'-doa Yang Bagus.&lt;br /&gt;  Saudaraku, walaupun anda telah melakukan prefentif guna mencegah datangnya penyakit, kadang kala masih juga penyakit menghampiri anda. Bukankah demikian? &lt;br /&gt;  Tidak perlu kecewa atau putus asa, karena kejadian semacam itu adalah wajar terjadi. Apalagi anda, Nabi Muhammad  saja kadang kala sakit, padahal beliau adalah orang yang paling sempurna dalam menjalankan berbagai amalan prefentif yang disebutkan diatas.&lt;br /&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود  قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ  وَهْوَ يُوعَكُ. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا. قَالَ: (أَجَلْ إِنِّى أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلاَنِ مِنْكُمْ). قُلْتُ: ذَلِكَ أَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ قَالَ: (أَجَلْ ذَلِكَ كَذَلِكَ، مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا سَيِّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا) متفق عليه&lt;br /&gt;Sahabat Abdullah bin Mas'ud  mengisahkan: Pada suatu hari aku menjenguk Rasulullah , yang sedang sakit. Kemudian aku berkata kepadanya: Ya Rasulullah, sesungguhnya panas badanmu tinggi sekali. Beliau menjawab: Benar, aku merasakan panas badan yang dirasakan oleh dua orang dari kalian. Akupun menimpali pernyataan beliau dengan berkata: Yang demikian itu dikarenakan engkau mendapatkan dua pahala? Beliau kembali menjawab pertanyaanku dan berkata: Benar, demikianlah adanya. Tidaklah ada seorang muslim yang ditimpagangguan, tertusuk duri atau yang lebih besar, melainkan dengannya Allah menggugurkan dosa-dosanya, bagaikan pepohonan yang dedaunannya berguguran." Muttatafaqun 'Alaih&lt;br /&gt;  Yang demikian itu, dikarenakan berbagai penyakit yang menimpa diri anda tidaklah sia-sia. Berbagai penyakit dan juga musibah yang menimpa anda memiliki banyak manfaat yang besar.&lt;br /&gt;Diantara manfaat penyakit yang menimpa anda ialah:&lt;br /&gt;1- Tebusan dari dosa-dosa anda.&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ  قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : (إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) رواه الترمذي والبيهقي وحسنه الألباني&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, ia mengisahkan: Rasulullah  bersabda: Bila Allah menakdirkan kebaikan untuk seorang hamba-Nya, maka ia menyegerakan hukuman amal kejelekannya di dunia. Sedangkan bila Allah menakdirkan kejelekan untuk seorang hamba-Nya, maka Ia menunda hukuman amal kejelekannya, hingga kelak di hari kiyamat hamba itu  menanggung  seluruh balasan amal kejelekannya."  Riwayat At Tirmizy, Al Baihaqi dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits hasan.&lt;br /&gt; Saudaraku! Coba anda kembali pikirkan dan kalkulasi dosa-dosa yang pernah anda lakukan. Dimulai dari, mata, telinga, hidung, lisan, tangan, dan seterusnya. Mungkinkah anda kuasa menghitungnya? Akankah kelak di hari Qiyamat, diosa-dosa yang begitu banyak akan berlalu begitu saja tanpa dihisab oleh Allah Ta'ala ?&lt;br /&gt; Pada suatu hari sahabat Abu Bakar  bertanya kepada Rasulullah  perihal ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلاَ أَمَانِىِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءاً يُجْزَ بِهِ  النساء 123&lt;br /&gt;"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas atas kejahatan itu".  An Nisa' 123. Pada pertanyaannya, beliau berkata: Ya Rasulullah, bagaimana mungkin kita dapat menjadi orang yang sholeh setelah turunnya ayat ini, bila setiap kejelekan yang kita kerjakan pasti dibalas? Menanggapi pertanyaan sahabatnya ini, Nabi  bersabda:&lt;br /&gt;(غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ، أَلَسْتَ تَمْرَضُ أَلَسْتَ تَنْصَبُ؟ أَلَسْتَ تَحْزَنُ؟ أَلَسْتَ تُصِيبُكَ اللأْوَاءُ؟. قَالَ: بَلَى. قَالَ: (فَهُوَ مَا تُجْزَوْنَ بِهِ) رواه أحمد وابن حبان وغيرهما&lt;br /&gt;"Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar. Bukankah engkau ditimpa rasa letih? Bukankah engkau ditimpa duka? Bukankah engkau ditimpa kesusahan dan kelaparan? Abu Bakarpun menjawab: Tentu. Selanjutnya Nabi  menimpali jawabannya dengan bersabda: "Itulah balasan yang ditimpakan kepadamu." Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan lainnya.&lt;br /&gt;2- Menguji kadar keimanan anda .&lt;br /&gt;Saudaraku! Apakah anda mengira bahwa keimanan anda akan luput dari ujian? Tidak saudaraku. Tidak sekali-kali anda mungkin dapat luput dari ujian Allah. Karenanya, persiapkan diri, mental dan iman anda, agar anda dapat menjalani ujian ini dengan baik, sehingga Allah-pun semakin mencintai anda.&lt;br /&gt;أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ {2} وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ&lt;br /&gt;"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." Al Ankabut 2-3&lt;br /&gt;Sahabat Anas bin Malik  mengisahkan: Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;(إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ) رواه الترمذي وابن ماجة وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bila Allah mencintai suatu kaum, niscaya Ia akan menguji mereka. Maka orang yang menerima ujian itu dengan ridho, maka Allah-pun ridho kepadanya. Sedangkan orang yang tidak suka (berkeluh kesah),  maka Allah-pun tidak menyukainya." Riwayat At Tirmizy, Ibnu Majah, dan dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Al Albani.&lt;br /&gt;  Ketahuilah saudaraku! Kebahagian hidup di dunia yang sejati dan kekal hanya dapat anda capai bila anda ridho dengan segala takdir Allah. Dengan sifat inilah anda dapat merasakan indahnya kenikmatan dan terhindar dari rasa pedih musibah.&lt;br /&gt;  Sahabat Abdullah bin Mas'ud  berkata : "Sesungguhnya Allah Yang Maha Adil, meletakkan kedamaian dan kebahagiaan pada iman dan ridho. Sebagaimana Allah juga meletakkan rasa gundah dan duka pada keraguan dan kebencian (keluh kesah)." ( ) &lt;br /&gt;  Ketahuilah saudaraku! Bila anda behasil menggapai kedudukan ini, niscaya segala urusan anda menyenangkan dan mendatangkan kebahagian bagi hidup anda. Derita, penyakit, kemiskinan, dan berbagai kesusahan lainnya yang mungkin menghampiri hidup anda tidak mengusik kebahagian anda. Bahkan sebaliknya, berbagai derita itu mendatangkan bahagia tersendiri bagi anda.&lt;br /&gt;  Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً  النحل 97&lt;br /&gt;"Barang siapa yang beramal sholeh, baik lelaki maupun perempuan sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik." (An Nahel 97).&lt;br /&gt; Ibnu Jarir At Thobari menafsirkan ayat ini dengan berkata : Pendapat yang paling benar tentang ayat ini ialah pendapat orang yang mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah: Kami akan menjadikannya hidup bahagia berkat sifat qona'ahnya. Yang demikian itu, karena orang yang telah mendapatkan karunia sifat qona'ah (senantiasa puas) dengan rizqi yang dikaruniakan kepadanya niscaya bahagia. Ia tidak pernah merasakan derita karena urusan dunia. Ia tidak pernah hanyut oleh ambisi mengeruk dunia, sehingga ia tidak pernah kelelahan karenanya, tidak pula gundah karena memikirkan sesuatu yang tidak berhasil ia gapai dan tidak pula menyesal karena gagal mendapatkannya." ( )   &lt;br /&gt; Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;(عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إن أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا له، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا له). رواه مسلم&lt;br /&gt;"Sungguh mengherankan urusan seorang yang beriman, sesungguhnya seluruh urusannya baik, dan hal itu tidaklah dimiliki melainkan oleh orang yang beriman. Bila ia ditimpa kesenangan, ia bersyukur, maka kesenangan itu menjadi baik baginya. Dan bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka kesusahan itu baik baginya." (riwayat Muslim).&lt;br /&gt;  Tidak heran bila orang yang berhasil mencapai kedudukan ini, ia tidak memiliki cita-cita selain yang telah Allah takdirkan untuknya. Ia percaya bahwa apa yang telah Allah takdirkan untuknya pastilah yang terbaik untuknya. Umar bin Abdul Aziz untuk berkata :&lt;br /&gt;أصبحت ومالي سرورٌ إلا في مواضع القضاء والقدر .&lt;br /&gt;"Aku tidak lagi memiliki kebahagiaan selain dengan apa yang telah Allah tentukan dan takdirkan untukku."&lt;br /&gt; Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat kita petik dari doa Nabi  berikut:&lt;br /&gt;(اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ) &lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon agar senantiasa ridho setiap takdir-Mu usai menimpaku."( )  &lt;br /&gt; Bila musibah adalah ujian bagi keimanan seseorang, maka dapat dipahami, bahwa seiring dengan bertambah tinggi iman seseorang, maka bertambah tinggi pula jenis cobaannya.&lt;br /&gt;عن سعد بن أبي وقاص  قال: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً ؟قَالَ: الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ. رواه الترمذي والحاكم وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash  menuturkan: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah  dengan berkata: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya? Menjawab pertanyaanku ini, beliau bersabda: Para nabi, kemudian orang yang paling kuat imannya, dan demikian selanjutnya. Setiap orang diuji sesuai dengan kadar imannya. Bila iman seseorang kokoh, maka semakin keras cobaannya. Sebaliknya, bila imannya lemah, maka ujiannyapun selaras dengan imannya. Dan tidaklah unian senantiasa menimpa seorang hamba, hingga pada akhirnya ia berjalan di muka bumi tanpa menanggung satu dosapun." Riwayat At Tirmizy, Al Hakim dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits shahih.&lt;br /&gt;3- Mengikis keangkuhan dan kesombongan dari jiwa anda.&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah membayangkan andai selama hidup di dunia ini anda tidak pernah menderita sakit, merasakan pahitnya kegagalan dan tidak pula mengincipi getirnya kesusahan.&lt;br /&gt;Bukankah demikian saudaraku! &lt;br /&gt;Terbayang betapa enak dan bahagianya bila angan-angan itu terwujud. Akan tetapi bila anda renungkan dan pikirkan lebih dalam, keadaan semacam ini bila terwujud pada diri anda, niscaya anda celaka. Betapa tidak, anda menjadi angkuh, sombong, dan terjerumus ke dalam kekufuran kepada Allah Ta'ala&lt;br /&gt;فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {49} قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَمَا أَغْنَى عَنْهُم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ {50} فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا&lt;br /&gt;"Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata:"Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku".Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan. Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan" Az Zumar 49-51&lt;br /&gt; Ayat ini dengan jelas memaparkan tabiat buruk yang dimiliki oleh anak manusia. Bila ia ditimpa kesusahan, dan kesengsaraan, ia tak henti-hentinya berdoa kepada Allah. Ia memohon kepada Allah agar menyingkap kesusahan dan penderitaan yang menghimpitnya.Akan tetapi tatkala Allah telah mengabulkan harapannya. Kesusahannya berangsur-angsur sirna dan demikian pula dengan deritanya, sedikit demi sedikit meninggalkannya. Dan kehidupannyapun mulai makmur, hartanya melimpah, badannya sehat wal afiat, ia menjadi lupa daratan. Ia menduga bahwa Allah memberinya kekayaan, kelapangan dan kesehatan dikarenakan ia memang pantas  mendapatkan itu semua. Ia lalai bahwa berbagai kenikmatan yang ia dapat adalah ujian buatnya. Dengan kenikmatan itu Allah menguji dirinya, apakah ia tetap tunduk dan patuh dengan syari'at Allah atau menjadi lupa daratan. Demikian Ibnu Jarir At Thobari dan juga Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas. ( ) &lt;br /&gt; Diriwayatkan dalam satu riwayat, bahwa Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;(وَإِنَّ مِنْ عِبَادِي الْمُؤْمِنِينَ لَمَنْ يَسْأَلُنِي الْبَابَ مِنَ الْعِبَادَةِ ، فَأَكُفُّهُ عَلَّهُ أَلا يَدْخُلَهُ عُجْبٌ ، فَيُفْسِدَهُ ذَلِكَ ، وَإِنَّ مِنَ عِبَادِي الْمُؤْمِنِينَ لَمَنْ لا يُصْلِحُ إِيمَانَهُ إِلا الْغِنَى ، وَلَوْ أَفْقَرْتُهُ لأَفْسَدَهُ ذَلِكَ ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِي الْمُؤْمِنِينَ لَمَنْ لا يُصلِحُ إِيمَانَهُ إِلا الْفَقْرُ ، وَلَوْ أَغْنَيْتُهُ لأَفْسَدَهُ ذَلِكَ ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِي الْمُؤْمِنِينَ لَمَنْ لا يُصلِحُ إِيمَانَهُ إِلا الصِّحَةُ ، وَلَوْ أَسْقَمْتُهُ لأَفْسَدَهُ ذَلِكَ ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِي الْمُؤْمِنِينَ لَمَنْ لا يُصلِحُ إِيمَانَهُ إِلا السَّقَمُ ، وَلَوْ أَصْحَحْتُهُ لأَفْسَدَهُ ذَلِكَ ، إِنِّي أُدَبِّرُ أَمَرَ عِبَادِي بِعِلْمِي بِقُلُوبِهِمْ ، إِنِّي عَلِيمٌ خَبِيرٌ) رواه ابن أبي الدنيا وأبو نعيم الأصبهاني وضعفه الألباني&lt;br /&gt;"Sesunggunya dari hamba-hambaku yang beriman, ada orang yang memohon kepadaku untuk dibukakan suatu pintu ibadah tertentu, akan tetapi Aku menghalanginya, agar ia tidak ditimpa 'ujub (keangkuhan), sehingga menjadikannya binasa. Dari hamba-hambaku yang beriman, ada orang yang imannya tidak menjadi baik kecuali dengan kekayaan, andai Aku timpakan kemiskinan kepadanya, niscaya ia binasa. Sebaliknya, dari hamba-hambaku yang beriman, ada orang yang imannya tidak menjadi baik kecuali dengan kemiskinan, andai Aku timpakan kekayaan kepadanya, niscaya ia binasa. Dari hamba-hambaku yang beriman, ada orang yang imannya tidak menjadi baik kecuali dengan kesehatan, andai Aku timpakan penyakit kepadanya, niscaya ia binasa. Dan sebaliknya dari hamba-hambaku yang beriman, ada orang yang imannya tidak menjadi baik kecuali dengan penyakit, andai Aku timpakan kesehatan kepadanya, niscaya ia binasa. Sesungguhnya Aku mengatur urusan hamba-hamba-Ku berdasarkan pengetahuanku tentang jiwa mereka, karena sesungguhnya Aku adalah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Riwayat Ibnu Abi Ad Dunya dan Abu Nu'aim Al Ashbahani. Oleh Al Albani hadits ini dinyatakan sebagai hadits yang lemah (dha'if).&lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata: &lt;br /&gt;قد يكون الفقر لبعض الناس أنفع، والغنى لآخرين أنفع، كما تكون الصحة لبعضهم أنفع، والمرض لبعضهم أنفع.&lt;br /&gt;"Bisa jadi, kemiskinan bagi sebagian orang lebih berguna, akan tetapi bagi sebagian lainnya kekayaanlah yang lebih berguna. Sebagaimana kesehatan lebih berguna bagi sebagian orang, akan tetapi bagi sebagian lainnya, penyakit lebih berguna." ( ) &lt;br /&gt; Fenomena ini sudah sepantasnya kita jadikan sebagai penawar lara dan duka disaat ditimpa kesusahan dan penyakit. Yakinlah, bahwa apa yang sedang anda alami pasti baik buat anda, walau sekilas terasa pahit dan menyakitkan. Dengan memahami dan mengamalkan ini, anda kuasa untuk berbaik sangka dengan Allah Ta'ala. &lt;br /&gt;Saudaraku! Betapa sering kita mengaitkan antara keberhasilan, dan kekayaan dengan kecintaan Allah. Kita berkata: Mengapa orang-orang kafir hidup mewah, kaya raya, jarang ditimpa wabah, dan maju sedangkan umat Islam, hidup diambang garis kemiskinan, senantiasa diserang wabah penyakit dan lain sebagainya. Keadaan ini menjadikan sebagian dari kita bertanya-tanya: Mungkinkah Allah lebih sayang kepada orang-orang kafir dibanding umat Islam? Bukankah demikian saudaraku!&lt;br /&gt; Ketahuilah, bahwa kehidupan dunia tidak berbanding lurus dengan kecintaan Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : (إِنَّ اللَّهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلاَقَكُمْ، كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِى الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ، وَلاَ يُعْطِى الدِّينَ إِلاَّ لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ) رواه أحمد &lt;br /&gt;Sahabat Abdullah bin Mas'ud  menuturkan: Rasulullah  bersabda: Sesungguhnya Allah telah membagi akhlaq-akhlaq (perangai) kalian, sebagaimana Allah telah membagi pula rizqi-rizqi kalian. Dan sesungghnya Allah memberi kekayaan dunia kepada orang yang ia cintai sebagaimana Ia meberikannya kepada orang yang tidak Ia cintai. Akan tetapi agama (hidayah/petunjuk) tidaklah ia berikan kecuali kepada orang yang Ia cintai. Barang siapa telah Allah beri petunjuk (agama), berarti Allah mencintainya.'  Riwayat Ahmad.&lt;br /&gt; Pada kesempatan lain, Nabi  menjelaskan mengapa Allah Ta'ala tetap memberi orang-orang kafir kekayaan dan keberhasilan di dunia, padahal ia berbuat kekufuran dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ  قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : (لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ ). رواه الترمذي وغيره وصححه الألباني&lt;br /&gt;Sahabat Sahel bin Sa'ad  berkata: Rasulullah  bersabda: "Andailah dunia di sisi Allah sebanding dengan satu sayap lalat, niscaya Allah tidak pernah memberi minum orang kafir walau hanya seteguk."  Riwayat At Tirmizy, dan lainnya. Oleh Al Albani hadits ini dinyatakan sebagai hadits shahih.&lt;br /&gt;  Bersyukurlan saudaraku, Allah telah menurunkan hidayahnya ke dalam hati anda, sehingga anda istiqamah dalam beragama. Ini pertanda Allah mencintai anda, maka sudah sepantasnya anda menjaga agama anda dengan mengorbankan dunia anda, dan tidak sebaliknya, mengorbankan agama demi dunia anda. &lt;br /&gt;  Walau demikian, tidak berarti  anda terlarang dari menjalankan upaya berupa pengobatan bila ditimpa penyakit. Sama sekali tidak saudaraku! Apa yang diaparkan di atas, hanyalah upaya untuk meluruskan persepsi dan keyakinan yang sering kali menambah derita terasa semakin pedih. Adapun untuk urusan lahir dan tindakan nyata, maka sudah sepantasnya bila anda menjalankan berbagai upaya penyembuhan bagi penyakit yang menimpa.&lt;br /&gt;  Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;(تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ) رواه أحمد وأبو داود والترمذي والحاكم وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Berobatlah; karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Tidaklah pernah menurunkan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan pula obatnya, kecuali satu penyakit saja, yaitu: penyakit pikun." Riwayat Ahmad, Abu Dawud, At Tirmizi, Al Hakim, dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits shahih.&lt;br /&gt; Bahkan pada tahap prakteknya, Rasulullah  juga menjalani berbagai pengobatan yang dapat anda lakukan pula. Dan berikut beberapa pengobatan yang  diajarkan dan dianjurkan oleh Nabi  :. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengobatan terbaik dan termanjur yang pernah beliau contohkan ialah pengobatan dengan bacaan kalamullah. &lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku sesungguhnya kalamullah bukan hanya berguna sebagai pedoman hidup anda semata. Akan tetapi Al Qur'an juga berfungsi sebagai penawar berbagai penyakit yang menimpa anda. Bukan hanya  penyakit yang mengganggu jiwa, akan tetapi juga mencakup penyakit yang mengganggu kesehatan raga anda .&lt;br /&gt;Terlebih-lebih bila anda membacanya dengan disertai iman dan tawakkal yang kokoh kepada Allah Ta'ala: &lt;br /&gt;وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا &lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan Al Qur'an, suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan tidaklah Al Qur'an itu menambah orang-orang yang zalim melainkan kerugian." (Al Isra' 82). &lt;br /&gt; Ibnul Qayyim berkata : Allah Yang Maha Suci tidak pernah menurunkan obat (penawar) yang lebih menyeluruh, berguna, agung dan lebih manjur dalam mengobati penyakit dibanding Al Qur'an." ( ) &lt;br /&gt; Saudaraku! tidak perlu heran bahwa Al Qur'an adalah obat bagi segala penyakit, baik penyakit batin atau badan, karena Al Qur'an adalah kalamullah. Dan anda pasti telah mengetahui andai kalamullah ini diturunkan kepada gunung niscaya akan runtuh berkeping-keping:&lt;br /&gt;لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ &lt;br /&gt;"Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada suatu gunung, niscaya kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah." (Al Hasyer 21). Gunung yang demikian kokoh akan hancur luluh bila diturunkan kepadanya Al Qur'an, maka mungkinkah ada penyakit yang mampu bertahan menerimanya?!.&lt;br /&gt;  Imam Al Qurthuby berkata: "Ketahuilah bahwa Al Qur'an adalah petunjuk dan penawar dari segala keraguan, kebimbangan dan penyakit, bagi orang yang beriman dengannya."( )  &lt;br /&gt;   Beberapa orang sahabat Nabi  melakukan perjalanan untuk suatu keperluan. Ditengah jalan, mereka singgah di suatu perkampungan. Karena pada zaman dahulu tidak ada rumah makan atau perhotelan, maka merekapun meminta jamuan kepada penduduk setempat. Akan tetapi penduduk kampung yang mereka singgahi enggan untuk menjamu mereka. Sehingga merekapun terpaksa beristirahat di pinggir kampung. Di saat mereka sedang beristirahat, tiba-tiba kepala suku kampung tersebut disengat hewan berbisa. Setelah berbagai pengobatan diupayakan untuk mengobatinya, tetap saja keadaannya tak kunjung membaik. &lt;br /&gt; Dalam keadaan demikian, salah seorang dari penduduk kampung berkata: tidak ada salahnya bila kalian mendatangi kafilah yang sedang beristirahat itu, mungkin saja, mereka memiliki obat penawar. Tanpa pikir panjang, salah seorang dari mereka segera menemuni para sahabat nabi  yang sedang beristirahat, lalu ia berkata: Wahai anggota kafilah, sesungguhnya kepala suku kami disengat hewan berbisa. Kami  telah mengupayakan untuk mengobatinya dengan segala cara, akan tetapi tidak juga kunjung membaik. Apakah kalian memiliki sesuatu untuk mengobatinya? Menanggapi pertanyaan utusan penduduk kampung ini, sebagian sahabat menjawabnya dengan berkata: ya benar, sungguh demi Allah aku biasa menjampi. Akan tetapi sungguh demi Allah, karena kalian enggan menjamu kami ketika kami menghendakinya dari kalian, maka akupun tidak sudi untuk menjampinya hingga kalian memberiku upah. &lt;br /&gt; Pendek kata, dicapailah kesepakatan antara kedua pihak bahwa upahnya ialah sejumlah kambing. Selanjutnya sahabat tersebut meniup kepala suku tersebut sambil membacakan surat Al Fatihah kepadanya. Seusai dijampi dengan bacaan Al Fatihah, kepala suku  itu sepontan sembuh, seakan terlepas dari ikatan, sehingga ia kembali sehat seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Tak ayal lalgi penduduk kampung itupun memberinya upah yang telah disepakati.&lt;br /&gt; Setelah upah berupa beberapa ekor kambing diterima oleh para sahabat, segera sebagian dari mereka mengusulkan agar upah itu dibagi rata sesama mereka. Akan tetapi sahabat yang telah menjampi dengan baca Al Fatihah itu berkata:  Jangan buru-buru kalian membaginya, sampai kita menanyakan perihal upah ini kepada Nabi . Kita menceritakan kejadiannay kepada beliau dan selanjutnya terserah kepada beliau apa yang beliau perintahkan kepada kita.  &lt;br /&gt; Setiba mereka di hadapan Rasulullah , segera mereka menceritakan perihal mereka. Menanggapi cerita sahabat itu, Rasulullah  bersabda: &lt;br /&gt;(وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟  ثُمَّ قَالَ : قَدْ أَصَبْتُمُ، اقْسِمُوا، وَاضْرِبُوا لِى مَعَكُمْ سَهْمًا) رواه البخاري&lt;br /&gt;"Dari mana engkau mengetahui bahwa surat Al Fatihah dapat dijadikan untuk menjampi-jampi? Kemudian beliau melanjutkan sabdanya dengan berkata: kalian telah berbuat benar, bagilah upah itu, dan sertakan aku dalam pembagian upah   yang kalian dapatkan." Riwayat Al Bukhari.&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim menimpali kisah ini dengan berkata: Al Qur'an adalah obat termudah dan terringan. Andailah seorang hamba pandai dalam pengobatan dengan bacaan surat Al fatihah, niscaya ia merasakan efek kesembuhan yang sangat  menakjubkan. Aku sendiri pernah tinggal di kota Mekkah selama beberapa waktu. Saat itu aku ditimpa berbagai penyakit, sedangkan aku tidak menemukan tabib dan tidak pula obat. Yang aku lakukan, aku mengobati diriku dengan bacaan Al Fatihah, dan akupun merasakan efek kesembuhan yang menakjubkan. Selanjutnya aku menceritakan hal ini kepada setiap orang yang mengeluhkan rasa sakit. Dan kebanyakan mereka dalam waktu yang singkat mendapatkan kesembuhan dari rasa sakitnya. Hanya saja ada beberapa peringatan penting yang harus anda perhatikan, yaitu: Sesungguhnya bacaan dzikir, ayat-ayat dan doa-doa yang biasa digunakan untuk pengobatan dan menjampi-jampi benar-benar efektif dan manjur.  Akan tetapi efek kesembuhan itu hanya dapat dicapai dengan beberapa persyaratan berikut:&lt;br /&gt;1- Jiwa pasien benar-benar siap.&lt;br /&gt;2- Kebulatan tekad dan peran pembaca doa.&lt;br /&gt;Bila kesembuhan telat dicapai, maka itu terjadi karena peranan pembaca yang lemah, atau jiwa pasien belum bisa menerima, atau karena ada faktor penghalang yang kuat. Faktor penghalang ini menghalangi efek pengobatan sebagaimana yang terjadi pada pengobatan dan penyakit biasa. Pengobatan yang tidak manjur bisa saja karena badan pasien tidak dapat menerima obat itu. Karena raga manusia bila sepenuhnya menerima suatu obat, niscaya efek kesembuhan akan terwujud sebesar kesiapan raga dalam menyambut obat tersbeut. Demikian juga halnya  dengan jiwa anda, bila sepenuhnya menerima bacaan al qur'an dan jampi-jampi, dan pembacanya memainkan peran yang bagus, dan memiliki tekad yang bulat, niscaya jampi-jampinya efektif dalam menghilangkan penyakit.  Demikian pula halnya dengan doa. Doa adalah salah satu serana yang sangat efektif guna menangkal petaka dan mendatangkan harapan. Akan tetapi bisa saja hal itu tertunda, karena doa yang ia panjatkan memiliki kelemahan. Bisa karena mengandung permusuhan yang tentu dibenci Allah, atau karena hati orang yang memanjatkannya lemah. Ketika berdoa, ia tidak sepenuhnya menghadap kepada Allah. Perumpamaan doa ini bagaikan busur yang sangat kendor, sehingga anak panah yang melesat darinyapun lemah. Atau bisa juga karena adanya penghalang tekabulnya doa, berupa memakan harta haram, perbuatan lalim, hatinya telah dipenuhi dengan dosa, dikuasai oleh kelalaian, atau tidak sepenuh hati ketika berdoa. Sebagaimana yang ditegaskan pada hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan dalam kitab Shahih Imam Al Hakim, dari Nabi :&lt;br /&gt;(ادُعوا اللهَ وَأنْتُمْ مُوقِنُونَ بالإِجَابَةِ ، واعلموا أنَّ الله لا يَسْتَجِيبُ دُعَاء من قَلْبٍ غَافِلٍ لاهٍ)&lt;br /&gt;"berdoalah kepada Allah, sedangkan engkau percaya akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari hati yang benasr-benar lalai."   Inilah pengobatan kita yang benar-benar manjur menyembuhkan penyakit, akan tetapi kelalaian jiwa dari mengingat Allah melunturkan pengaruhnya. Demikian pula memakan harta haram, dapat melunturkan pengaruh pengobatan kita." ( ) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Pengobatan dengan doa.&lt;br /&gt; Diantara metode pengobatan yang Rasulullah  kepada umatnya ialah dengan memanjatkan doa, memohon kesembuhan kepada Allah. Percayalah, sesungguhnya Allah Ta'ala dekat dengan anda dan kuasa mengabulkan permintaan anda, apapun wujudnya. Tidak sepantasnya bagi seorang mukmin untuk merasa bahwa dirinya jauh dari Allah. Simaklah firman Allah Ta'ala berikut saudaraku: &lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;"Dan apabila hamba-hamba-Ku berta nya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan do'a orang yang berdoa bila ia berdo'a kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka berada dalam kebenaran." (Al Baqarah 186).&lt;br /&gt; Sebagaimana sudah sewajarnya bila anda senantiasa memupuk subur keimanan anda bahwa segala penyakit adalah ciptaan Allah, dan hanya Allah pula yang kuasa menyembuhkannya.&lt;br /&gt;وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ الشعراء 80&lt;br /&gt;"Dan apabila aku sakit, maka Dialah Yang menyembuhkan aku". As Syu'ara' 80&lt;br /&gt; Karena itu, dahulu bila Nabi  menjenguk atau dihadapkan kepadanya orang yang sedang menderita sakit, beliau mendoakannya dengan doa berikut: &lt;br /&gt; (أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا) متفق عليه&lt;br /&gt;"Sirnakanlah keluhan wahai Tuhan seluruh manusia, sembuhkanlah dia, karena Engkaulah Dzat Penyembuh, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada menyisakan rasa sakit." (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt; Pada suatu hari Utsman bin Abul 'Ash As Tsaqafy  mengeluhkan rasa sakit yang ia derita sejak ia masuk Islam. Mendengar keluhan sahabatnya ini, Nabi  bersabda kepadanya: "Letakkan tanganmu di bagian tubuhnya yang terasa sakit, lalu bacalah : "Bismillah" sebanyak tiga kali, dan selanjutnya ucapkanlah sebanyak tuju kali:&lt;br /&gt;(أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ). رواه مسلم&lt;br /&gt;"Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya  dari apa yang aku rasakan dan kawatirkan."&lt;br /&gt;Pada riwayat lain Utsman bin Abul 'Ash mengisahkan: "Akupun segera mengucapkan doa itu, maka Allah Azza wa Jalla-pun menyembuhkan rasa sakit yang selama ini aku derita. Dan selanjutnya akupun senantiasa mengajarkannya kepada keluargaku dan juga yang lainnya.Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan lainnya. &lt;br /&gt; Masih banyak lagi bacaan-bacaan doa yang pernah diajarkan oleh Nabi  kepada umatnya untuk mereka baca bila mereka ditimpa suatu penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengobatan Dengan Bekam.&lt;br /&gt;Diantara pengobatan yang terbukti sepanjang sejarah efektif dan manjur mengobati berbagai penyakit ialah bekam. &lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما عن النبي  قَالَ: (الشِّفَاءُ فِى ثَلاَثَةٍ شَرْبَةِ عَسَلٍ، وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ، وَكَيَّةِ نَارٍ، وَأَنْهَى أُمَّتِى عَنِ الْكَىِّ) رواه البخاري&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sahabat Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma, dari Nabi , beliau bersabda: "Kesembuhan terdapat pada tiga hal: minum madu, sayatan bekam, dan sengatan api, sedangkan aku melarang umatku dari pengobatan dengan sengatan api."  Riwayat Bukhari&lt;br /&gt; Begitu efektifnya bekam dalam pengobatan, sampai-sampai Nabi  mengisahkan:&lt;br /&gt;( مَا مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي بِمَلإٍ إِلاَّ قَالُوا : يَا محمد ! مُرْ أُمَّتَكَ بِالحِجَامَةِ)  رواه الترمذي وغيره&lt;br /&gt;"Pada malam aku melakukan Isra', tidaklah aku melintasi sekelompok Malaikat, melainkan mereka berpesan kepadaku untuk memerintahkan umatku agar berbekam." Riwayat At Tirmizy dan lainnya&lt;br /&gt;  Hadits-hadits ini dengan tegas menjelaskan bahwa diantara pengobatan yang benar-benar efektif dan manjur ialah dengan berbekam. Shingga tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak membuktikan kemanjuran pengobatan yang diajarkan dan diwasiatkan oleh Nabi  ini. Terlebih-lebih beliau telah menyatakan bahwa beklam adalah salah satu pengobatan terbaik&lt;br /&gt;(خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ) رواه أحمج وغيره&lt;br /&gt;"Sebaik-baik pengobatan yang engkau lakukan ialah berbekam." Riwayat Ahmad dan lainnya&lt;br /&gt;4. Pengobatan dengan Minum Madu.&lt;br /&gt;Minuman hasil produksi makhluq mungil nan menakjubkan ini, benar-benar bermanfaat bagi kehidupan umat manusia secara umum dan kesehatan raga mereka secara khusus. &lt;br /&gt;ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ النحل 69&lt;br /&gt;"Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yanng telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan." An Nahel 69&lt;br /&gt; Abu Sa'id Al Khudri  mengisahkan: &lt;br /&gt;جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ  فَقَالَ: إِنَّ أَخِى اسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : (اسْقِهِ عَسَلاً). فَسَقَاهُ، ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ: إِنِّى سَقَيْتُهُ عَسَلاً فَلَمْ يَزِدْهُ إِلاَّ اسْتِطْلاَقًا. فَقَالَ لَهُ: ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ جَاءَ الرَّابِعَةَ فَقَالَ « اسْقِهِ عَسَلاً ». فَقَالَ لَقَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلاَّ اسْتِطْلاَقًا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ ». فَسَقَاهُ فَبَرَأَ. متفق عليه&lt;br /&gt;"Ada seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah  mengadukan saudaranya yang menderita sakit perut (diare). Mendengar keluhan sahabatnya ini, Nabi  memerintahkannya agar ia mengobati saudaranya dengan madu. Sahabat itupun mentaati petunjuk Nabi  tersebut. Akan tetapi, terjadi hal yang diluar dugaa, seusai sahabat itu meminumkan madu kepada saudaranya, diarenya bertambah parah. Karena itu, sahabat tadi kembali mengadukan keadaan ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan lagi-lagi Nabi  memerintahkannya untuk meminumkan madu kepada saudaranya. Akan tetapi penyakitnya semakin menjadi-jadi, dan saudaranyapun semakin parah. Walau telah bolak-balik antara Nabi  dan saudaranya sebanyak 3 kali, dan setiap kali Nabi  memerintahkannya dengan perintah yang sama, sahabat itu tidak putus asa,. Pada keempat kalinya Rasulullah bersabda: "Maha Benar Allah( ) dan perut saudaramu telah salah". Untuk keempat kalinya, sahabat itu kembali meminumkan madu kepada saudaranya, dan akhirnya diarenyapun sembuh". Muttafaqun 'alaih&lt;br /&gt; Ibnu Hajar Al Asqalani mengomentari kisah ini dengan berkata : "Seluruh tabib telah sepakat bahwa pengobatan satu penyakit berbeda-beda, selaras dengan perbedaan umur, kebiasaan, waktu, jenis makanan yang biasa dikonsumsi, kedisiplinan, dan daya tahan  fisik. ..... Sahabat yang menderita diare ini, belum sembuh seusai minum madu pertama kali, karena dosis madu yang ia minum belum seimbang dengan penyakit yang diderita. Dan obat apapun, bila dosisnya kurang dari penyakit, maka tidak dapat menyembuhkannya dengan total, dan bila melebihi dosis, maka dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang lain. Seakan-akan pada pertama kalia sahabat ini minum madu dengan dosis yang belum cukup untuk mengusir diarenya. Karenanya Nabi  memerintahkannya agar kembali meminumnya. Dan tatkala ia telah berulang kali minum madu, dan mencapai dosis yang cukup untuk mengusir penyakit, maka iapun –dengan izin Allah- sembuh." ( ) &lt;br /&gt; Dan masih banyak lagi pengobatan yang diajarkan oleh Nabi  dan terbukti efektif nan manjur mengobati berbagai penyakit. Karenanya, sudah tiba saatnya bagi umat Islam untuk mengkaji dan menggali pengobatan ala Nabi . &lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku, bahwa pengobatan ala Nabi  adalah pengobatan yang pasti manjur dan efektif mengobati berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan anda. Pengobatan Nabi  pasti mendatangkan efek kesembuhan bagi anda, dikarenakan pengobatan itu bersumberkan dari wahyu. Berbeda dengan pengobatan yang diajarkan oleh orang lain. Semuanya berdasarkan praduga dan eksperimen. ( ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syarat Pengobatan Yang Manjur:&lt;br /&gt; Sebagaimana hal lainnya, agar pengobatan manjur dan mendatangkan hasilnya, kita harus mengindahkan beberapa persyaratannya. Dan berikut akan saya paparkan dua syarat utama bagi pengobatan yang manjur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syarat Pertama: Pengobatan yang tepat.&lt;br /&gt; Agar obat yang anda gunakan benar-benar berguna dan manjur sehingga penyakit yang anda derita, sembuh, maka pengobataan anda harus tepat:&lt;br /&gt;- Tepat ketika mendiagnosa penyakit yang anda derita.&lt;br /&gt;- Tepat memilih obat.&lt;br /&gt;- Tepat dalam dosis obat. &lt;br /&gt;- Tepat waktu penggunaan. &lt;br /&gt;- Tepat dengan menghindari berbagai pantangan dan hal lain yang menghambat kerja obat. &lt;br /&gt; Bila anda melakukan kesalahan pada satu dari hal-hal tersebut, maka sangat dimungkinkan pengobatan yang anda lakukan tidak akan mendatangkan hasil sebagaimana yang anda harapkan. Demikianlah sebagian dari pelajaran yang dapat kita petik dari hadits Nabi  berikut:&lt;br /&gt;عَنْ جَابِرٍ  عَنْ رَسُولِ اللَّهِ  أَنَّهُ قَالَ (لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ) رواه مسلم&lt;br /&gt;Dari sahabat Jabir , dari Rasulullah , beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla." (riwayat Muslim ).  &lt;br /&gt; Ibnul Qayyim mengomentari hadits ini, dengan berkata: "Pada hadits ini Nabi  mengaitkan kesembuhan dengan ketepatan/kecocokan obat dengan penyakit, karena tidaklah ada satu makhluqpun melainkan memiliki lawannya. Dan setiap penyakit pasti memiliki obat yang menjadi penawarnya, yang dengannya penyakit itu diobati. Nabi mengaitkan kesembuhan dengan ketepatan dalam pengobatan, dan ketepatan ini merupakan hal yang lebih dari sekedar ada atau tidaknya obat (bagi suatu penyakit-pen). Karena obat suatu penyakit bila melebihi kadar penyakit, baik pada metode penggunaan atau dosis yang semestinya, akan berubah menjadi penyakit baru. Bila metode penggunaan atau  dosisnya kurang dari yang semestinya, maka tidak akan mampu melawan penyakit, sehingga proses penyembuhannya-pun tidak sempurna. Bila seorang dokter salah dalam memilik obat, atau obat yang ia gunakan tidak tepat sasaran, maka kesembuhan tak kan kunjung tiba. Bila waktu pengobatan dilakukan tidak tepat dengan obat tersebut, niscaya obat tidak akan berguna. Bila badan pasien tidak cocok dengan obat tersebut, atau fisiknya tidak mampu menerima obat tersebut, atau ada penghalang yang menghalangi kerja obat tersebut, niscaya kesembuhan tak kan kunjung tiba. Semua ini dikarenakan ketidak tepatan dalam pengobatan. Bila pengobatan tepat dalam segala aspeknya, pasti -dengan izin Allah-  kesembuhan akan diperoleh. Inilah penafsiran terbaik bagi hadits di atas."( )     &lt;br /&gt; Ibnu Hajar Al Asqalaany juga berkata senada dengan ucapan Ibnul Qayyim: "Pada hadits riwayat sahabat Jabir terdapat isyarat bahwa kesembuhan tergantung kepada ketepatan dan izin Allah. Yang demikian itu dikarenakan suatu obat kadang kala melebihi batas, baik dalam metode penggunaan atau dosisnya, sehingga obat tersebut tidak manjur, bahkan dimungkinkan obat itu malah menimbulkan penyakit baru." ( )  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Syarat Kedua : Izin Allah.&lt;br /&gt; Sebagai seorang muslim, anda pasti beriman kepada taqdir Allah. Anda mempercayai bahwa segala sesuatu di dunia ini, terjadi atas kehendak dan ketentuan dari Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ القمر 49&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut takdir (ketentuan)." Al Qamar 49.&lt;br /&gt; Dan Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ (كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حتى الْعَجْزِ وَالْكَيْسِ) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Segala sesuatu (terjadi) atas takdir (ketentuan&amp;kehendak), sampaipun rasa malas dan semangat." (riwayat Muslim).&lt;br /&gt; Kehendak dan ketentuan Allah ini mencakup segala sesuatu, tanpa terkecuali penyakit dan kesembuhan yang menimpa manusia, oleh karenanya nabi Ibrahim 'alaihis salam berkata –sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur'an-:&lt;br /&gt;وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ الشعراء 80&lt;br /&gt;"Dan bila aku sakit, maka Dia-lah yang menyembuhkan."&lt;br /&gt; Dahulu Rasulullah  bila ada salah seorang dari anggota keluarganya yang menderita sakit, atau ketika menjenguk orang yang sedang sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanannya, sambil berdoa:&lt;br /&gt;(اللهم رَبَّ الناس أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا) متفق عليه&lt;br /&gt;"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, sirnakanlah keluhan, sembuhkanlah dia, sedangkan Engkaulah Dzat Penyembuh, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan darimu, kesembuhan yang tiada menyisakan penyakit." (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt; Oleh karenanya pada hadits Jabir  di atas, selain mengaitkan kesembuhan dengan ketepatan dalam pengobatan, Rasulullah  juga mengaitkannya dengan kehendak Allah.&lt;br /&gt; "Bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla."&lt;br /&gt; Ibnu Abdil Bar  berkata: " Dan pada sabda Nabi  :&lt;br /&gt;(أَنْزَلَ الدَّوَاءَ الَّذِي أَنْزَلَ الْأَدْوَاءَ) &lt;br /&gt;"Yang menurunkan obat adalah Yang menurunkan penyakit" ( )  terdapat dalil bahwa kesembuhan tidak ada seorangpun yang mampu menyegerakan kedatangannya, dan tidak seorangpun yang mengetahui waktu kedatangannya. Sungguh aku telah menyaksikan sebagian dokter/tabib yang berusaha mengobati dua orang yang ia anggap menderita penyakit yang sama. Keduanya ditimpa penyakit pada waktu yang sama, umur yang sama, berasal dari negeri yang sama, bahkan kadangkala mereka adalah dua orang saudara kembar, dan makanan merekapun sama. Sehingga dokter tersebut mengobati keduanya dengan obat yang sama, akan tetapi satunya sembuh, sedangkan yang lain malah mati, atau penyakitnya berkepanjangan. Orang kedua itu baru sembuh setelah sekian lama, yaitu tiba waktu yang telah Allah tentukan untuk kesembuhannya."( )    &lt;br /&gt; Ibnu Hajar Al Asqalany berkata: "Dan diantara yang pelajaran yang terkandung dalam sabda Nabi  :&lt;br /&gt;عَلِمَهُ من عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ من جَهِلَهُ) &lt;br /&gt;"Obat itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya" apa yang dialami oleh sebagian pasien. Ia berobat dari suatu penyakit dengan suatu obat, lalu iapun sembuh. Kemudian pada lain waktu ia ditimpa oleh penyakit yang sama, lalu iapun berobat dengan obat yang sama, akan tetapi obat itu tidak manjur. Penyebab terjadinya hal semacam ini adalah kebodohannya (ketidak tahuannya) tentang sebagian karakter obat tersebut. Mungkin saja ada dua penyakit yang serupa, sedangkan salah satunya terdiri dari beberapa penyebab (penyakit/komplikasi), sehingga tidak dapat diobati dengan obat yang telah terbukti manjur untuk mengobati penyakit yang tidak komplikasi, disinilah letak kesalahannya. Dan kadang kala kedua penyakit tersebut sama, akan tetap Allah menghendaki untuk tidak sembuh, maka obat itupun tidak manjur, dan saat itulah runtuh keangkuhan para tabib/dokter."( )  &lt;br /&gt; Penjelasan diatas membantah praduga atau pemahaman sebagian orang bahwa: bila suatu hal telah dinyatakan sebagai obat bagi suatu penyakit, maka harus manjur dan penyakit pasti sirna. Atau bila imunisasi suatu penyakit telah diberikan, maka anak kita pasti kebal dan terhindar dari penyakit.&lt;br /&gt; Sadarlah wahai saudaraku! bahwa semua yang kita lakukan dan kita upayakan hanyalah sebatas usaha, sedangkan Allah-lah yang menentukan dan mentakdirkan.&lt;br /&gt; Dahulu dinyatakan:&lt;br /&gt;إِذَا وَقَعَ الْقَدَرُ بَطَلَ الْحَذَرُ.&lt;br /&gt;"Bila taqdir telah datang, maka sirnalah kehati-hatian." Maksudnya, bila Allah  telah menentukan suatu penyakit menimpa seseorang, atau bila ajal telah datang, maka berbagai upaya yang ditempuh manusia untuk menghindarinya tidak lagi berguna, dan kehendak Allahlah yang pasti terjadi. &lt;br /&gt; Akidah dan keyakinan ini tidak boleh kita lupakan kapanpun kita berada, serta apapun profesi kita. &lt;br /&gt; Kaitannya dengan proses pengobatan setiap penyakit yang kita derita, maka dapat dirangkumkan dalam beberapa hal berikut:&lt;br /&gt;1. Hendaknya kita yakin, bahwa yang menciptakan penyakit adalah Allah, dan yang menentukan bahwa penyakit tersebut menimpa kita adalah Allah. Kita tidak perlu berkeluh kesah, kita menerima semuanya dengan lapang dada. Percayalah bahwa dibalik penyakit tersebut pasti tersimpan beribu-ribu hikmah. Dengan cara ini, apapun yang kita alami akan mendatangkan kebaikan bagi kita, baik di dunia ataupun di akhirat.&lt;br /&gt;(عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إن أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا له، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا له). رواه مسلم&lt;br /&gt;"Sungguh mengherankan urusan seorang yang beriman, sesungguhnya seluruh urusannya baik, dan hal itu tidaklah dimiliki melainkan oleh orang yang beriman. Bila ia ditimpa kesenangan, ia bersyukur, maka kesenangan itu menjadi baik baginya. Dan bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka kesusahan itu baik baginya." (riwayat Muslim).&lt;br /&gt;2. Hal selanjutnya yang hendaknya kita lakukan ialah memohon kesembuhan kepada Allah, menumbuhkan keimanan dan keyakinan bahwa hanya Allahlah yang dapat menyembuhkan penyakit kita. Oleh karenanya Rasulullah mengajarkan kepada umatnya doa :&lt;br /&gt;(اللهم رَبَّ الناس أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا) &lt;br /&gt;"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, sirnakanlah keluhan, sembuhkanlah dia, sedangkan Engkaulah Penyembuh, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada menyisakan penyakit." &lt;br /&gt;  Kita sering melupakan hal ini, bahkan tidak jarang doa menjadi upaya terakhir yang kita lakukan dalam proses penyembuhan. Atau hanya kita lakukan bila tenaga medis telah kesulitan atau, kita telah mengeluarkan banyak biaya, rasa putus asa telah menyelimuti sanubari, dan –mungkin juga- dengan penuh keraguan kita berdoa memohon kesembuhan kepada Allah, sambil berkata: "siapa tahu doa kita dikabulkan". &lt;br /&gt;  Subhanallah, dengan tenaga medis kita optimis, akan tetapi dengan kekuasaan Allah kita ragu, sehingga kita berkata: "siapa tahu doa kita dikabulkan".?!&lt;br /&gt;3. Hendaknya anda senantiasa ingat bahwa pengobatan dan imunisasi yang anda lakukan hanyalah sebatas upaya. Sedangkan ketentuan dan kesembuhan hanyalah milik Allah, sehingga tidak ada lagi ucapan: "sudah berobat ke dokter spesialis, atau minum obat ini, itu, atau sudah diimunisasi, kok masih juga terkena penyakit, atau penyakit tak kunjung sembuh".&lt;br /&gt;4. Bila anda adalah seorang tenaga medis, atau sedang menjenguk orang sakit, hendaknya dengan sepenuh hati anda mendoakannya. Mohonkanlah kesembuhan kepada Allah untuknya. Dengan demikian kedua syarat kesembuhan di atas dapat segera terpenuhi, dan kesembuhanpun segera terwujud. Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;(مَنْ عَادَ مَرِيْضاً لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ، فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ، إلا عافاه الله من ذلك المرض.) رواه أبو داود والترمذي وحسنه والنسائي وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Barang siapa yang menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu ia berdoa disisinya sebanyak tujuh kali (7x): "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung Tuhan Aresy yang agung agar menyembuhkanmu", melainkan akan Allah bebaskan dia dari penyakit tersebut." (Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy, An Nasa'i dan dishohihkan oleh Al Albany).&lt;br /&gt;  Sebagai bukti nyata bahwa anda benar-benar tenaga medis muslim yang baik, hendaknya anda percaya dan juga berusaha membangkitkan keimanan pasien anda bahwa tindakan medis yang anda lakukan hanya sebatas upaya. Sedangkan kesembuhan, hanya Allah yang kuasa mendatangkannya. &lt;br /&gt; Sebaliknya sebagai pasien yang benar-benar beriman, hendaknya anda hanya menggantungkan harapan anda kepada Allah, tidak kepada dokter atau lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dua Peringatan Penting : &lt;br /&gt; Peringatan pertama: Ilmu Agama Lebih Mulia dari Ilmu Kedokteran.&lt;br /&gt; Pada kesempatan ini, saya mengajak pembaca untuk sedikit membandingkan sikap dan persepsi kita tentang ilmu kedokteran dan ilmu syari'at. &lt;br /&gt; Amatilah masyarakat di sekitar anda, adakah seseorang yang tidak lulus dari fakultas kedokteran atau tidak memiliki izin praktek dari instansi terkait, yang berani membuka praktek  untuk umum. Saya yakin, kalaupun ada yang nekat membuka praktek pengobatan untuk umum, niscaya ia segera berurusan dengan pihak berwajib dan menghuni hotel prodeo. Bukankah demikian saudaraku?.&lt;br /&gt; Bukan hanya sebatas itu, andapun merasa malu atau takut untuk berkomentar tentang ilmu kedokteran, kalau benar-benar tidak pernah mempelajarinya. Dan tatkala anda merasa perlu untuk berobat, niscaya andapun bersikap selektif dan berusaha memilih seorang dokter yang benar-benar mahir dan berpengalaman. &lt;br /&gt; Coba anda bayangkan, andai suatu hari anda berobat ke seorang yang membuka layanan kesehatan untuk umum, akan tetapi ternyata terbukti ia hanyalah seorang dokter hewan, atau bahkan bengkel sepeda. Kira-kira bagaimana perasaan dan sikap anda kala itu? Mungkinkah anda rela begitu saja dijadikan kelinci percobaan oleh dokter gadungan tersebut ? &lt;br /&gt; Akan tetapi, untuk ilmu yang satunya, yaitu ilmu syari'at, maka kebalikannyalah yang terjadi. Di masyarakat kita, siapa saja bebas membuka praktek, menganalisa, berfatwa dan berijtihad. Bahkan betapa banyak umat islam yang lebih suka menghadiri pengajian yang dibimbing oleh seorang muallaf, atau dokter, atau mantan napi daripada pengajian yang dibimbing oleh seorang ulama' yang telah menghabiskan umur dan berbagai potensinya dalam mempelajari ilmu agama. Kepekaan masyarakat dalam memilih ustadz atau kiyai tempat mereka mengobati derita batin tidak sebanding dengan kepekaan mereka dalam memilih dokter tempat mereka mengobati derita raga mereka.&lt;br /&gt; Sungguh mengherankan bukan? Padahal ilmu agama lebih mulia dibanding ilmu lainnya, karena kemuliaan ilmu ditinjau dari tema dan sumber ilmu tersebut. Dan ilmu agama nyata-nyata mempelajari nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, dan syari'at-Nya. &lt;br /&gt; Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt; يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ المجادلة 11&lt;br /&gt;"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."&lt;br /&gt; Para ulama' menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan ilmu pada ayat ini ialah ilmu agama, bukan sembarang ilmu. Diantara yang mendasari penafsiran ini ialah kisah berikut:&lt;br /&gt;"Nafi' bin Abdul Harits berjumpa dengan Kholifah Umar (bin Khatthb) di daerah 'Usfan, dan kala itu Umar telah menunjuknya sebagai gubernur kota Makkah. Maka Kholifah Umar bertanya kepadanya: Siapakah yang engkau tunjuk untuk menjadi pegawaimu di daerah Wadi? Maka Nafi'pun menjawab: Ibnu Abza. Maka Kholifah Umar kembali bertanya: Siapakah itu Ibnu Abza? Nafi' menjawab: Dia adalah salah seorang bekas budak kami. Kholifah Umar berkata keheranan: Engkau menunjuk seorang bekas budak sebagai pemimpin mereka?Nafi' menjawab: Sesungguhnya dia itu hafal kitab Allah Azza wa Jalla (Al Qur'an) dan menguasai ilmu faraidh (pembagian warisan). Mendengar itu, kholifah Umar berkata: Ketahuilah, sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda: &lt;br /&gt;(إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بهذا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ.  رواه مسلم&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah akan memuliakan dengan Kitab ini (Al Qur'an) sebagian orang dan akan merendahkan dengannya sebagian lainnya." (riwayat Muslim).&lt;br /&gt; Bila hal ini telah diketahui, maka ketahuilah saudaraku, untuk dapat menghukumi suatu permasalahan, -misalnya dalam hal yang ada kaitannya dengan ilmu medis- maka seorang ahli ijtihad atau ulama' pastilah menguasai dua jenis ilmu/pemahaman: &lt;br /&gt;1. Pemahaman terhadap kasus atau kejadian, dengan menggunakan berbagai indikator (qorinah), dan bukti-bukti hingga ia benar-benar menguasai kejadian itu. Pemahaman inilah yang sering disebut-sebut dengan istilah fiqih waqi' (realita).&lt;br /&gt;2. Penguasaan terhadap hukum-hukum Allah yang telah digariskan dalam Al Qur'an dan As Sunnah.&lt;br /&gt; Bila kedua ilmu ini telah dimiliki, maka selanjutnya seorang ahli ijtihad ulama' berkewajiban untuk mencocokkan keduanya. Barang siapa yang telah mengerahkan seluruh daya dan upayanya guna menguasai dua pemahan ini, maka dibenarkan baginya untuk berfatwa atau memutuskan suatu hukum halal atau haram.( )   &lt;br /&gt; Apakah cukup hanya sampai di sini saja? Tidak saudaraku, karena ternyata pemahaman jenis pertama masih terbagi menjadi dua, sebagaimana dijelaskan oleh Syeikh Sholeh in Abdil Aziz Alu As Syeikh, dalam perkataannya berikut ini:&lt;br /&gt;" Sesungguhnya memahami realita  (fiqih waqi') -menurut 'ulama- terbagi menjadi dua bagian: &lt;br /&gt;Bagian pertama : Pemahaman terhadap fakta kejadian yang diatasnya dibangun hukum syari'at. Ini merupakan suatu keharusan untuk dipahami. Barangsiapa yang menghukumi suatu masalah, tanpa memahami faktanya, maka dia pasti berbuat kesalahan. &lt;br /&gt;Dan jika fakta tersebut, benar-benar mempengaruhi dalam penentuan hukum, maka kita wajib memahaminya.&lt;br /&gt;Bagian kedua : fakta yang tidak mempengaruhi penentuan hukum syari'at, misalnya: kejadiannya demikian dan demikian, dan kisah cerita yang panjang lebar…, akan tetapi fakta dan kisah tersebut, sama sekali tidak mempengaruhi dalam penentuan hukum syari'at. &lt;br /&gt;Fakta ini, tidak diperlu diperdulikan oleh para 'ulama, walaupun pada kenyataanya mereka memahami fakta tersebut. Dengan demikian tidak setiap fakta yang diketahui diatasnya dibangun suatu hukum syari'at".( )  &lt;br /&gt;Adapun orang yang hanya menguasai satu dari dua pemahaman di atas, maka tidak dibenarkan baginya untuk berfatwa atau menghukumi halal atau haram. Bila tidak, maka ia pasti terjerumus ke dalam perbuatan dusta atas nama Allah.&lt;br /&gt;وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَـذَا حَلاَلٌ وَهَـذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ النحل 116&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lisanmu secara dusta" ini halal dan ini haram", untuk mengada-ngadakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-ngadakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung."  (An Nahel 116)&lt;br /&gt; Oleh karenanya, tidak dibenarkan bagi siapapun yang hanya memiliki satu jenis pemahaman, kemudian berfatwa, baik secara langsung, misalnya dengan berkata : ini halal, dan itu haram, atau dengan tidak langsung dan dengan bahasa diplomatis, misalnya dengan berkata: tidak layak, lebih baik, seyogyanya dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Kedua: Waspada Dari Propaganda Komersial.&lt;br /&gt; Ilmu medis yang ada pada zaman kita ini kebanyakannya adalah hasil penelitian dan experimen orang-orang yang tidak beriman atau minimal kurang memiliki rasa takut kepada Allah. Akibatnya, mereka tidak jarang lebih mementingkan sisi komersialnya dibanding sisi amanah. Terlebih-lebih tujuan beribadah kepada Allah dengan menolong saudaranya yang sedang menderita sakit. &lt;br /&gt; Kebanyakan yang berkecimpung dalam dunia medis tidak memperhatikan masalah halal-haram, oleh karena itu terjadi berbagai kemungkaran.&lt;br /&gt; Betapa banyak hal yang hanya bertujuan mengeruk keuntungan materi bahkan memasarkan barang haram telah melekat dalam ilmu medis zaman sekarang. Misalnya: penggunaan alkohol dalam berbagai prodak obat, perang propaganda antara produsen obat yang tidak segan-segan untuk menggunakan kata-kata dusta, suap dan sikap-sikap kotor lainnya. Sebagai contohnya: setiap produsen obat mengklaim bahwa prodaknya adalah yang no 1, paling manjur, dan lain-lain. Sebagaimana mereka menghalalkan segala macam cara agar prodaknya laku, misalnya dengan menggunakan suap, mempertontonkan aurat wanita pada iklan produknya, dll.&lt;br /&gt; Ini semua merupakan bukti dari kebenaran sabda Nabi :&lt;br /&gt;(إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ فُجَّاراً، إِلاَّ مَنِ اتَّقَى الله وَبَرَّ وَصَدَقَ) رواه الترمذي وابن حبان والحاكم وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan kelak pada hari qiyamat sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertaqwa kepada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur." Riwayat At Timizy, Ibnu Hibban, Al Hakim dan oleh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih..&lt;br /&gt; Al Qadhi 'Iyadh menjelaskan hadits ini dengan berkata: "Karena kebiasaan para pedagang adalah menipu dalam perniagaan, dan amat berambisi untuk menjual barang dagangannya dengan segala cara yang dapat mereka lakukan diantaranya dengan sumpah palsu dan yang serupa. Nabi  memvonis mereka sebagai orang-orang jahat (fajir), dan beliau mengecualikan dari vonis ini para pedagang yang senantiasa menghindari hal-hal yang diharamkan, senantiasa memenuhi sumpahnya dan senantiasa jujur dalam setiap ucapannya."( )    &lt;br /&gt; Oleh karena itu, sebagai umat Islam hendaknya anda mewaspadai fakta ini, dan hendaknya mudah percaya dengan segala yang diucapkan dan dipropagandakan oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi membangun suatu fatwa halal dan haram berdasarkan berbagai propaganda tersebut.&lt;br /&gt; Ini semua mengingatkan kita kepada penyesalan Imam As Syafi'i atas sikap umat islam yang melalaikan ilmu medis. Mereka menyerahkan ilmu medis kepada umat Yahudi dan Nasrani, sampai-sampai beliau berkata:&lt;br /&gt;ضَيَّعُوا ثُلُثَ العِلْمِ وَوَكَّلُوهُ إِلَى اليَهُودِ وَالنَّصَارَى.&lt;br /&gt;"Umat Islam telah menyia-nyiakan sepertiga ilmu dan menyerahkannya kepada umat Yahudi dan Nasrani." ( ) &lt;br /&gt; Agar tidak salah langkah, ketika menghadapi berbagai propaganda orang-orang yang tidak bertanggung jawab, hendaknya kita mengembalikan setiap permasalahan atau isu publik kepada tokoh-tokoh kita yang amanah, kredibel, memiliki rasa takut kepada Allah, baik dari kalangan pakar ilmu medis atau ulama'. Dan alangkah indahnya bila antara kedua pakar muslim tersebut, pakar medis dan ulama' menjalin kerja sama yang harmonis, dalam menghadapi berbagai hal yang muncul di masyarakat.&lt;br /&gt; Pakar ilmu medis mempelajari dari tinjauan ilmu medis, kemudian hasil riset mereka ditindak lanjuti oleh ulama' dengan fatwa yang selaras dengan kaedah-kaedah ilmu agama.&lt;br /&gt; Sebagai contoh nyata bagi apa yang saya paparkan ialah : apa yang beberapa saat lalu hangat dibicarakan, yaitu isu bahwa sebagian faksin imunisasi miningitis yang "katanya" pada proses produksinya menggunakan enzim tripsin yang berasal dari serum babi.&lt;br /&gt; Semestinya, isu ini ditindak lanjuti oleh pakar ilmu medis dari umat Islam, terutama instansi pemerintah terkait. Selanjutnya hasil penelitian dan investigasi mereka dipaparkan dihadapan ulama', sehingga kebenaran hukum syar'i akan dapat dicapai. Dengan demikian masalah ini tidak hanya berhenti sebagai isu yang dilontarkan ke masyarakat, kemudian menimbulkan keresahan dan kebingungan, dan tidak ada kepastian. &lt;br /&gt; Sebagaimana kita  ketauhi bersama; pernyataan berbagai pihak terkait, saling bertentangan. Satu pihak, misalnya Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT. Bio Farma, Drs. Iskandar, Apt., M.M menyatakan bahwa enzim tripsin babi hanya berfungsi sebagai katalisator dalam proses pembuatan vaksin. Tripsin babi hanya dipakai sebagai enzim proteolitik (enzim yang digunakan sebagai katalisator pemisah sel/protein).  Dan pada hasil akhirnya (vaksin), enzim tripsin yang merupakan unsur turunan dari pankreas babi ini tidak terdeteksi lagi. Enzim ini akan mengalami proses pencucian, pemurnian, dan penyaring, sehingga hasil akhirnya tidak lagi ditemukan sedikitpun dari serum babi.  ( )  &lt;br /&gt; Bila yang diungkapkan oleh Drs Iskandar ini benar adanya, maka tidak ada alasan yang kuat untuk memfatwakan haram vaksin miningitis. Karena vaksin miningitis ini minimal serupa dengan hewan jallaalah, yaitu hewan ternak yang mayoritas pakannya adalah barang-barang najis.&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ  عَنْ أَكْلِ الْجَلاَّلَةِ وَأَلْبَانِهَا. رواه الترمذي وابن ماجة وغيرهما&lt;br /&gt;Dari sahabat Ibnu Umar, ia menuturkan: Rasulullah melarang umatnya dari memakan daging hewan jallalah dan meminum air susunya." Riwayat At Tirmizy dan Ibnu Majah&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits ini, para ulama' terutama para penganut mazhab As Syafii dan Hambali melarang kita untuk memakan daging atau minum, bahkan mengendarai hewan yang demikian ini halnya. Dan sebagian dari mereka dengan tegas menyatakan bahwa larangan ini bermaknakan haram. ( ) &lt;br /&gt;Para ulama' telah menggariskan satu solusi agar hewan tersebut menjadi halal dikosnumsi, yaitu dengan mengkarantina hewan tersebut dan memberinya pakan yang suci, dalam waktu tertentu. Menurut sebagian ulama' minimal tiga hari. &lt;br /&gt;Imam Abdurrazzaq As Shan'ani meriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar :&lt;br /&gt;عن ابن عمر أنه كان يحبس الدجاجة ثلاثة إذا أراد أن يأكل بيضها.&lt;br /&gt;"Dahulu beliau mengkarantina ayam yang biasa makan barang nanis selama tiga hari, bila beliau berminat untuk mengkonsumsi telurnya." ( ) &lt;br /&gt;Akan tetapi menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, pendapat yang paling kuat ialah pendapat yang mengaitkan hukum karantina dengan keadaan daging dan susunya. Bila aroma, warna dan rasa pakan najis telah sirna dari hewan ternak, maka hewan itu telah halal untuk dikonsumsi, baik proses karantina berlangsung tiga hari atau lebih atau kurang darinya. &lt;br /&gt;Sebaliknya, walaupun telah dikarantina tiga hari, akan tetapi bila aroma, rasa atau warna najis masih melekat pada hewan itu, maka karantina harus diteruskan hingga tanda-tanda najis benar-benar telah sirna darinya. ( ) &lt;br /&gt; Hukum ini berlaku pada hewan yang nyata-nyata bersinggungan dan makan najis, dan tentu vaksin miningitis yang pada proses produksinya hanya bersinggungan dengan enzim tripsin, lebih ringan hukumnya.&lt;br /&gt; Walau demikian halnya, ulama' kita yang tergabung dalam MUI tetap ngotot pada pendirian bahwa vaksin miningitis adalah haram, karena pada proses produksinya menggunakan enzim tripsin babi.&lt;br /&gt; Fakta ini tentu membuat resah masyarakat, terutama yang hendak melakukan ibadah Haji. Karena pemerintah Saudi Arabia mengharuskan setiap calon jama'ah haji agar bisa mendapatkan visa terlebih dahulu mendapatkan suntikan dengan vaksin miningitis.&lt;br /&gt;Andai berbagai pihak pemangku kepentingan ini bisa duduk bersama dan selanjutnya mereka secara bersama-sama membahas masalah ini hingga tuntas, niscaya masyarakat tidak resah.&lt;br /&gt;Akan tetapi apa boleh dikata, kajian tuntas tentang masalah ini belum usai, akan tetapi berbagai pihak telah mengekspos masalah ini secara luas. Tak ayal lagi, korbannya adalah umat Islam secara luas. Mereka dibuat resah, bingung dan tidak menemukan jawaban tuntas yang dapat menyingkap kebingungan mereka.&lt;br /&gt;وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً النساء 83&lt;br /&gt;"an apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebagian kecil saja (diantaramu)." An Nisa' 83&lt;br /&gt;Ayat ini dengan tegas mendidik umat Islam agar tidak mudah termakan isu murahan, sehingga mereka menjadi resah. Allah Ta'ala mengajarkan agar setiap berita (isu) yang berhembus di masyarakat tidak sepantasnya untuk langsung diekspos secara luas. Seyogyanya umat Islam menyerahkan isu itu kepada tokoh-tokoh mereka, guna ditindak lanjuti tingkat kebenaran dan efeknya terhadap kehidupan masyarakat luas. Setelah para pemuka mereka mengkaji dengan mendalam dan mempertimbangkan banyak hal, maka selanjutnya dengan mempertimbangkan berbagai aspek, merekalah yang layak untuk mengekspos atau menyembunyikannya. &lt;br /&gt;Saudaraku! saya yakin, betapa banyak informasi yang tidak atau belum layak disampaikan ke masyarakat luas, akan tetapi dengan sengaja disajikan kepada mereka. Akibatnya, masyarakat menjadi resah akibat dari informasi yang belum tentu sepenuhnya benar. Karena itu, diantara bukti kemuliaan pribadi dan keluhuran budi pekerti seseorang ialah senantiasa memfilter berita dan informasi yang hendak ia sampaikan. ( ) &lt;br /&gt;عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  (كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ)ز رواه مسلم&lt;br /&gt;Sahabat Hafesh bin 'Ashim  menuturkan: Rasulullah  bersabda: Cukup sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar."  Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Betapa indahnya kehidupan kita bila isu semacam ini kita sikapi sebagaimana yang dicontohkan dalam kisah berikut:&lt;br /&gt;عن سعد قال: مَرِضْتُ مَرَضًا، أَتَانِى رَسُولُ اللَّهِ  يَعُودُنِي، فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَىَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِى فَقَالَ « إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجْلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْخُذْ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلْيَجَأْهُنَّ بِنَوَاهُنَّ ثُمَّ لِيَلُدَّكَ بِهِنَّ. رواه أبو داود وضعفه الألباني&lt;br /&gt;"Sahabat Sa'ad mengisahkan, : bahwa pada suatu hari ia menderita sakit, maka Rasulullah  menjengukku, dan beliau meletakkan tangan beliau di antara kedua putingku, sampai-sampai jantungku dapat merasakan sejuknya tangan beliau. Selanjutnya beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau menderita penyakit jantung, temuilah Al Harits bin Kalidah salah seorang dari bani Tsaqif, karena sesungguhnya dia adalah seorang tabib. Dan hendaknya ia (Al Harits bin Kalidah) mengambil tujuh buah biji kurma ajwah, lalu ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian meminumimu dengannya."  Riwayat Abu dawud dan oleh Al Albani hadits ini dinyatakan sebagai hadits dhoif.&lt;br /&gt; Walaupun Nabi  mengetahui ramuan obat yang semestinya diminum oleh sahabat Saad , akan tetapi beliau tidak meracikannya sendiri atau memerintah salah seorang sahabatnya untuk meraciknya sendiri. Beliau memerintahkan sahabat Sa'ad untuk membawa resep ini kepada Al Harits bin Kalidah yang telah berpengalaman sebagai seorang tabib. &lt;br /&gt; Sebagian ulama' menyatakan bahwa alasan Nabi  memerintahkan agar sahabat Sa'ad membawa resep ini kepada tabib Al Harits adalah: karena beliau hanya mengetahui resep obat secara global, akan Al Harits bin Kalidah lebih menguasai tentang detai komposisi, cara peracikannya dan penggunaannya.&lt;br /&gt; Penutup :&lt;br /&gt;Saudaraku! apa yang saya paparkan pada tulisan sederhana ini hanyalah setetes upaya pembuktian bahwa syari'at Islam adalah sumber kebahagiaan kita. Bila kita benar-benar menjalankan agama Allah Ta'ala niscaya kehidupan yang bahagia, lapang, damai dan setausa dapat terwujud.&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ  الأعراف 96&lt;br /&gt;"Andaikata penduduk negri-negri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."  Al A'raf 96.&lt;br /&gt;Demikian, apa yang dapat saya paparkan pada kesempatan ini tentang imunisasi syari'at, semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca. Semoga uraian singkat ini menjadi awal percikan api keimanan dan tawakkal kita. &lt;br /&gt;Bila pada uraian di atas terdapat kebenaran maka itu atas taufiq dan karunia Allah, dan bila ada kekhilafan, maka itu datangnya dari setan dan kejahilan saya, wallahu a'alam bisshowab, semoga sholawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Zaadul Ma'ad Fi Hadyi Khairil 'Ibaad, oleh Ibnul Qayyim. Mu'assasah Ar Risalah, Beirut 1407 H/1986 M.&lt;br /&gt;2. Al Bidayah wa An Nihayah, oleh Imam Ismail bin Katsir Ad Dimasyqy. Maktabah Al Ma'arif, Beirut, Lebanon&lt;br /&gt;3. Miftaah Darus Sa'adah, oleh Ibnul Qayyim, Darul Kutub Al Ilmiyyah, Beirut Lebanon &lt;br /&gt;4. Al Jami' Li Ahkamil Qur'an (Tafsir Al Qurthubi) oleh Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi, Dar Ihya AT Turats Al 'Arabi, Beirut, Lebanon, 1405 H.&lt;br /&gt;5. Al Minhaj Syarah Shahih Muslim bin Al Hajjaj, oleh Imam Yahya bin Syaraf An Nawawy. Dar Ihya' At Turats Al 'Arabi, Beirut, Lebanon. Cet. 2 1406 H.&lt;br /&gt;6. Tafsir Ibnu Abi Hatim Ar Razi.&lt;br /&gt;7. Al Mustadrak, oleh Imam Muhammad bin Abdillah Al Hakim An Naisabury. Dar Al Kutub Al Ilmiyah, Beirut, cet. 1, 1411 H.&lt;br /&gt;8. Qa'idah FiAl Mahabbah, oleh Ibnu Taimiyyah, Maktabah At Turats Al Islami, Kaero, Mesir.&lt;br /&gt;9. Al Waabil As Shayyib, Oleh Ibnul Qayyim, Darul Kitab Al Arabi, Beirut, 1405 H/1985 M.&lt;br /&gt;10. As Sholah Wa Hukmu Tarikiha, oleh Ibnul Qayyim, Dar Ibnu Hazem, Beirut, 1416 H/1996 M.&lt;br /&gt;11. Al Ishabah Fi Ma'rifatis Shohabah, oleh Ibnu hajar Al Asqalani, Darul Jil, Beirut 1412 H.&lt;br /&gt;12. Bada'iul Fawaid oleh Ibnul Qayyim Maktabah Nizar Baaz, Mekkah, Saudi Arabia, 1416 H/1996 M.&lt;br /&gt;13. Mirqaatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, oleh Al Mulla Ali Al Qaari.&lt;br /&gt;14. Kaiga Tu'aliju Maridhaka Bir Ruqyah As Syar'iyah, oleh Abdullah As Sadhaan.&lt;br /&gt;15. Adhwa'ul Bayan Fi Idhaahil Qur'an bil Qur'an, oleh Muhammad Amin As Syinqithi, Daar 'Aalamul Fawaid, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;16. Fathul Bari, oleh Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al 'Asqalany. Darul Ma'rifah, Beriut, Lebanon, 1379 H.&lt;br /&gt;17. Faidhul Qadir Syarah Al Jami' As Shaghir, oleh Abdurrauf Al Munawi, Al Maktabah At Tijariyah Al Kubra, Mesir, 1356 H.&lt;br /&gt;18. Jami' Al Ulum Wa Al Hikam oleh Abul Faraj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab Al Hambali. Darul Ma'rifah, beirut, Lebanon, cet. 1, 1408 H.&lt;br /&gt;19. Syifaa'ul 'Alil Fi masaail Al Qadha' Wa Al Qadar wa Al Hikmah wa At Ta'lil, oleh Ibnul Qayyim, Darul Fiker, Beirut, 1398 H.&lt;br /&gt;20. Jami'ul Bayan Fi Tafsir Al Qur'an (Tafsir Ibnu Jarir), oleh Imam Muhammad bin Jarir At Thabari, Muassasah Ar Risalah, Beirut, Lebanon, cet.1, 1420.&lt;br /&gt;21. 'Uddatus Shabirin Wa  Zakhiratus Syakirin, oleh Ibnul Qayyim, Darul Kutub Al Ilmiyah, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;22. Ma'alim At Tanzil (Tafsir Baghawi) oleh Al Husain bin Mas'ud Al Baghawi, Dar Thaibah, cet. 4, 1417 H.&lt;br /&gt;23. Majmu' Fatawa, oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt;24. AL Jawabul Kafi Liman Sa'ala 'An Ad Dawa' As Syafi, oleh Ibnul Qayyim, Darul Kutub Al Ilmiyyah, Beirut, Lebanon&lt;br /&gt;25. At Tamhid Lima Fi Al Muwattha' Min Al Ma'ani Wal Asaanid, Wizaratul Auqaaf, Maroco, 1387 H.&lt;br /&gt;26. I'ilamul Muwaqi'in 'An Rabbil 'Alamin, Darul Jiil, Beirut, Lebanon. 1973 H.&lt;br /&gt;27. Musnad Ahmad bin Hambal, oleh Imam Ahmad bin Hambal As Syaibany. Muassasah Qurthubah, Kaero.&lt;br /&gt;28. Shahih Al Bukhary, oleh Imam Muhammad bin Ismail Al Bukhary. Dar Ibnu Katsir, Beirut, Lebanon cet.3, 1407 H.&lt;br /&gt;29. Shahih Al Jami' As Shaghir, oleh Muhammad bin Nashiruddin Al Albany.&lt;br /&gt;30. Shahih Ibnu Hibban, oleh Imam Muhammad bin Hibban Al Busty. Muassasah Ar Risalah, Beirut, Lebanon, cet.2, 1414 H.&lt;br /&gt;31. Shahih Muslim, oleh Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisabury. Dar Ihya' At Turats Al 'Arabi, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;32. Siyar A'alam An Nubala', oleh Imam Muhammad bin Ahmad Az Zahaby. Muassasah Ar Risalah, Berut, Lebanon, cet. 2, 1404 H.&lt;br /&gt;33. Sunan Abu Dawud, oleh Imam Sulaiman bin Asy'ats Abu Dawud As Sajistany. Darul Fiker, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;34. Tuhfatul Ahwazi Bisyarah Al Jami' At Tirmizy, oleh Muhammad Abdurrahman Al Mubarakfuri, Darul Kutub Al Ilmiyah, &lt;br /&gt;35. Sunan An Nasa'i, oleh Ahmad bin Syu'aib Abu Abdirrahman An Nasa'i, Maktab Al Matbu'at Al Islami, Halab, Suria, cet. 1, 1406 H.&lt;br /&gt;36. Sunan At Tirmizy, oleh Imam Muhammad bin 'Isa At Tirmizy. Dar Ihya' At Turats Al 'Arabi, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;37. Sunan Ibnu Majah, oleh Muhammad bin Yazid Al Quzwainy. Darul Fiker, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;38. Al Majmu' Syarah Al Muhazzab, Darul Fiker \, Beirut, Lebanon, 1997 H.&lt;br /&gt;39. Tafsir Al Qur'an Al Karim, oleh Imam Ismail bin Umar bin Katsir Ad Dimasyqy. Dar Thaibah Linnasyer wa At tauzi', cet. 1, 1420 H.&lt;br /&gt;40. Al Mushannaf, oleh Abdurrazzaq bin Hammam As Shan'ani, Beirut, Lebanon, 1403 H.&lt;br /&gt;41. Taisir Al Karim Ar Rahman, oleh Syeikh Abdurrahman As Sa'dy. Muassasah Ar Risalah, Beirut, Lebanon, cet. 1, 1420 .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-5221308775289808301?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/5221308775289808301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/05/imunisasi-syariat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5221308775289808301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5221308775289808301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/05/imunisasi-syariat.html' title='Imunisasi Syariat'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-2869441283288977039</id><published>2010-02-16T06:50:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T06:51:16.524+07:00</updated><title type='text'>Maksiat dan pengaruhnya</title><content type='html'>http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ali%20Saman/Kemaksiatan%20dan%20Pengaruhnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-2869441283288977039?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/2869441283288977039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/maksiat-dan-pengaruhnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/2869441283288977039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/2869441283288977039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/maksiat-dan-pengaruhnya.html' title='Maksiat dan pengaruhnya'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-6372618851724704081</id><published>2010-02-16T06:49:00.001+07:00</published><updated>2010-02-16T06:49:37.192+07:00</updated><title type='text'>Malam pertama di alam Kubur</title><content type='html'>http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ali%20Salman/Hari%20Pertama%20di%20Alam%20Kubur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-6372618851724704081?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/6372618851724704081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/malam-pertama-di-alam-kubur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6372618851724704081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6372618851724704081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/malam-pertama-di-alam-kubur.html' title='Malam pertama di alam Kubur'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-5702943246305423688</id><published>2010-02-16T06:47:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T06:48:20.817+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Hitam Makar yahudi</title><content type='html'>www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ali Salman/Sejarah Hitam Makar Yahudi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-5702943246305423688?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/5702943246305423688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/sejarah-hitam-makar-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5702943246305423688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5702943246305423688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/sejarah-hitam-makar-yahudi.html' title='Sejarah Hitam Makar yahudi'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-6913468886709812265</id><published>2010-02-12T10:02:00.001+07:00</published><updated>2010-02-15T06:58:37.111+07:00</updated><title type='text'>BILA ajal tiba</title><content type='html'>www.archive.org/details/Kajian_Tangal_10_Mei_2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-6913468886709812265?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/6913468886709812265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/bila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6913468886709812265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6913468886709812265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/bila.html' title='BILA ajal tiba'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-4327565733779419220</id><published>2010-02-12T09:59:00.002+07:00</published><updated>2010-02-15T06:57:37.068+07:00</updated><title type='text'>kesepakatan ulama</title><content type='html'>http://www.archive.org/details/616_Kesepakatan_Ulama_Ahlussunnah_Ust_Ali_Saman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-4327565733779419220?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/4327565733779419220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/4327565733779419220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/4327565733779419220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/02/blog-post.html' title='kesepakatan ulama'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-6405105284647425406</id><published>2010-01-21T14:50:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T14:53:58.822+07:00</updated><title type='text'>UMATAN   WASATO</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“BERLEBIHAN DALAM BERSIKAP”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;خطورة الغلو والتطرف في الدين&lt;br /&gt;اعداد علي شامان حسن &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh :Ali Saman Hasan,Lc.MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqadimah&lt;br /&gt;Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Allah subhanu wataa’la, dzat Yang telah menciptakan semesta alam, mengaturnya, mehidupkannya dan mematikannya. Tidak ada kekuatan dan kejayaan kecuali kekuatan dan kerajaan Allah yang Maha Abadi, tidak ada sekutu bagi Nya, Yang Maha Memaksa akan kehendakNya dan Perkasa dan tidak ada yang disembah kecuali Allah subhanu wata’ala.&lt;br /&gt;Shalawat serta salam semoga terjunjung tinggi kepada nabi kita Muhammad bin Abdillah, nabi akhir jaman dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi yang telah gigih berjuang menegakkan agama Islam ini, dengan kesungguhan, kesabaran dan ketabahan, dan keridhaan Allah selalu menyertai para sahabatnya dan mengikutinya sampai akhir hayat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN PERTAMA ; &lt;br /&gt;Pengertian berlebihan secara bahasa dan syari’at :&lt;br /&gt;Secara bahasa  :&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Faris: huruf tha dan raa dan faa adalah huruf-huruf asli, yang pertama menunjukan terhadap batas sesuatu, dan yang kedua adalah menunjukan atas ruang gerak-gerik dia yang ada didalamnya, dan ujung dari segala Sesuatu adalah ;”sesuatu yang akan habis di akhir dan penghujungnya , dan diartikan pula sesuatu yang keluar dari batas aslinya atau sesuatu yang keluar daripada setengahnya. &lt;br /&gt;Pengertian secara Syari’at ;&lt;br /&gt;Ulama terdahulu telah banyak mengartikan secara jelas dan secara syari’at makna tersebut diatas.  Diantara mereka ada yang mengartikan; “ perkataan seseorang dan perbuatannya yang menyimpang dari syari’at”,  dan ada beberapa istilah agama yang serupa dan memiliki hubungan perbuatan dengan kata-kata (التطرف ), seperti ( التنطع ) yaitu ; sikap berlebih-lebihan yang mengantarkan dia keluar dari garis ajaran sunnah. Pengertian yang lain juga sama dengan (الغلو)yaitu menambahi syari’at Islam diatas ketentuaannya atau berlebihan didalamnya , juga ada yang semakna dengan kata-kata tersebut diatas (التشدد و التعنت والتحمس &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN KEDUA ;&lt;br /&gt;Syariat mencela perbuatan (التطرف )&lt;br /&gt;Perbuatan ini amatlah sangat tidak terpuji, karena bias mencoreng nama baik Islam dan muslimin dan memiliki pengaruh yang negative didalamnya, seperti diterangkan didalam hadits nabi;&lt;br /&gt;عن الأحنف بن قيس عن عبد الله قال: قال رسول الله  :( هلك المتنطعون ) قالها ثلاثا)   &lt;br /&gt;Dari al -ahnaf bin qais dari abdillah , dia berkata ; bersabda nabi ; Celaka dan binasa orang –orang al mutanati’ ( orang yang selalu berlebih-lebihan ) beliau mengucapkannya  3 kali . &lt;br /&gt;Berkata  al Iman an-nawawy; “Mereka adalah orang-orang yang berlebih-lebihan dan yang melampaui batas didalam perkataan mereka dan perbuatan mereka” &lt;br /&gt;Berkata Al Imam Ibnu Hajar ;” Didalam hadits diatas ada peringatan tentang haramnya al gulluw dan melampaui batas dan juga diharamkan melampaui batas-batas agama didalam masalah ibadah dengan melibatkan diri dia untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh syariat, padahal Allah telah menjadikan syariat Islam ini mudah dan luwes .” &lt;br /&gt;Disuatu ketika Nabi shallallahu alaihi wasalam menasehati para sahabatnya, seolah-olah itu adalahnasehat yang terakhir kali yang keluar dari mulut yang mulia Rasullah shallahu alaihi wasalam, sehingga air mata para sahabat bercucuran ;&lt;br /&gt;عن العرباض رضي الله عنه قال: صلى بنا رسول الله   الصبح ذات يوم، ثم أقبل علينا، فوعظنا موعظة بليغة، ذرفت منها العيون ووجلت منها القلوب، فقال قائل: يا رسول الله، كأن هذه موعظة مودع، فماذا تعهد إلينا، قال:( أوصيكم بتقوى الله، والسمع والطاعة، وإن عبدا حبشيا مجدعا، فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا، فعليكم بسنتي، وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي تمسكوا بها، وعضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat al irbath bin sariyah dia berkata ; Pada suatu hari Nabi shallahu alaihi wasalam dan para sahabatnya usai shalat subuh, beliau menghadap kepada kami dan beliau menasehati kami dengan suatu nasehat yang membuat air mata kami berlinang dan membuat hati kami takut, berkata seorang diantara kami ‘wahai rasullah seolah-olah ini adalah nasehet perpisahan, maka apa yang akan engkau sampaikan kepada kami , beliau berkata ( Aku wasiatkan kepada kalian dengan taqwa kepada Allah, serta mendengar dan taat meskipun yang memimpin kalian adalah seorang hamba dari etopia yang hina, karena barang siapa diantara kalian yang hidup akan mendapatkan perselisihan yang banyak, berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah khulafa rasidin yang telah diberikan petunjuk kepada mereka yang hidup setelahku pegangilah dengan kuat dengan gigi geraham kalian, dan jauhkanlah atas kalian perkara-perkara yang baru karena semua perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat. &lt;br /&gt;روى ابن عباس رضي الله عنه أن رسول الله : &lt;br /&gt; قال غداة العقبة ( أيها الناس إياكم والغلو في الدين، فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو في الدين )&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Abbasd bahwasan nya ; Rasullah s berkata disiang hari al aqobah ; ( wahai manusia jauhhilah atas kalian al gulluw (berlebih-lebihan dalam bersikap) didalam beragama karena sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang sebelum kalian adalah sifat tersebut ) &lt;br /&gt;Apabila seorang melihat kepada sejarah, kenapa orang-orang Nasrani sesat ? seperti ungkapan Allah didalam surat al Fatihah, karena mereka memiliki sifat al gulluw /berlebihan diatas manusia biasa ddidalam semua aspek, agar kebanyakan orang menyaksikan dia adalah pendeta, mereka berbeda didalam makanan, minuman dan pakaian. Bahkan didalam hubungan menikah dengan seseorangpun sangatlah berdeda. Yang lebih parah lagi mereka memiliki cara sendiri didalam beribadah dengan cara mengasingkan dirinya dari kebanyakan orang dengan cara bertapa atau membuat biara-biara wati, yang dibangun diatas alam pegunungan yang jarang disentuh dan dijamah oleh kebanyakan orang, dengan tujuan adalah ingin mendapatkan ketemtraman menurut mereka.&lt;br /&gt;))وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاء رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا  &lt;br /&gt;Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putera Maryam; dam Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang.Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya.Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang yang fasik. (QS. 57:27)&lt;br /&gt;Didalam banyak hadits nabi s, menerangkan bahwa agama Islam ini adalah agama yang mudah, seperti perkataan beliau yang mulia :&lt;br /&gt;( يسروا ولا تعسروا )   &lt;br /&gt;(( Mudahkanlah dan jangalah kalian persulit )) &lt;br /&gt;Sehingga Allah menamakan agama Islam yang kita cintai ini adalah agama al hanifiyyah dan al samhah, seperti didalam firman Allah : &lt;br /&gt; ))الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ((&lt;br /&gt;(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)&lt;br /&gt;(( Al-Hanafiyyah adalah lawan daripada Syirik dan Al samhah adalah lawan dari sikap keras membatu dan penekanan diri )) &lt;br /&gt;Perkataan Rasullah s ketika beliau mengutus Ali dan muadz ke Yaman:&lt;br /&gt;قال  لعلي ومعاذ رضي الله تعالى عنهما حين وجههما إلى اليمن: ( يسرا ولا تعسرا، وبشرا ولا تنفرا &lt;br /&gt;Rasul berkata kepada Ali dan Muadz ketika diutus ke Yaman; (( Permudahkanlah dan jangan kalian persulit, berikanlah kabar gembira dan jangan kalian menjadikan mereka lari )) &lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah : &lt;br /&gt; (إن المشروع المأمور به الذي يحبه الله ورسوله ، هو الاقتصاد في العبادة، كما قال النبي : ( عليكم هديا قاصدا، عليكم هديا قاصدا (&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang disyariatkan dan diperintahkan Allah swt dan Rasulnya atas hambanya adalah berbuat ekonomis tidak berlebih didalam masalah ibadah sebagaimana sabda Nabi ; “ Wajib atas kalian mengambil petunjuk yang sesuai, wajib atas kalian mengambil petunjuk yang sesuai “. &lt;br /&gt;Ini merupakan wasiat daripada pendahulu kita dari kalangan salaf sholih, mereka mengatakan bahwasannya sunnah adalah dengan mencukupkan apa yang datang dari Rasullah, dan selain dari pada itu merupakan perbuatan bid’ah dan kesesatan. Ketika seseorang yang mengambil petunjuk dari selainnya atau tidak merasakan ketenangan dengan mencukupkan kepada sunnah Nabi, Mungkin pertama kalinya dia akan mendapatkan pujian, sanjungan ataupun kebaikan tetapi dijamin akhirnya dia akan mendapatkan kesengsaraan didunia ini maupun diakhirat kelak. Lihatlah apa yang diusahakan daripada kelompok al gulluw ini dari fatwa-fatwa yang sifatnya dipaksakan dan prematur.&lt;br /&gt;Hendaklah mereka selalu menjadikan pelajaran penting yang pernah diceritakan didalam hadits, tentang hakikat asal usul mereka yang selalu menyampingkan sunnah Nabi dan mereka inilah dikenal sebagai nenek moyang /generasi pertama kaum khawarij. Mereka meliki cirri-ciri orang-orang yang taat dan gemar ibadah kepada Allah tetapi menentang apa yang Allah dan rasulnya inginkan. Seperti didalam riwayat  oleh abu said al khudriyyi  ; bahwasannya ketika Rasullah mengutus Ali bin Abi thalib keYaman maka  beliau Rasullah membagikan kekuasannya kepada beberapa orang penting untuk menarik mereka kepada islam dengan cara diberikan sebidang tanah negara Yaman , beliau telah membagikannya untuk empat orang ; untuk al aqraq bin habis al handoli, Uyainah ibn badar al fazary,al qomah al amiry, seseorang dari suku Kilab, zaid al khair altoiy dan seseorang dari suku nabhan.maka berkata seseorang dari suku quraisy , kenapa hanya diberkan kepada para tokoh najad dan kita tidak mendapatkannya ?maka nabi langsung menjawab : “ sesungguhnya aku memberikan kepada mereka agar merekan menjadi lebih dekat kepada Islam “ ,maka datanglah seseorang yang memiliki jenggut yang tebal, wajah yang cerah,mata yang cekung dan jidat yang hitam serta kepala botak (cirri-ciri orang yang gemar ibadah ) seraya ia berkata ; Berbuat adilah wahai Muhammad ! maka seraya nabi menjawabnya ; Siapa yang akan taat kepada Allah jika aku bermaksiat kepada NYa, apakah ada orang yang kalian percayai lebih daripadaku diatas muka bumi ini atau kalian tidak percaya kepadaku ? kemudian orang tersebut pergi , dan mulailah para sahabat ijin untuk menemui orang tadi sepertinya dia adalah Khalid bin al walid, maka setelah itu nabi bersabda : “ Akan muncul dari mereka itu suatu kaum yang membaca al qur’an akan tetapi bacaan mereka hanya sampai kepada kerongkongan mereka tidak meresap kedalam sanubarinya, mereka akan memerangi orang Islam  dan akan menyerukan kepada pemuja berhala dan mereka akan keluar dari pada Islam sebagai mana anak panah keluar dari pada busurnya, dan apabila kalian mendapati mereka maka bunuhlah mereka seperti kaum aad telah terbunuh .” &lt;br /&gt;PEMBAHASAN KETIGA;&lt;br /&gt;SEBAB-SEBAB MUNCULNYA ALTATORUF;&lt;br /&gt;1. Mayoritas kaum muslimin sudah berpaling dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;Ajaran Islam yang telah diajarkan oleh Nabi hanya tinggal namanya saja, mereka mengenal Islam hanya sebatas budi pekerti yang tidak ada bedanya dengan agama lain. Sehingga mereka meninggalkan aqidah, Ibadah, syariat dan akhlaq dengan alasan supaya hidup dengan baju internasional yang bias masuk kedalam semua aspek. Fenomena ini kita jumpai didalam kehidupan kaum muslimin baik dikalangan arab ataupun non arab.dari faktor inilah kita bias melihat banyaknya bid’ah, aqidah dan keyakinan yang liberal, perpecahan dan permusuhan dikalangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;2. Kejahilankaum muslimin dengan Ilmu syariat Islam.&lt;br /&gt;Islam telah datang dengan kesempurnaan yang telah membawa perdamaian bagi semua umat pemeluknya dan non pemeluknya. Akan tetapi karena sifat malas untuk menuntut ilmu syariat agama islam menjadikan mereka berbuat guluww dan cenderung dengan kekerasan dalam berbuat tanpa melihat sisi syariat lagi apakah diperbolehkan Allah dan rasul NYa apakah tidak ? hal ini kita rasakan dan kita lihat sebagian mereka yang berbuat kerusakan diatas bumi ini dengan mengatas namakan Islam, ternyata mereka belum mengerti fikih berjihad, tetapi mereka hanya mengerti mati syahid bias masuk surga.&lt;br /&gt;3. Kesengjangan dan adanya jurang pemisah antara Ulama dengan para pemuda penuntut ilmu&lt;br /&gt;Hal ini sering kita dapati, dengan muculnya perkataan ; cukup kita memiliki niata dan hati yang baik didukung dengan semangat tinggi untuk menegakkan agama yang mulia ini,wal hasil mereka berbuat keonaran dan perusakan dengan tanpa dasar ilmu. Dengan dasar pemikiran mereka Ulama hanya saja mengatasi masalah agama saja namum hal ini jangan. Padahal semua urusan kita tidak dipisahkan dengan agma dan Ulama. Terlebih-lebih dinegara-negara yang jauh daripada Ulama yang masih mengacu kepada dasar semangatjihad saja tanpa Ilmu .&lt;br /&gt;4. Adanya koreksi terhadap pemahaman manhaj kelompok-kelompok da’wah.&lt;br /&gt;Banyak sekali kelompok-kelompok da’wah yang melahirkan program kerja mereka hanya mengacu kepada perasaan seseorang dan tujuan-tujuan dunia yang ada dibelakangnya. Sehingga tidak heran kalau sepak terjang mereka selalu mengadopsi dari kegiatan yang telah terjadi dan dominasi dinegrinya plus kurangnya dasar keilmuan mereka yang pendek dan dangkal. Karena banyak pola pikiran mereka mengakibatkan mereka salaing menyerang dan menyalahkan dan tidak menerima perbedaan antara mereka dengan alasan berdeda pola pikir, tidak pernah berusaha menyatukan pikiran dan pola pikir mereka kepada al qur’an dan sunnah.&lt;br /&gt;5. Perasaan yang sempit, tidak pernah sabar akan hasil dan lemahnya hikmah da’wah.&lt;br /&gt;Yang demikian ini sangat banyak dari kalangan para pemuda kita yang terburu-buru ingin melihat hasil da’wah,. Tidak sabar melihat umat yang telah rusak aspek kehidupan mereka, sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;6. Adanya Ulama –ulama muda yang belum sampai derajat mereka kepada seorang ahli ilmu, tetapi mengaku sebagai ulama .&lt;br /&gt;Ketidak sabaran dan ketidak cocokan terhadap fatwa ulama besar yang memicu mereka untuk menjadi demikian. Karena dorongan ingin cepat lihat hasil yang nyata ibarat membalikkan telapak tangan .&lt;br /&gt;7. Mengaku meliki gelar sebagai ahli ilmu padahal mereka tidak memiliki sedikitpun dasar-dasar ilmu Islam.&lt;br /&gt;8. Fanatic dank eras dalam beragama, yang dimaksudkan disini adalah bersikap keras dan fanatic didalam beragama dengan kelaur dari dasar ajarannya yang benar dengan cara mebebankan kepada dirinya suatu beban yang tidak pernah diwajibkan menjadi wajib baginya. Ini  merupakan ciri-ciri nyata para kaum khawarij yang datang sikap ini .&lt;br /&gt;9. Sifat kecemburuan didalam agama didasarkan dengan perasaan. Sesuatu perbuatan yang kita jumpai diluar bukanlah semua perlu kita ia kan, disana ada syariat yang telah datang menerangkannya tapi ternyata tidak sesuai dengan kecemburuan kita yang telah menyarang didalam diri kita.&lt;br /&gt;PEMBAHASAN KE EMPAT;&lt;br /&gt;FENOMENA AL GULUWU WA TATORRUF&lt;br /&gt;1. Berbuat curang terhadap hak-hak orang lain yang seharusnya dipelihara dengan baikdan diberikan kepada yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;2. Mengharuskan seseorang kepada perbuatan yang sunnah seperti; rawatib, shalat malam dan sholat duha dan mengagapnya sebagi kewajiban dan selalu mementingkan subtasial agama dan mengapgap kafir atau ateis  orang yang meninggalkannya, tanpa mengurangi keutamaan orang yang selalu menjaganya dengan imbalan pahala diakhirat kelak.&lt;br /&gt;3. Suu’ dzon kepada orang lain, mengamati mereka dengan kaca mata hitam dari kesalahannya dan melupakan kebaikan mereka dan megunungkan kesalahan mereka tanpa cara lemah lembut dan sopan santun .&lt;br /&gt;4. Keras didalam bermuamalah, dan tutur kata dan juga didalam berdawah.&lt;br /&gt;5. Selalu menaruh curiga kepada kegiatan besar seperti muktamar, seminar yang membicarakan kepentingan kaum muslimin dan menjadikannya sebagai makar atas dirinya.&lt;br /&gt;6. Sebagian mereka hanya belajar melalui kaset, cd dan mengabaikan duduk dengan para Ulam adan ahli ilmu.&lt;br /&gt;7. Merekamenghalalkan perbuatan mecuri harta orang-orang kafir atau yang mereka telah kafirkan dengan alasan akan dibagikan kepada fakir dan miskin dari kalangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;8. Membatasi ikatan keluarga mereka dengan menikahkan anaknya dengan orang yang sepengajian dan mengabaikan yang lain yang bukan dari pengajiannya walaupun telkah memenuhi kreteria.&lt;br /&gt;9. Mengisolir diri mereka dan tidak bergaul dengan kebanyakan orang dan selalu menghindari bahkan lari langkah seribu ketika mendapatkan tugas negara dan menjadi pegawai negri didalam negaranya.&lt;br /&gt;10. Mengharamkan semua transaksi perbankan konvensional dan meratakan hukum didalamnya dan menggapnya sebagai memusuhi Allah.&lt;br /&gt;11. Tidak pernah perduli dengan indentitas diri seperti ktp, kk dll, dan mengangapnya sebagai penggugur kerahasiannya.&lt;br /&gt;12. Tidak memiliki kesiapan untuk berbeda keyakinan dan sisi pandang dengan yang lain ketika orang lain berbeda langsung menjauhinya.&lt;br /&gt;13. Menganggap sama setiap orang yang melakukan kemasitan dengan mengatakan tidak menghormati batas –batas kesucian Islam dan ketaatan kepada Allah dan mengakafirkan mereka.&lt;br /&gt;14. Keluar dari ketaatan kepada pemerintah yang sah, dan menyerukan kepada pihak lain untuk berbuat sama dan membuat makar yang akan medukung mereka untuk menjatuhkan pemerintah yang sah .&lt;br /&gt;15. Mudah menghukumi masyakat islam yang ada dengan masyarakat kafir jahiliyyah.&lt;br /&gt;16.  Menghukumi negara-negara islam yang tidak menegakkan hokum-hukum Islam dengan negara kafir &lt;br /&gt;17. Meruju kepada keyakinan khawarij didalam mengkafirkan pemerintah.&lt;br /&gt;18. Fanatik terhadap seseorang dalam masalah hukum dan menganggap yang lain adalah bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT-SIFAT MEREKA YANG PERNAH DISEBUTKAN DALAM SYARIAT ;&lt;br /&gt;1. Ulama-ulama muda yang tidak banyak berilmu &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;( يخرج قوم في آخر الزمان أحداث الأسنان، سفهاء الأحلام، يقولون من خير قول البرية يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم، يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية، فأينما لقيتهم فاقتلهم، فإن في قتلهم أجرا لمن قتلهم يوم القيامة )&lt;br /&gt;“ Akan datang nanti diakhir zaman generasi-generasi muda dan belum cukup usia mereka berkata dengan menggunnakan perkataan Rasullah dan membaca alqur’an akan tetapi hanya sampai kerongkongan mereka dan mereka keluar dari ajaran Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya, maka dimanapun kalian dapatkan mereka bunuhlah karena mebunuh mereka akan memdapatkan ganjaran dihari kiamat.” &lt;br /&gt;Hadits ini menggambarkan tentang keadaan mereka, yang penuh dengan kebodohan dan kekerasan, terburu-buru dalam bersikap menjadi cirri-ciri penting didalam tubuh mereka sehingga mereka mengambil fatwa dan orang-orang yang belum banyak mengarungi bahtera ilmu yang luas nan dalam. Sampai membaca alqur’an dan haditspun hanya sekedar hiasan yang menghiasnya tanpa mengahayatinya dengan makna yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bangga akan diri sendiri ;&lt;br /&gt;روى عبد الرزاق عن معمر عن قتادة رضي الله عنه قال: قال النبي  :(سيكون في أمتي اختلاف وفرقة، وسيأتي قوم يعجبونكم، أو تعجبهم أنفسهم، يدعون إلى الله، وليسوا من الله في شيء، يحسبون أنهم على شيء، وليسوا على شيء، فإذا خرجوا عليكم، فاقتلوهم، الذي يقتلهم أولى بالله منهم"، قالوا: وما سمتهم؟ قال: "الحلق" )    &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdurrozak dari ma’mar dari qotadah ia berkata berkata rasullah  : Aka nada dari umatku perselisihan dan perpecahan dan suatu kaum yang merasa takjub kepada kalian atau mereka merasa takjub akan diri mereka sendiri mereka menyeru kepada Allah dan tidak mendapatkan sedikitpun dari Allah pahala, mereka menyangka bahwa mereka diatas kebaikan akan tetapi sedikitpun mereka tidak dekat dengan kebaikan maka apabila mereka berada bersama kalian bunuhlah mereka yang membunuh mereka lebih baik disisi Allah, mereka bertanya apa ciri-ciri mereka ; beliau berkata ; berkepala yang botak )) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghujat dan mencela para Ulama;&lt;br /&gt;Mereka sangat gemar mencela para Ulama yang Rabaniyin dengan mencela niat-niat mereka yang ikhlas dan menuduh mereka menjilat para pemimpin negara dan pemerintah, menganggap mereka ulama kerajaan, ulama pemerintah dan lainnya bahkan tidak tanggung –tanggung mereka mengatakan sesat dan kafir kepada mereka .&lt;br /&gt;4. Mendahulukan akal daripada Naql( Nash syariat yang baku ),&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sababat abi said al khudriyyi beliau berkata ; ketika Rasullah membagi harta rampasan perang kepada yang berhak menerimanya, datanglah seseorangyang bernama dzil khuwaisiroh at tamimi dan seraya berkata ; Berbuat adil lah wahai Rasullah! Maka beliau menjawab; Celaka Engkau, kalau aku tidak berbuat adil maka siapa yang adil? Umar berkata Ya Rasullah biarkan dan ijinkan diriku memenggal lehernya, maka nabi menjawab ; Biarkanlah , sesungguhnya dia memiliki temen serupa dengannya, mereka merendahkan sholat orang lain dibandingkan dengan sholatnya dan puasa orang lain dengan puasa mereka, mereka keluar daripada Islam seperti halnya anak panah dari busurnya …. &lt;br /&gt;5. Berbuat Suu Dzan ( berburuk sangka ) &lt;br /&gt;Seperti yang digambarkan didalam hadits diatas dzul khuwaisiroh berburuk sangka terhadap Rasullah&lt;br /&gt;6. Banyak ber’ibadah dan melakukan fadhail ‘amal&lt;br /&gt;Seperti hadits diatas mereka merendahkan shalat kalian dengan shalat mereka dan puasa kalian dengan puasa mereka menunjukkan mereka adalah ahli ibadah.&lt;br /&gt;7. Berbuat anarkis kepada pemimpin yang telah disepakati oleh mayoritas orang.&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar : “Sifat ini adalah sifat orang-orang khawarij yang mana mereka itu tidak taat kepada pemimpin /al Khulafa .” &lt;br /&gt;8. Kelompok kajian rahasia dan eksklusif&lt;br /&gt;Bentuk kajian dan perkumpulan seperti ini mereka dirikan dalam rangka merongrong negara yang telah mereka kafirkan. Mereka berdalih akan memperbaikinya dengan cara menjatuhkannya dan menggulingkannya tanpa ragu-ragu. Umar bin Abdul aziz berkata ;” Apabila kalian mendapatkan suatu kelompok yang sembunyi-sembunyi ketika membicarakan agama mereka tanpa melibatkan kebanyakan manusia maka curigailah mereka dan ketahuilah mereka itu berada didalam kesesatan.” &lt;br /&gt;Dari sisi ini para ulama menambahkan beberapa hal yang membuat mereka tertutup ;&lt;br /&gt;a. Fanatik terhadap pendapat seseorang tanpa dalil.&lt;br /&gt;b. Mengankat tokoh untuk kepentingan perkumpulannya dan kelompoknya.&lt;br /&gt;c. Taklid buta dan sesat dalam berfikir.&lt;br /&gt;d. Berani berfatwa tanpa Ilmu.&lt;br /&gt;e. Tidak seimbang dalam berfikir antara dunia dengan akhirat.&lt;br /&gt;f. Salah memahami permasalahan-permasalahan agma Islam.&lt;br /&gt;Dari sinilah kita akan sadar akan hakekat altataruf dengan cara melihat langsung pengaruh dan dampaknya didalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Dan sempat menjadikan dan menarik gambaran manusia tentang Islam kedalam suatu yang negative. Oleh karena itu al gulluw dan al tatoruf bias kita kenal dalam agama  Islam yang kuita cintai ini sebagai bentuk amalan-amalan pikiran manusia yang kita nyatakan sebagai berikut ini ;&lt;br /&gt;1. Sebagai bid’ah dalam beragama.&lt;br /&gt;2. Sebagai sebab hancurnya umat manusia .&lt;br /&gt;3. Menyerupai orang-orang Nasharani dalam beragama.&lt;br /&gt;4. Memberatkan diri kita sendiri .&lt;br /&gt;5. Keluar dari agama yang mulia dan lurus ini.&lt;br /&gt;6. Sebab murtadnya seseorang dari agama Allah.&lt;br /&gt;7. Kaku dalam menafsirkan nash Alqur’an dan asunnah sehingga keluar dari makna yang sahih.&lt;br /&gt;8. Mengharuskan seseorang kepada sesuatu yang tidak pernah diwajibkan Allah dan RasulNYa.&lt;br /&gt;9. Meninggalkan perkara-perkara yang mubah seperti makan,minum dan nikah.&lt;br /&gt;10. Meninggalkan yang halal karena alasan bahwa itu haram padahal bukan dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN KE LIMA&lt;br /&gt;SYUBHAT DIDALAM MASALAH GULUW &amp; TATARUF&lt;br /&gt;Syubhat ini sering sekali kita dengar dan menjadi permasalahan penting yang wajib kita terangkan tentang hakikatnya, salah satunya adalah sebagai berikut ini : &lt;br /&gt;1. Bunuh diri dalam rangka untuk jihad ( Bom bunuh diri, komando jihad dll )&lt;br /&gt;Allah telah mengharamkan bunuh diri dengan apapun bentuknya dan niatnya, karena jiwa manusia bukan manusia yang memilikinya akan tetapi Allah . Jiwa kita ini adalah titipan Allah dan Dial ah yang berhak untuk mengambilnya:&lt;br /&gt; وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا رَحِيماً ، وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيراً     &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. 4:29) &lt;br /&gt;عن جندب بن عبد الله رضي الله عنه قال: قال رسول الله  : ( كان فيمن كان قبلكم رجل به جُرح، فجزع، فأخذ سكيناً، فحزّ بها يده، فما انقطع الدمُ حتى مات. قال الله تعالى: بادرني عبدي بنفسه، حرّمت عليه الجنة)      &lt;br /&gt;Dari Jundub bin abdillah dia berkata : Bersabda Rasullah  ( Adalah dahulu sebelum kalian ada seseorang yang terluka kemudian dia mengeluh kesakitan maka dia mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya sehingga darahnya habis dan meninggal, maka Allah berkata ; “ Hambaku telah mendahului KU atas dirinya dan aku haramkan atanya surga) &lt;br /&gt;Cerita yang sangat popular dalam masalah ini adalah cerita Usmah bin zaid beliau berkata ;( ketika Nabi mengutus kami kepada Al Hirqoh bin juhainah, sampailah kami diwaktu pagi dan kami langsung berperang dan kami menyerang mereka, maka aku dan seorang dari orang Anshor mendapatkan seseorang yang ada dihadapan kami maka ketika pedang kami sudah mengalahkan pedangnya orang tersebut mengucapkan kalimat Lailaha illaloh, dan aku membunuhnya, aku ceritakan hal ini kepada Rasullah, dan beliau menjawab; wahai Usamah kenapa engkau membunuh seseorang yang mengucapkan Laila ha illaloh? Lantas aku menjawab ; ya Rasullah sesungguhnya mengucapkannya akan terbebas dari terkaman pedangku, maka nabi terus mengulangi perkataan tadi berkali-kali, sehingga tercetus dari pikiranku, kalau lah aku menjadi belum masuk Islam sebelum hari itu.  &lt;br /&gt;Demikian, banyak sekali cerita tentang syubhat ini akan tetapi inilah yang paling terkenal dizaman kita sekarang ini.mudah-mudahan bermanfaat bagi Islam dan Muslimin dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mengikuti sunnah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-6405105284647425406?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/6405105284647425406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/01/umatan-wasato.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6405105284647425406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6405105284647425406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2010/01/umatan-wasato.html' title='UMATAN   WASATO'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-7917648138879249031</id><published>2009-10-21T08:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-21T08:05:14.829+07:00</updated><title type='text'>JANGAN RUNTUHKAN AMALANMU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan Engkau runtuhkan Pahalamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Ketika hari raya telah tiba, saya yakin saudara mengenakan baju baru, sehingga saudara tampil lebih cakap nan rupawan. Akan tetapi pernahkan saudara mengamati pakaian yang anda kenakan?&lt;br /&gt;Tahukah anda, bagaimana pakaian anda ini dibuat, dimaulai dari kapas, kemudian dipintal dan proses lain selanjutnya, hingga akhirnya sampai ke tangan anda dan anda kenakan? Semuanya dilakukan dan diproses dengan tekhnologi canggih. Sehingga sekarang ini, anda tidak perlu pusing-pusing mengetahui proses pembuatannya. &lt;br /&gt;Akan tetapi tidakkah saudara pernah dibawa oleh lamunan saudara, kepada suatu pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan disaat nenek moyang saudara sedang memintal benang, lalu menenunnya, dan kemudian mewarnainya dan akhirnya dengan kedua tangannya, mereka menjahitnya menjadi pakaian lebaran untuk anak-anaknya. Semua proses dari tahap ke tahap selanjutnya dilakukan dengan peralatan yang serba sederhana dan dikerjakan dengan kedua tangan sendiri. &lt;br /&gt;Saudara bisa bayangkan, betapa besar rasa bahagia putra-putri mereka tatkala mendapatkan pakaian tersebut. Bagai mereka, hari raya Iedul Fitri terasa begitu bahagia, senyuman lebar senantiasa menghiasi bibir mereka.&lt;br /&gt;Demikianlah kira-kira gambaran nenek moyang saudara tatkala mempersiapkan pakaian Iedul Fitri untuk anak-anaknya.&lt;br /&gt;Akan tetapi coba saudara sedikit menambahkan gambaran baru pada lamunan saudara. Tatkala salah saorang dari nenek saudara yang telah berjuang siang dan malam. Ia dengan sabar memintal kapas menjadi benang, lalu melanjutkan perjuangannya dengan merajutnya menjadi selembar kain sehingga siap untuk dijahit menjadi pakaian. Rasa gembira telah menghampiri raut wajah anak-anaknya, karena merasa tak lama lagi pakaian Ied mereka segera jadi.  &lt;br /&gt;Diluar dugaan, sang nenek bukannya melanjutkan perjuangan dengan menjahit kain hasil tenunannya, ia malah kembali mengurai hasil tenunannya menjadi benang. Dan ia terus mengurai benang itu kembali menjadi onggokan kapas.&lt;br /&gt;Saudara bisa bayangkan, bagaimana perasaan dan sikap putra-putri sang nenek tersebut? Kebahagiaan yang telah menghampiri mereka sekejap sirna, dan tawa ria berubah menjadi jerit tangis duka.&lt;br /&gt;Saudaraku! Menurut hemat saudara, perbuatan nenek itu baik atau tercela? Dan andai saudara adalah salah seorang putra atau putri nenek tersebut, bagaimana perasaan saudara menyaksikan perbuatan ibunda tersebut?&lt;br /&gt;Ini adalah gambaran sederhana bagi keadaan yang semoga tidak sedang saudara alami.  Setelah saudara dengan segara daya dan upaya merajut kebahagiaan dan keberhasilan di bulan Ramadhan. Setelah saudara mulai merasakan indahnya sholat berjamaah di masjid. Setelah saudara merasakan betapa damainya batin saudara yang jauh dari bisikan setan. Setelah saudara merasakan betapa bahagianya menikmati hidangan buka puasa. Dan setelah saudara mulai merasakan betapa manisnya keimanan. Akankah semuanya itu kembali  saudara uraikan satu demi satu? Akankah saudara dengan kedua tangan dan kaki saudara meruntuhkan tumpukan pahala yang telah tersusun rapi di lembar catatan amal saudara? Hanya saudaralah yang mampu membuktikan berbagai pertanyaan di atas.&lt;br /&gt;وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ النحل 92&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali." An Nahel 92&lt;br /&gt;Saudaraku! Walau demikian, ada satu indikasi yang dapat saudara jadikan pedoman dalam mengenali apakah sekarang ini saudara sedang memupuk subur pahala yang telah saudara kumpulkan atau sedang meruntuhkannya kembali. &lt;br /&gt;Anda penasaran ingin mengetahui apakah indikasi tersebut? Indikasi tersebut ialah amalan saudara sendiri. &lt;br /&gt;وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ {  المؤمنون 60&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." Al Mukminun 60-61&lt;br /&gt;Pada suatu hari 'Aisyah radhiallahu 'anha bertanya kepada Nabi Muhammad  tentang maksud ayat ini: Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud oleh ayat ini ialah orang-orang yang biasa mabok-mabok minum khomer, dan mencuri? Menanggapi pertanyaan istri tercintanya ini, Nabi  bersabda:&lt;br /&gt;(لاَ يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُمُ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لاَ يُقْبَلَ مِنْهُمْ، أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِى الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ   رواه أحمد والترمذي وابن ماجة&lt;br /&gt;"Bukan, wahai Putri As Shiddiq! Akan tetappi mereka itu adalah orang-orang yang rajin berpuasa, mendirikan sholat, dan bersedekah, walau demikian mereka senantiasa kawatir bila amalan mereka tidak diterima Allah, karenanya mereka selalu bersegera dalam mengamalkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." Riwayat Ahmad, At Tirmizy dan Ibnu Majah&lt;br /&gt;Tidak heran saudaraku bila dahulu para ulama' dan orang-orang sholeh senantiasa berjuang untuk beramal sholeh setiap waktu. Mereka senantiasa mengingat dan menyadari bahwa pada suatu saat nanti mereka pasti menghadap kepada Pencipta mereka yaitu Allah Yang Maha Keras Siksa-Nya. Mereka hanya memiliki satu batas waktu untuk berhenti dari perjuangan beramal sholeh:&lt;br /&gt;وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ  الحجر 99&lt;br /&gt;"dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang kepastian (ajal)." Al Hijer 99&lt;br /&gt;Karena perjalanan ibadah saudara demikian panjang, tidak heran bila Nabi  mengajarkan kepada umatnya agar mereka bersikap yang proporsional dalam beramal. Tidak telalu memaksakan diri dengan mengamalkan amalan yang terlalu berat baginya dan tidak lemah semangat sehingga malas beramal.&lt;br /&gt;(يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ) متفق عليه&lt;br /&gt;"Wahai para manusia! Amalkanlah amalan yang kalian kuasa untuk menjalankan dengan terus menerus, karena Allah tidak akan pernah merasa bosan, walaupun kalian  telah dihinggapi rasa bosan untuk beribadah. Dan sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai ialah amalan yang diamalkan dengan kontinyu walaupun hanya sedikit." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;Saudaraku! Bila pada bulan Ramadhan, anda telah mengenal ibadah puasa, sholat malam, sedekah kepada fakir-miskin, membaca Al Qur'an, dan ibadah lainnya, akankah semua itu tenggelam bersama tenggelamnya bulan Ramadhan?&lt;br /&gt;Tidakkah saudara merasa terpanggil untuk meneruskan amal ibadah itu walau hanya sedikit, sehingga hari-hari saudara senantiasa dihiasi dengan aliran pahala dan kedamaian karena berada dekat dengan Allah?&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat istiqamah dalam beribadah kepada-Nya. Hanya dengan demikian kita dapat menjaga rangkaian pahala yang telah tersusun rapi pada lembaran amal kita dan tidak kembali meruntuhkannya satu demi satu. Wallahu a'alam bisshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-7917648138879249031?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/7917648138879249031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/10/jangan-runtuhkan-amalanmu_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/7917648138879249031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/7917648138879249031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/10/jangan-runtuhkan-amalanmu_20.html' title='JANGAN RUNTUHKAN AMALANMU'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-6681182225441064970</id><published>2009-10-21T08:02:00.000+07:00</published><updated>2009-10-21T08:03:09.970+07:00</updated><title type='text'>JANGAN RUNTUHKAN AMALANMU</title><content type='html'>SAKARATUL MAUT &lt;br /&gt;Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya? &lt;br /&gt;Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.&lt;br /&gt;Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah  sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):&lt;br /&gt;إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."&lt;br /&gt;Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.&lt;br /&gt;Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad  dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut.  Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda: &lt;br /&gt;(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري&lt;br /&gt;"Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih." Riwayat Imam Bukhari.&lt;br /&gt;Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab  bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar: &lt;br /&gt;يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.&lt;br /&gt;"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'.&lt;br /&gt;شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم &lt;br /&gt;Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak."&lt;br /&gt;Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:&lt;br /&gt;وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا  رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."&lt;br /&gt;Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan? &lt;br /&gt;Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan. &lt;br /&gt;Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.&lt;br /&gt;Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan? &lt;br /&gt;Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah? &lt;br /&gt;Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.&lt;br /&gt;(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian."  Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?&lt;br /&gt;Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-6681182225441064970?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/6681182225441064970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/10/jangan-runtuhkan-amalanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6681182225441064970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6681182225441064970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/10/jangan-runtuhkan-amalanmu.html' title='JANGAN RUNTUHKAN AMALANMU'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-5840825918474731</id><published>2009-10-21T07:59:00.000+07:00</published><updated>2009-10-21T08:01:58.480+07:00</updated><title type='text'>SAKARATUL MAUT</title><content type='html'>SAKARATUL MAUT &lt;br /&gt;Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya? &lt;br /&gt;Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.&lt;br /&gt;Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah  sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):&lt;br /&gt;إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah". Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu harum." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."&lt;br /&gt;Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.&lt;br /&gt;Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad  dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut.  Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda: &lt;br /&gt;(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري&lt;br /&gt;"Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih." Riwayat Imam Bukhari.&lt;br /&gt;Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab  bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar: &lt;br /&gt;يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.&lt;br /&gt;"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'.&lt;br /&gt;شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم &lt;br /&gt;Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak."&lt;br /&gt;Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:&lt;br /&gt;وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا  رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني&lt;br /&gt;"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."&lt;br /&gt;Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan? &lt;br /&gt;Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan. &lt;br /&gt;Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.&lt;br /&gt;Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan? &lt;br /&gt;Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah? &lt;br /&gt;Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.&lt;br /&gt;(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian."  Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?&lt;br /&gt;Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-5840825918474731?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/5840825918474731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/10/sakaratul-maut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5840825918474731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5840825918474731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/10/sakaratul-maut.html' title='SAKARATUL MAUT'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-87196463818108049</id><published>2009-09-30T11:04:00.001+07:00</published><updated>2009-09-30T11:04:52.416+07:00</updated><title type='text'>CARA PUASA SATU TAHUN</title><content type='html'>Saudaraku! Bulan ramadhan telah berlalu. Semoga Allah Ta'ala menerima ibadah dan mengampuni kekhilafan saudara selama bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;Tapi pernahkah saudara berpikir, atau paling kurang membayangkan: Bagaimana rasanya, andai bulan Ramadhan diperpanjang menjadi satu tahun?&lt;br /&gt;Waaah bisa berabe sumua urusan; badan jadi kurus, pekerjaan berantakan, semangatpun luluh berantakan, dan  duniapun jadinya terasa gelap.&lt;br /&gt;Tenang saudaraku! Anda bisa saja berpuasa satu tahun tanpa harus merasakan dunia menjadi gelap. Mudah dan tidak berat, bahkan anda tetap bisa makan dan minum di siang hari, walaupun anda berpuasa satu tahun genap tanpa kurang satu haripun.&lt;br /&gt;Enak bukan? Makan setiap hari, tapi dianggap puasa sepanjang tahun?&lt;br /&gt;Anda menjadi penasaran dan ingin mencobanya? &lt;br /&gt;Coba tebak, kira-kira gimana caranya?&lt;br /&gt;Caranya mudah, berikut cara berpuasa satu tahun penuh, walaupun di siang hari anda tetap makan, minum serta beraktifitas lainnya:&lt;br /&gt;(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ)&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berpuasa bulan Ramadhan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka puasanya bagaikan puasa setahun penuh."Riwayat Muslim&lt;br /&gt;Coba bayangkan, cukup dengan nambah puasa enam (6) hari, anda telah dianggap berpuasa satu tahun penuh. Sehingga walaupun pada hari-hari selanjutnya anda kembali makan dan minum, akan tetapi anda telah berhasil mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Luar biasa bukan? &lt;br /&gt;Mungkin anda menjadi penasaran, mengapa bila kita nambah puasa enam hari, kita mendapatkan pahala puasa satu tahun?&lt;br /&gt;Simaklah jawabannya:&lt;br /&gt;(الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ . مَرَّتَيْنِ ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى ، الصِّيَامُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا) رواه البخاري&lt;br /&gt;"Puasa itu adalah perisai, karenanya bila engkau berpuasa, hendaknya orang yang berpusa tidak berkata-kata keji, dan tidak pula berbuat kebodohan. Bila ada seseorang yang memeranginya atau mencacinya, hendaknya menjawabnya dengan berkata: sesungguhnya aku adalah orang yang sedang berpuasa. Demi Dzat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, sungguh bau tidak sedap yang keluar dari mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih baik dibanding aroma minyak kasturi. Ia meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya hanya karena-Ku. Puasa adalah milik-Ku dan hanya Aku yang akan membalasnya, sedangkan setiap amal kebaikan akan dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali." Riwayat Bukhari.&lt;br /&gt;Inilah rahasianya: puasa anda dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali. Dengan demikian bila anda telah berpuasa bulan Ramadhan dengan penuh, maka itu artinya anda telah mendapatkan pahala puasa selama sepuluh bulan. &lt;br /&gt;Danbila selanjutnya anda berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu artinya anda mendapatkan pahala puasa enam puluh hari atau dua bulan. Dengan demikian, genaplah pahal puasa anda menjadi 12 bulan.&lt;br /&gt;Luar biasa bukan kerahmatan Allah? Cukup anda berpuasa 1 bulan 6 hari anda mendapatkan pahala puasa satu tahun. Enak bukan? &lt;br /&gt;Saudaraku! Susahkah bagi anda untuk berpuasa enam hari lagi, sehingga anda mendapatkan pahal yang bergitu besar? Mungkinkah semangat ibadah anda turut pergi bersama perginya bulan ramadhan? Ah, saya yakin anda tidak seperti itu, anda adalah seorang muslim yang bertekad baja. Saya juga yakin, setan belum sempat mebelenggu diri anda, sehingga anda pasti bisa mendapatkan kemenangan untuk kedua kalinya;  melawan bisikannya.&lt;br /&gt;Anda merasa tertantang untuk mendapatkan kemenangan dan kemurahan Allah ini? Jangan sia-siakan peluang, mumpung bulan syawal tahun ini masih tersisa banyak. Siapa tahu mungkin ini adalah kesempatan pertama dan terakhir buat anda.&lt;br /&gt;Selamat menggapai kemenangan dan kemurahan Allah, dengan mendapatkan pahala puasa satu tahun penuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-87196463818108049?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/87196463818108049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/cara-puasa-satu-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/87196463818108049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/87196463818108049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/cara-puasa-satu-tahun.html' title='CARA PUASA SATU TAHUN'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-6945333026031619857</id><published>2009-09-19T12:37:00.000+07:00</published><updated>2009-09-19T12:38:47.275+07:00</updated><title type='text'>Khutbah Iedul Fitri</title><content type='html'>TIGA MUTIARA NASEHAT &lt;br /&gt;SETELAH RAMADHAN&lt;br /&gt;OLEH : Ustadz Ali saman Hasan , Lc.&lt;br /&gt;www.alisamanhasan.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Allah subhanu wataa’la, dzat Yang telah menciptakan semesta alam, mengaturnya, mehidupkannya dan mematikannya. Tidak ada kekuatan dan kejayaan kecuali kekuatan dan kerajaan Allah yang Maha Abadi, tidak ada sekutu bagi Nya, Yang Maha Memaksa akan kehendakNya dan Perkasa dan tidak ada yang disembah kecuali Allah subhanu wata’ala.&lt;br /&gt;Shalawat serta salam semoga terjunjung tinggi kepada nabi kita Muhammad bin Abdullah, nabi akhir jaman dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi yang telah gigih berjuang menegakkan agama Islam ini, dengan kesungguhan, kesabaran dan ketabahan, dan keridhaan Allah selalu menyertai para sahabatnya dan mengikutinya sampai akhir hayat mereka. &lt;br /&gt;Maasyiral Muslimin wal Muslimat ! &lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi hamdu….&lt;br /&gt;Dipagi nan cerah ini, kita bersyukur kepada Allah subhanu wata’la yang telah melimpahkan ni’mat dan karuniaNya kepada kita semua, sehingga kita mampu malangkahkan kaki kita untuk melakukan shalat iedul fitri di tempat ini. Mudah-mudahan Allah memberkahi kita semua dan kita masuk didalam golongan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dengan sesungguhnya seperti firman Allah : &lt;br /&gt;ﭧ ﭨ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭽ ﭣ  ﭤ  ﭥ  ﭦ       ﭧ  ﭨ  ﭩ    ﭪ       ﭫ  ﭬ  ﭭ  ﭮ   ﭯ  ﭰ        &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (QS. 2:183)&lt;br /&gt;Kemarin kita masih mendengarkan tilawah al-Qur’an al-Karim, kemarin kita masih mendengarkan orang berkumpul dimasjid untuk melakukan shalat terawih, kemarin kita masih menyaksikan hiruk-pikuknya orang menyiapkan hidangan sahur dan buka puasa. Baru sebentar tidak terasa ternyata kita sudah selesai dan berpisah dengan bulan yang kita cintai, bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan berkah dari Allah ta’ala bulan yang diturunkan didalamnya al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia kedalam jalan yang lurus sirathal mustaqim.&lt;br /&gt;Kebiasan kita dalam beramal sholeh di bulan Ramadhan adalah bukti keimanan kita kepada Allah subhanahu wata’la, dan bentuk aplikasi nyata dalam kehidupan kita yang modern ini, jaman yang menjadikan dunia sebagai ukuran dan tidak memperdulikan urusan akhirat mereka, maka ketika seorang tidak bisa memanfaatkan ramadhan dengan sebaik-baiknya dia telah merugi dan masuk golongan orang yang tertipu dengan dunia, Ini adalah sunnatullah karena Allah jadikan bulan ramadhan adalah furqan / pembeda dengan orang-orang yang telah berada dibulan Ramadhan tapi mereka tidak bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Melalui khutbah Iedul Fitri saya terpanggil untuk memberikan nasehat penting yang sangat berguna untuk mempertahakan keimanan kita semua di hari-hari yang akan datang sampai ajal menjemput kita. Nasehat ini adalah 3 (tiga) utaian Mutiara yang hilang setelah kita berhari raya iedul fitri ini. Ini merupakan salah satu nikmat Allah subhanu wata’ala yang ditundukan kepada kaum mu’minin dengan saling kasih mengasihi, dan cinta mencintai karena Allah dalam bentuk nasehat dan menasehati sesamanya, firman Allah;&lt;br /&gt;ﭧ ﭨ ﭽ ﭟ  ﭠ     ﭡﭢ  ﭣ    ﭤ   ﭥ  ﭦ  ﭧ  ﭨ  ﭩ  ﭪ  ﭫ  ﭬ  ﭭ   ﭮ  ﭯ  ﭰﭱ  ﭲ   ﭳ   ﭴ  ﭵ  ﭼ الأنفال: ٦٣&lt;br /&gt;Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 8:63)&lt;br /&gt;I, Nasehat Pertama ;&lt;br /&gt;Firman Allah ta’ala ;&lt;br /&gt;ﭧ ﭨ ﭽ ﮄ  ﮅ  ﮆ  ﮇ  ﮈ  ﮉ  ﮊ  ﮋ  ﮌ  ﮍ   ﮎ  ﮏ  ﮐ  ﮑ  ﮒ  ﮓ  ﮔ     ﮕ  ﮖﮗ   ﮘ  ﮙ    ﮚ  ﮛ  ﮜ  ﮝ  ﮞ  ﭼ المائدة: ٢٧&lt;br /&gt;Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa". (QS. 5:27)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan yang dilakukan oleh seorang yang behati ikhlas mengaharapkan keridhaan Allah subhanu wata’ala semata dan tidak mengaharapkan pahala dan ganjaran dari yang lainnya.hal ini ditegaskan oleh Rasullah shallahu alaihi wasalam dalam sabdanya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ شَدَّادٍ أَبِى عَمَّارٍ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ قَالَ:جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَرَأَيْتَ رَجُلاً غَزَا يَلْتَمِسُ الأَجْرَ وَالذِّكْرَ مَا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ شَىْءَ لَهُ فَأَعَادَهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَقُولُ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ شَىْءَ لَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِىَ بِهِ وَجْهُهُ. أخرجه النسائي 6/25 وفي "الكبرى" 4333 .&lt;br /&gt;Dari Sahabat Syadad abu Ammar dari abuUmamah Al bahily dia berkata ; telah datang seseorang kepada nabi shalallahu alaihi wasalam, dan orang itu berkata ; “ ya rasullah bagaimana menurut engkau tentang seorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan sebutan nama baiknya, maka nabi shallahu’alaihi wasalam berkata ; “Dia tidak akan mendapatkan apa-apa “dan beliau mengulanginya 3 kali dan nabipun mengulanginya lagi dan mengatakan ; tidak berguna , kemudian beliau mengatakan sesungguhnya Allah menerima dari amalan yang ikhlas dan mengharapkan dengan amalan tadi wajahNya”. Dikeluarkan oleh An-nasai .&lt;br /&gt;عَنْ ثَوْبَانَ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، أَنَّهُ قَالَ: " لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي ، يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا ، فَيَجْعَلُهَا اللهُ ، عَزَّ وَجَلَّ ، هَبَاءً مَنْثُورًا. قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا، أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ ، وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ ، وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ ، وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللهِ انْتَهَكُوهَا". أخرجه ابن ماجة (4245) الألباني في "السلسلة الصحيحة" 2 / 18, حديث رقم : 5028 في صحيح الجامع .&lt;br /&gt;Dari sahabat Tsauban dari nabi shallahu alaihi wasalam bahwasannya nabi shallahu alaihi wasalam berkata ;” Sesungguhnya aku mengetahui tentang keadaan sebagian dari umatku, yang mana mereka akan datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung-gunung yang ada di tihamah yang putih (nama suatu daerah), kemudian Allah subhanu wata’ala menjadikannya sirna dan hilang dari pandangannya dan sia-sia. Berkata Tsauban ; Ya Rasullah, siapakah mereka itu terangkan kepada kami semua, agar kita tidak menjadi golongan mereka dan kami tidak mengetahuinya. Nabi shallahu alaihi wasalam berkata ; Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kalian dan dari kulit kalian mereka menfaatkan malam mereka seperti kalian memanfaatkannya akan tetapi mereka itu apabila berada didalam apa yang diharamkan oleh Allah mereka mengerjakannya.” Diriwayatkan  oleh Ibnu Majah dan disahkan oleh Al bani silsilah hadits shahih 2/18.&lt;br /&gt;Ali bin abi Thalib pernah mengatakan : “ Wahai manusia jadilah kalian orang-orang yang mengharapkan amalan kalian diterima Allah ta’ala dengan do’a yang lebih keras dan lebih kencang dari pada orang yang sedang beramal kepada Allah.Karena Allah ta’ala berfirman ;” Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa kepadanya (surat al maidah ayat 27 )&lt;br /&gt;Itulah gambaran assalafus shalih dalam beramal kepada Allah ta’ala, mereka tidak pernah akan puas dengan apa yang mereka amalankan, akan tetapi terus-menerus berharap kepada agar amalan diterima disisiNya.Sehingga pada momentum yang sama seorang khalifah Umar bin abdul aziz rahimahullah, suatu hari pernah keluar untuk melaksanakan shalat iedul fitri dan beliau berkhutbah didalamnya beliau berlata ; “ Wahai manusia kalian telah berpuasa 30 hari, dan kalian telah melakukan sholat tarawih 30 malam dan hendaklah kalian pada hari ini berdo’a meminta kepadaNya agar amalan kita semua diterima disisiNya!” itu anjuran sang kahlifah yang adil selalu takut kalau-kalau amalannya tidak diterima oleh Allah ta’ala, kekhawatiran inilah yang menjadikan mereka terus menerus menjaga agar tetap beristiqamah dijalan Allah ta’ala. Dahulu para salaf shalih dari kalangan para sahabat nabi dan oranr-orang yang meniti jejak mereka, apabila telah datang kepada mereka pengumuman akan datangnya hari raya iedul fitri, wajah mereka menjadi sedih ibarat daun yang layu karena tidak terkena siraman air, hutan yang gersang karena tidak ada hujan, dan ketika seorang mengatakan kepada mereka ; “ Ada apakah dengan wajah kalian yang sedih ? bukankah sekarang ini adalah hari raya ?maka mereka menjawab : Benar ini adalah hari raya akan tetapi aku adalah seoarang budak yang diperintahkan oleh majikanku untuk beramal shalih tetapi aku tidak mengerti apakah amalanku diterima disisiNya ataukah tidak ?&lt;br /&gt;Harapan mulia dari contoh dan suri tauladan kita -assalaf shalih- radhiyallahu anhum, manakah diantara kita yang akan mengikuti jejak mereka? Berkata seorang penyair ;&lt;br /&gt;Sesungguhnya apabila seorang tidak memakai pakaian taqwa……&lt;br /&gt;Orang itu adalah orang yang telanjang meskipun dia berbusana…..&lt;br /&gt;Sebaik-baik busana adalah keta’atan kepada Allah…&lt;br /&gt;Dan tiada kebaikan dalam busana ketika ia berbuat maksiat kepadaNya…&lt;br /&gt;Ketakutan yang ada pada diri mereka semata-mata karena merindukan keridhaan Allah atas diri mereka sehingga mereka terhindar dari sengatan api neraka yang amat panas, sebuah kisah orang shalih pernah dibawakan oleh pengarang kitab Hilyatul Auliya ; &lt;br /&gt;“ Pernah suatu ketika Soleh bin mary bercerita tentang pamannya, Malik bin dinar : Pamanku masuk kekamarnya dan tidak pernah keluar kecuali ketika fajar subuh itu datang , kemudian aku penasaran dan aku mengawasi pamanku dengan masuk kekamarnya dan aku sembunyi dibawah ranjangnya, beliau kemudian masuk dan takbir untuk melakukan shalat maka aku mendengarkan suara rintihan kecil seperti seorang yang terkena jarum yang tajam ternyata beliau menangis senantiasa beliau melakukan hal ini dan terus melanjutkan shalatnya sehingga datang waktu subuh dan ketika beliau bertasbih, beliau berkata ; “ Ya Allah apabila engakau kumpulkan orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang hidup setelah mereka di hari kiamat kelak maka haramkan neraka atas wajahku ini Ya Allah…..&lt;br /&gt;II.NASEHAT YANG KEDUA  ;&lt;br /&gt;JANGANLAH BERPALING DARI KETAATAN MENUJU KEMAKSIATAN, DARI HIDAYAH MENUJU KESESATAN TERUSLAH BERISTIQAMAH&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;ﭧ ﭨ ﭽ ﮫ  ﮬ   ﮭ  ﮮ  ﮯ  ﮰ          ﮱ  ﯓ  ﯔ  ﯕ  ﯖ  ﯗ   ﯘ  ﯙ  ﯚ  ﭼ المائدة: ٢١&lt;br /&gt;Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. 5:21)&lt;br /&gt;Ma’asyiral Muslimin wal Mulimat’&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;br /&gt;Hati kita masih basah dengan iman yang kita laksakan di bulan Ramadhan kemarin, kita merasakan munajat kepada Allah, manisnya iman dengan tilawah qur’an, tarawih, ruku, sujud dan sebagainya kita telah merasakannya Untuk menjaga ini semua dimanakan Istiqamah, janganlah kita mundur lagi akan tetapi terus lanjutkan dan maju dengan Iman yang pernah kita pupuk dan taman di bulan Ramadhan. Seoarang yang berpaling atau naudzu billah min dzalika dia murtadz maka akan menjadi makan empuk syaitan dan akan dipalingkanya dari jalan yang lurus , lihatlah kepada firman Allah ta’ala : &lt;br /&gt;ﭧ ﭨ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭽ ﮖ  ﮗ          ﮘ  ﮙ     ﮚ  ﮛ  ﮜﮝ  ﮞ  ﮟ  ﮠ  ﮡ  ﮢﮣ  ﮤ  ﮥ     ﮦ  ﮧ  ﮨ  ﮩ  ﮪ  ﮫ  ﮬﮭ  ﮮ  ﮯ   ﮰ   ﮱ  ﯓ  ﭼ الحج: ١١&lt;br /&gt; Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi;maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata As Syeikh Al SA’dy; “ Diantara manusia ada yang memiliki lemah Iman dan tidak masuk Imannya kedalam hatinya dan belum bercambur dengan keceriannya hidupnya akan tetapi iman tadi masuk karena ketakutan dia kepada Allah, atau karena kebiasaan manusia yang ada disekelilingnyadan ketika ada ujian dia tidak sangguh bertahan. (maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu), maka jika rizkinya lancardan tidak ada yang merintanginya dia akan tenang dengan keimanan yang ada didalam dirinya bukan karena Imannya tapi karena yang lainnya, insya Allah dia akan dimaafkan oleh Allah. Akan tetapi akalau dia berbalik kebelakang dan murtadz maka dia akan merugi dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;disebutkan dalam perkataan Ali bin abi Thalib : “ Sesungguhnya hati itu memiliki maka maju dan masa mundur, maka apabila mendapatkan yang pertama bawalah hati tersebut untuk menjalankan ketaatan kepadanya dengan melaksanakan yang sunnah-sunnah dan apabila dalam kondisi yang kedua maka bawalah untuk mengamalkan yang wajib-wajib saja. &lt;br /&gt;III. NASEHAT YANG KETIGA ;&lt;br /&gt;SEBAIK-BAIK AMALAN KEPADA ALLAH TA’ALA ADALAH YANG KONTINU MESKIPUN SEDIKIT&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, Islam telah memberikan solusi dalam beramal dengan prinsip sedikit dan menuai pahala yang banyak disisi Allah, karena Allah ta’ala tidak akan memberatkan suatu amalan kecuali dengan yang dimampui oleh seoarang hamba;&lt;br /&gt;ﭧ ﭽ ﯗ  ﯘ   ﯙ  ﯚ  ﯛ  ﯜﯝ  ﯞ  ﯟ  ﯠ  ﯡ  ﯢ  ﯣﯤ     ﰎ   ﭼ البقرة: ٢٨٦&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.." (QS. 2:286)&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ؛ أنَهَا قَالَتْ: سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : أي الأعمال أحَبُّ إلى اللَّهِ ؟ قَالَ : أدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ . وَقَالَ : اكْلُفُوا مِنَ الأعمال مَا تُطِيقُونَ. أخرجه أحمد 6/176 والبخاري 8/122 و"مسلم" 2/189.&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiyallah anha : dia berkata : telah ditanya nabi shallahu alaihi wasalam oleh Aisyah dan beliau menjawab; “ Ya Rasullah manakah amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala ? beliau menjawab; Amalan yang paling kontinu meskipun sedikit, beliau berkata lagi, lakukanlah amalan yang kalian mampu untuk melakukannya.” Diriwayatkan oleh Ahmad 6/176-Al bukhari, dan Muslim 2/189.&lt;br /&gt;Betapa besar perhatian nabi kita kepada umatnya, beliau telah menunjukkan amalan yang ringan yang dimampui oleh umatnya. Sementara amalan yang besar dan berat yang akan membebani umatnya beliau hindarkan, ditakutkan kalau akan memberatkan umatnya dan umatnya menjadi bosan dan jemu terhadap perintah-perintahnya. Sehingga beliau pernah mengatakan dalam satu sabdanya” Janganlah engkau menjadi seperti fulan dan fulan dahulu dia melakukan sholat malam namun sekarang dia telah meninggalkannya.termasuk amalan-amalan yang dianjurkan dan disunnahkan oleh nabi kita Muhammad shallahualaihi wasalam adalah berikut ini : &lt;br /&gt;1. Puasa enam hari dibulan syawal, barang siapa yang berpuasa ramadhan dan kemudian ia ikuti dengan enam hari puasa dibulan syawal maka ibarat dia berpuasa 1 tahun penuh. Diriwayatkan dari hadits abu ayub al Anshori dan dikeluarkan haditsnya dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan muslim dan Abu Dawud.&lt;br /&gt;2. Puasa 3 hari pada setiap tanggal 13.14 dan 15 ( ayyamul bidh) seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu Darda’ dari hadits Muslim 2//159.&lt;br /&gt;3. Puasa di hari senin dan kamis seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari hadits Imam Ahmad dan Imam Malik.&lt;br /&gt;4. Puasa di hari Asyuara ( 10 Muharram ) seperti dalam hadits Muslim 3/167.&lt;br /&gt;5. Melakukan qiyamul lail ( shalat tahajjud ).&lt;br /&gt;6. Melakukan shalat sunnah rawatib.&lt;br /&gt;7. Melakukan shalat sunnah dhuha.&lt;br /&gt;8. Membiasakan dzkir pagi dan sore.&lt;br /&gt;9. Dan sebaiknya amalan tersebut diatas dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan hanya mengaharapkan ikhlas kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan apa saja yang kita amalkan di bulan ramadhan kemarin diterima Allah ta’ala dan menjadi timbangan kebaikan kita semua di hari kiamat kelak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA ALLAH JADIKANLAH KITA SEMUA TERMASUK SHOIMIN, QOIMIN …&lt;br /&gt;YA ALLAH JADIKANLAH KITA SEMUA TERMASUK ORANG-ORANG MUTAQIN…&lt;br /&gt;YAALLAH PERTEMUKANKAN KEMBALI JIWA DAN RAGA KAMI DENGAN RAMADHAN……&lt;br /&gt;YA ALLAH JADIKANLAH AL QUR’AN SEBAGAI PETUNJUK KAMI…&lt;br /&gt;JADIKANLAH IA SEBAGAI PENYEJUK HATI KAMI ….&lt;br /&gt;JADIKANLAH IA SEBAGAI PENYELAMAT KAMI DI HARI KIAMAT…..&lt;br /&gt;YA ALLAH&lt;br /&gt;اللهم إني أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك ، أو أنزلته في كتابك ، أو علمته أحداً من خلقك ، أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ، ونور صدري ، وجلاء حزني ، وذهاب همي وغمي , اللهم أعنا على ذكرك وشكرك , وحسن عبادتك .&lt;br /&gt;YA ALLAH KARUNIKANLAH KEPADA KAMI TAQWA…&lt;br /&gt;YA ALLAH KARUNIAKANLAH KEPADA KAMI ISTIQAMAH….&lt;br /&gt;YA ALLAH JAUHKAN KAMI DARI API NERAKA DENGAN AMALAN YANG SEDIKIT YANG KAMI TELAH LAKUKAN …..&lt;br /&gt;YA ALLAH JADIKANLAH HARI IEDUL FITRI INI ADALAH LAMBANG TAUBAT KAMI …&lt;br /&gt;JADILAKANLAH HARI INI ADALAH PELEBUR DOSA KAMI ….&lt;br /&gt;YA ALLAH TURUNKAN AMPUNANMU KEPADA IBU DAN BAPAK KAMI YANG TELAH MENDAHULUI KAMI…&lt;br /&gt;DAN JUGA SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG BERIMAN DARI SEBELUM KAMI…..&lt;br /&gt;YA ALLAH BERIKANLAH KAMI KEBAIKAN DI DUNIA INI DAN DI AKHIRAT KELAK SESUNGGUHNYA ENGAKAU ADALAH DZAT YANG TIDAK PERNAH INGKAR JANJI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIGA MUTIARA NASEHAT &lt;br /&gt;SETELAH RAMADHAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHUTBAH IEDUL FITRI 1430H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH : &lt;br /&gt;USTADZ ALI SAMAN HASAN ,LC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-6945333026031619857?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/6945333026031619857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/khutbah-iedul-fitri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6945333026031619857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6945333026031619857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/khutbah-iedul-fitri.html' title='Khutbah Iedul Fitri'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-9169095779448572047</id><published>2009-09-14T05:34:00.000+07:00</published><updated>2009-09-14T05:37:13.980+07:00</updated><title type='text'>HIDUP BERIBU-RIBU TAHUN</title><content type='html'>HIDUP BERIBU-RIBU TAHUN OLEH MUHAMMAD ARIFIN BADRI ,MA&lt;br /&gt;Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;Saudarauku! Anda kuasa mengangkat tangan untuk berdoa selama 5 jam tanpa henti?  Atau mungkinkah anda kuasa untuk mendirikan sholat semalam suntuk; 8 jam tanpa henti? Berat dan mungkin juga anda langsung berkata waaaah saya tidak kuasa melakukannya.&lt;br /&gt;Bagaimana kalau membaca Al Qur'an selama satu minggu tanpa henti, walau hanya sekedar untuk makan, minum atau buang air kecil? Anda bisa melakukannya?&lt;br /&gt;Anda merasa berat, atau bahkan merasa mustahil untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Itu semua mudah, dan bahkan lebih lama dari itu juga mudah, bukan hanya seminggu bahkan puluhan tahunpun anda bisa. Tidak repot kok, dan bahkan ringan sekali, anda dapat melakukan semua itu tanpa harus berkeringat, atau gemetaran atau juga kesemutan.&lt;br /&gt;Luar biasa bukan? Anda ingin tahu bagaimana cara melakukannya? Inilah caranya:&lt;br /&gt; إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5} القدر 1-5&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."  Al Qadar 1-5&lt;br /&gt;Saudaraku! malam Lailatul Qadar dinyatakan lebih baik dari 1000 bulan. Tahukah anda berapa tahun lamanya 1000 bulan itu? 1000 sama dengan 83 tahun 4 bulan. &lt;br /&gt;Allahu Akbar. Anda beribadah kepada Allah pada malam itu berarti lebih baik dari beribaha selama 83 tahun 4 bulan.&lt;br /&gt;Saudaraku coba anda merenung sejenak, kira-kira anda akan hidup di dunia ini berapa tahun lamanya? 70 tahun? Atau 80 tahun atau 90 tahun ?&lt;br /&gt;Anggap saja anda diberi umur panjang selama 90 tahun. Akan tetapi menurut prediksi anda, kira-kira keadaan fisik anda saat telah berumur 90 tahun seperti apa? Mungkinkah anda masih gagah perkasa seperti sekarang, ataukah fisik anda telah lemah, dan tidak kuasa melakukan banyak hal, kecuali dengan bantuan anak-cucu anda, bukankah demikian?&lt;br /&gt;Jadi, mungkin seumur hiduppun anda tidak mungkin bisa sholat, atau berdoa, atau membaca Al Qur'an terus-menerus selama 83 tahun 4 bulan, tanpa henti.&lt;br /&gt;Inilah yang mendasari Rasulullah  bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Beliau berusaha untuk menepati Lailatul Qadar dengan banyak beribadah, sholat malam, membaca Al Qur'an dan banyak-banyak berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;'Aisyah radhiallahu 'anha; istri Nabi  mengisahkan:&lt;br /&gt;(كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Dahulu, semaca hidupnya, Rasulullah  bersungguh-sunguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu-waktu lainnya." Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Pada riwayat lain, beliau  berpesan kepada umatnya dengan bersabda:&lt;br /&gt;(تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ) متفق عليه&lt;br /&gt;"Carilah lailatul Qadar pada hari-hari ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan."  Muttafaqun 'alaih&lt;br /&gt;Coba anda bayangkan! Andai anda telah mengenal dan memanfaatkan kesempatan Lailatul Qadar sejak sepuluh tahun silam. Itu arinya sama saja anda telah beribadah melebihi 10 x 83,3 = 833 tahun. Dan bila anda telah menggunakan kesempatan indah ini sejak 20 tahun silam, maka itu artinya pahala ibadah anda melebihi pahala ibadah selama  1.666 tahun.&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Luar biasa, betapa banyak pahala yang anda peroleh. Akan tetapi, apakah selama ini anda benar-benar telah  memanfaatkan malam lailatur Qadar sebaik-baiknya. Coba anda mengingat-ingat kembali memori amalan bulan Ramadhan anda tahun-tahun silam! Semakin anda berusaha mengingat-ingat, maka hanya penyesalanlah yang semakin membayangi hati anda. Bukankah demikian?&lt;br /&gt;Bila demikian adanya, maka sudah saatnya pada ramadhan kali ini anda bangkit dan menyingsingkan lengan baju guna bangkit dari kelalaian yang telah berkepanjangan&lt;br /&gt;Saudaraku! Lailatul Qadar adalah benar-benar malam  yang sangat utama, dan peluang emas yang harus anda temukan. Malam itu adalah kesempatan anda untuk menggapai kerahmatan Allah sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Bila anda telah berpuasa di bulan suci ini, maka sudah saatnya bagi anda untuk terus mengais bekal kehidupan di akhirat, dengan memasuki pintu-pintu kehidupan akhirat lainnya. &lt;br /&gt;(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ).&lt;br /&gt;"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, niscaya seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan. Dan barang siapa yang mendirikan shalat di malam Lailatul Qadar, niscaya seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampunkan." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;Pintu-pintu akhirat saat ini telah dibuka semuanya, tidak ada satupun yang tertutup di hadapan anda. Gunakanlah kesempatan ini, siapa tahu ini adalah kesempatan terakhir bagi anda untuk mendapatkan kesempatan indah ini. &lt;br /&gt;Sertakan keluarga anda untuk turut merasakan indahnya malam Lailatul Qadar dan turut serta mendapatkan kemurahan Allah padanya. &lt;br /&gt;'Aisyah radhiallahu 'anha, istri Nabi  mengisahkan tentang kesungguhan beliau  dalam menjalani kehidupan di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan: &lt;br /&gt;(إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ) رواه مسلم&lt;br /&gt;"Bila telah memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dahulu Nabi  mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam harinya (dengan mendirikan sholat dan banyak doa) serta membangunkan keluarganya." Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Begitu besar perhatian beliau  tentang malam, itu, sampai-sampai menjadikan 'Aisyah radhiallahu 'anha, merasa perlu untuk bertanya kepada beliau tentang apa yang seyogyanya ia lakukan:&lt;br /&gt;(يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ: (قُولِى: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى) رواه أحمد والترمذي وابن ماجة&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah, andai aku mengetahui bahwa aku mendapatkan malam Lailatul Qadar, apa yang seyogyanya aku ucapkan? Beliau menjawab: "Ucapkanlah: &lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى&lt;br /&gt;"Ya Allah ! sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Mulia. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah (limpahkanlah afiat kepada)  aku." Riwayat Ahmad, At Tirmizy dan Ibnu Majah.&lt;br /&gt;Inilah adalah salah satu doa yang paling bagus. Betapa tidak, doa ini diajarkan oleh Rasulullah  kepada istri beliau tercinta agar diucapkan pada malam yang paling mulia.&lt;br /&gt;Dengan doa ini, anda memohon kepada Allah agar diberikan afiat (terbebas) dari segala hal yang merugikan atau merusak diri anda, baik dalam agama atau dunia.&lt;br /&gt;Bila anda telah mendapatkan afiat pada badan, rizki, dan  keluarga dari segala hal yang merugikan, maka anda telah mendapatkan keberuntungan yang tiada banding. &lt;br /&gt;Dan bila anda telah mendapatkan afiat dalam urusan agama, maka anda telah terjauhkan dari siksa neraka dan berhasil menggapai nikmat di surga.&lt;br /&gt;Demikianlah seyogyanya anda menyambut dan beramal pada malam Lailatul Qadar. Anda banyak mendirikan sholat lalu banyak berdoa, memohon kebaikan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Selamat berjuang mencari malam Lailatul Qadar, semoga anda berhasil mendapatkannya, dan merasakan betapa besar karunia Allah yang anda peroleh padanya.&lt;br /&gt;Wallahu a'alam bisshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-9169095779448572047?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/9169095779448572047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/hidup-beribu-ribu-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/9169095779448572047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/9169095779448572047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/hidup-beribu-ribu-tahun.html' title='HIDUP BERIBU-RIBU TAHUN'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-5366132407119405595</id><published>2009-09-06T06:13:00.000+07:00</published><updated>2009-09-06T06:15:44.657+07:00</updated><title type='text'>Taubat  Kepada Allah</title><content type='html'>TAUBAT &lt;br /&gt;    KEPADA&lt;br /&gt;ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN PERTAMA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH : USTADZ ALI SAMAN HASAN,LC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA KITA MENJADI ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bertaubat kepada Allah adalah kembalinya seorang kepada Allah ta’ala. Menjauhkan dirinya dari Jalan orang yang dimurkai Allah dan jalan orang-orang yang sesat menuju jalan yang diridhai Allah, dengan cara orang yang bertaubat tadi menjalankan apa yang Allah cintai dari perbuatan dan amalan dan meninggalkan apa saja yang dilarangNYA, kembali kepada Allah terhadap apa yang dicintati adalah sebagian dari taubat dan meninggalkan apa yang dilarangnya adalah sebagian lainnya.&lt;br /&gt;Dosa adalah penghalang antara dia dengan Allah yang dia cintai ketika ia berbuat dosa kepada Allah dan menjauhkan diri dari apa yang akan menjadikan Allah berpaling daripadanya adalah kewajiban, akan tetapi kewajiban tadi tidaklah terurai dalam satu ungkapan perkataan dan perbuatan kecualai dengan ilmu. Ketika seoarang hamba mengetahui terhadap apa yang diharamkan Allah maka dia akan menghindarinya dan ketika dia tahu akan jalan yang dicintainya dia akan segera menuju kesana. Dalam hal ini ungkapan Allah didalam al qur’an jelas sekali tentang wajibnya seorang bertaubat kepadaNya, firman Allah : &lt;br /&gt;قال تعالى: وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [النور: 31]&lt;br /&gt;Allah berfirman : (( Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman mudah-mudah kalian menjadi orang-orang yang beruntung )) an nur 31&lt;br /&gt;Didalam ayat ini Allah mengajak orang-orang yang beriman untuk bertaubat kepadaNya setelah mereka mengatakan kata-kata Iman dan setelah mereka bersabar dalam menempuh hijrah dan jihad di jalan Allah ta’ala, kemudian Allah menggantungkan kata-kata mudah mudahan kalian menjadi orang-orang yang beruntung ( sukses) jika kalian bertaubat kepadaNya , jadi keberuntungan suatu umat dan suatu bangsa dengan cara mereka bertaubat kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Kemudian didalam firman yang lain Allah menggolongkan orang yang tidak bertaubat masuk kepada golongan orang-orang yang dzalim;&lt;br /&gt;وقال تعالى:  وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ  [الحجرات: 11]&lt;br /&gt;Allah berfirman ;(( Dan barangsiapa yang belum bertaubat maka mereka termasuk golongan orang-orang yang dzalim)) al hujurat 11.&lt;br /&gt;Allah ta’ala membagi menjadi 2 bagian ;1. Orang yangbertaubat 2. Orang yang belum bertaubat dan orang yang belum dan tidak mau bertaubat adalah orang yang dzalim karena dia telah mendzalimi dirinya karena tidak mengerti Allah yang akan mengampuni dosa dan dia telah menyia-siakan dirinya dan telah menghancurkan dirinya , Sesungguhnya Allah senantiasa menerima taubat seoarang hamba selam anyawa dia belum berada dalam kerongkongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عبد الله بن عمر بن الخطاب ب عن النبى خ قال: "إنَّ اللهَ عزَّ وجلَّ يقبلُ توبةَ العبدِ ما لم يُغَرغِرْ"               &lt;br /&gt;                                                                                 [رواه ابن ماجه، والترمذي، وحسنه الألباني]&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar bin khatab dari Nabi Saw, sesungguhnya Allah menerima taubat seoarang hamba selama nyawanya belum sampai kekerongkongan mereka ( diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan  At-tzirmidzi  dan dihasankan oleh al bani ).&lt;br /&gt;Pintu taubat kepada Allah senantiasa terbuka samapai datangnya hari kiamat, sampai terbitnya matahari dari arah barat, sampai bumi ini hancur karena datangnya kiamat, seperti dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;عن أبى موسى الأشعرىرضي الله تعالى عنه  عن النبي صلى الله عليه وسلم  قال: "إنَّ اللهَ تعالى يَبسُطُ يدَه بالليلِ ليتوبَ مُسِيءُ النهارِ، ويَبسُطُ يدَهُ بالنهارِ ليتوبَ مُسِيءُ الليلِ حتى تَطلعَ الشمسُ مِن مَغربِها". [رواه مسلم]&lt;br /&gt;Dari abu Musa al ‘asyari dari nabi Muhammad shallahu alaihi wasalam; “Sesungguhnya Allah ta’ala mebentangkan tanganNYA diwaktu malam hari untuk membuka pintu taubat bagi mereka yang telah bermaksiat disiang hari dan Allah ta’ala mebantangkan tanganNYA disiang hari untuk membuka pintu taubat bagi mereka yang berbuat dosa dimalam hari “ ( diriwayatkan oleh Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH CINTA DENGAN TAUBAT SEORANG MUKMIN &lt;br /&gt;     عن أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "لَلهُ أشدُّ فرحًا بتوبةِ عبدِهِ حينَ يتوبُ إليهِ مِن أحدِكم كانَ على راحلتِهِ بأرضِ فَلاةٍ، فانفلتَتَ منهُ وعليها طعامُهُ وشرابُهُ، فأَيِسَ منها، فأتَى شجرةً فاضطجعَ في ظِلِّها قد أَيِسَ مِن راحلتِهِ، فبينما هو كذلك، إذا هو بها قائمةً عندَهُ، فأخذ بخِطامِها ثم قالَ مِن شدةِ الفرحِ: اللهم أنتَ عبدي وأنا ربُّك؛ أخطأَ مِن شدةِ الفرحِ". [رواه مسلم]&lt;br /&gt;Dari Anas bin malik dia berkata ; telah besabda Nabi shallahu alaihi wasalam ;” Allah sangat senang dengan taubatnya seoarang hamba ketika dia bertaubat kepadaNya dari pada kesenangan seorang diantara kalian yang kehilangan kendaraannya di tengan padang pasir yang sangat panas kemudian makanan dan minumannyapun juga ikut lenyap bersama untanya tadi ( kendaraannya), lalu dia berputus asa dari padanya, maka duduklah orang tadi menunggu dibawah naungan pohon dan berbaringlah ia dibawahnya dan dia telah putus asa dari kendaraannya, maka ketika ia bangun dari tidurnya dia mendapatkan kendaraannya sudah ada disampingnya maka dia langsung ambil kendalinya kemudia karena sangat gembira dia berkata : “ Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanmu, dia telah salah berkata karena sangat gembiranya. ( diriwayatkan oleh Muslim )&lt;br /&gt;Kegembiraan dan kebahagian yang ada pada orang ini adalah suatu kebaikan dan kebajikan untuknya bukan kegembiraan untuk orang yang bertaubat dalam satu dosa yang dia menyakininya sebagai kesalahan, ini adalah sekedar gambaran akan sifat-sifat Allah yang mulia dan Allah memiliki sifat yang lebih dan berbeda daripada itu seperti yang telah diterangkan oleh Ahlu sunnah wal jamaah tentang sifat –sifat Allah yang mulia, kalau seandainya ada perumpaan yang lebih besar dari apa yang telah diungkapkan oleh nabi shallahu alaihi wasalm maka akan diungkapkan oleh beliau, akan tetapi tidak ada kegembiraan yang terjadi dengan orang ini karena setelah dia sendirian ditinggalkan oleh makanan dan minuman yang ia sediakan, ditengah padang pasir yang amat panas tidak ada sumber kehidupan disana, ternyata ia mendapatkan untanya sebagai tumpuan hidup dia setelah Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Maka perhatikanlah  dengan teliti ! terhadap orang-orang yang melakukan kemaksiatan kepada Allah, dengan murka Allah kepadanya, Allah memalingkan rahmat, karunia dan kenikmatan hidup atas dirinya, namum ketika dia mau mengangkat tangnya ke langit bertaubat kepadaNya, Allah berbalik menerima dia dengan kebaikan, kelembutan dan kasih sayang yang lebih. Lebih dari seorang ibu kepada nakanya sendiri, seperti yang telah sering kita dengar cerita yang mashur dikalangan ibu-ibu, suatu saat anaknya pulang kesorean kerumahnya, maka sang ibupun dengan tega menutup pintu didepan mukanya dan dia mengakatan ; “Pergi lah engkau dariku jangan kembali kerumah ini ! dengan nada marah diucapkan seolah-olah bukan anak kandungnya sendiri, maka anak tadipun pergi meninggalkan rumahnya mencari siapa yang bias menampungnya, namum kerinduan kepada seorang ibu menjadikan dia kembali kerumahnya akan tetapi dia masih menunggu ibunya untuk membukakan pintunya, akhirnya ia pun memutuskan untuk tidur di pelataran rumahnya yang terbuka dingin karena angin malam dan nyamuk yang mengigiti tubuhnya, ketika ibunya mendengar rintihan anaknya dilur pintu, sang ibupun tidak rela akhirnya pintupun dibuka oleh ibu, dan dia berkata ;Sebetulnya ibu sangat saying sama kamu! Makanya jangan melanggar apa kata ibu begina akibatnya”. Inilah gambaran seorang ibu yang yang tadinya marah menjadi lunak hati dan iba melihat anaknya, Allah ta’ala lebih daripada itu semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;عن النبي صلى الله عليه وسلم: "للهُ أرحمُ بعبادِه مِنَ الوالدةِ بولدِها". الصحيح&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari nabi shallahu alaihi wasalam; “Allah lebih kasih saying kepada hambaNya daripada seorang ibu kepada anaknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAUBAT SEPANJANG UMUR&lt;br /&gt;Keyakinan yang keliru dari sebagian orang bahwa dia masih memiliki umur panjang tidak mungkin akan dicabut umurnya dalam waktu dekat sehingga menjadikan dirinya semakin jauh dari taubat. Setiap kali kita berbuat dosa dan maksiat, kalau kita bias menjaga lisan kita dan anggota badan kita dari dosa, hati kita mungkin lupa akan dzikir kepada Allah, kalau hati kita ingat kepada Allah ta’ala maka mungkin ada anggota tubuh kita yang berbuat dosa, syaitan selalu membisikan kedengkian, kejahatan, dan sifat-sifat yang kotor kedalam hati kita sehingga kita beniat jelek dan lain sebagainya. Dosa bisa dating dari mana saja begitu pula taubat sepanjang hari dan umur tiada henti karena dengan taubat seorang akan senantiasa mensucikan hatinya;&lt;br /&gt;قال النبي صلى الله عليه وسلم: "يا أيـها الناسُ! توبوا إلى اللهِ واستغفروه؛ فإني أتوبُ إلى الله وأستغفره في كلِّ يومٍ مائةَ مرةٍ". [أخرجه مسلم، وصححه الألباني]&lt;br /&gt;Bersabda Nabi shallahu alaihi wasalam, “Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun karena aku bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadanya setiap harinya seratus kali “ . dikeluarkan oleh Muslim dan disahkan oleh Albani .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT TAUBAT  &lt;br /&gt;Apabila taubat itu berkaitan dengan hak-hak Allah yang telah dia langgar, para ulama telah menetapkan ada tiga syarat yang harus dipenuhi yaitu ; 1. Penyesalan, 2. Meninggalkan dosa dan 3. Bersikap keras untuk tidak melakukannya lagi.&lt;br /&gt;Penyesalan akan dosa adalah keharusan dari taubat ketika seorang orang itu tidak menyesal berarti orang tadi ridha akan maksiat yang dia lakukan , penyesalan hati adalah merasakan sakitnya hati akan dosa dan kemaksiatan, karena kemasiatan dan dosa adalah sayatan pisau yang tajam yang telah melukai dirinya, cirri-cirnya dia senantiasa bersedih dan menangis seperti orang yang kehilngan anaknya ataupun orang yang telah di tinggal mati anakanya yang dia cintai. Maka manakah yang lebih utama anakanya yang hilang ataukah dirinya yang sedang sedih dan menyesal? Adapun yang kedua meninggalkan maksiatdan dosa adalah tidak mungkin bercampurnya rasa ini dan sikap ini dengan dosa yang ia akan lakukan . seorang yang telah memiliki rasa meninggalkan dosa tidak mungkin ia akan medekati dosa itu lagi, seperti seorang yang sedang sakit dengan sebab memakan suatu buah tidak mungkin dia akan memakan buah tadi kalau ternyata buah tadi akan menyebabkan dia akan menderita sakit lagi.adapun dosa dan maksiat yang berkaitan dengan hak-hak sesama manusia, maka dia harus menggantikan apa yang telah dia rusakkan atau dia ambil atau paling tidak dia meminta ridha dan kerelaan kepada orang yang memilikinya karena dia telah mengambil haknya, seperti yang telah diterangkan dalam &lt;br /&gt;"مَن كانت له مَظلمةٌ لأخيهِ مِن عِرضِهِ أو شيءٍ فليتحلله منهُ اليومَ قبلَ أنْ لا يكونَ دينارٌ ولا درهمٌ، إنْ كانَ لهُ عملٌ صالحٌ أُخِذَ منه بقَدْرِ مَظلمتِه، وإنْ لم تكن له حسناتٌ أُخِذَ مِن سيئاتِ صاحبِه فحُمِلَ عليهِ". [رواه البخارى].&lt;br /&gt;.“Barang siapa yang memiliki kedzaliman pada hak saudaranya atau kehormatannya atau sedikit daripadanya, maka hendaklah dia meminta pembebasannya atau penghalalannya dari padanya pada hari itu sebelum datangnya hari akhir yang tidak berlaku dinar dan dirham, maka kalau dia memiliki amal yang shaleh akan diambilkan daripadanya sebatas kedzalimannya dan apabila dia tidak memiliki kebaikan maka akan diambilkan dari kejelekannya dan dibebankan atasnya “ ( diriwayatkan oleh Imam Al bukhari ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-5366132407119405595?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/5366132407119405595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/taubat-kepada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5366132407119405595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/5366132407119405595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/09/taubat-kepada-allah.html' title='Taubat  Kepada Allah'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-6951126948998667268</id><published>2009-08-30T06:41:00.000+07:00</published><updated>2009-08-30T06:43:20.740+07:00</updated><title type='text'>YA ALLAH SELAMATKAN DIRIKU</title><content type='html'>Ya Allah Selamatkan Aku!&lt;br /&gt;Bagian Pertama&lt;br /&gt;Oleh : Ali Saman Hasan,lc &lt;br /&gt;Segala rasa syukur kita panjatkan kepada Allahsubhanahu wa ta’ala, Yang telah memberikan kepada kita semua nikmatnya Islam dan Iman sehingga sampai saat ini kita bisa merasakannya mudah-mudahan nikmat yang diberikan Allah ini menjadi pengiring kita di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat serta salam semoga selalu terjunjung tinggi kepada nabi Muhammad shallahualaihi wasalam, Nabi yang telah menunjuki umatnya dari masa kegelapan menuju kepada cahaya yang terang bertabur cahaya Islam rahmatan lil alaamin. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu menjaga cahaya sunnah yang sedang tumbuh bersemi didalam sanubari kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan do’a dalam untaian kata  “ Ya Allah selamatkan Aku” , adalah ujung dari cerita-cerita langit yang bersifat ghaib yang hanya Allah dan Rasullah yang mengetahuinya, meskipun ada yang telah di ceritakan oleh rasullah dan juga ada yang belum, terlepas itu semua ada juga riwayat-riwayat yang tidak sah dari rasullah shallahu alaihi wasalam yang mana riwayatnya saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Alangkah haus jiwa ini kepada perkataan “ Ya Allah selamatkan aku “ ketika nanti kita mendengar kabar-kabar dari nabi shallahulalaihi wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar-kabar itu dari langit, sengaja disuguhkan ditulisan saya ini sebagai cara  untuk meluluhkan hati manusia kepada Allah ketika mereka melupakan NYA. Susunan kabar langit ini akan tersusun dari yang paling nyata dengan kehidupan kita sampai yang akan terjadi kelak dikemudian hari, adapun susunannya pembahasan ini adalah adalah sebagai berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Perjalanan Ruh kepada Allah &lt;br /&gt;II. Siksa kubur dan nikmat kubur.&lt;br /&gt;III. Kuburan adalah pintu gerbang menuju akhirat&lt;br /&gt;IV. Bangkitnya Hari kiamat&lt;br /&gt;V.       Ada apa dengan diri kita ? (cara menjadi mukmin yang lembut hati)&lt;br /&gt;V.1 ;Memiliki rasa Takut kepada Allah&lt;br /&gt;  V.2 :Pengertian rasa takut (Al Khauf )&lt;br /&gt;V.3 ;Takut kepada Neraka &lt;br /&gt;V.4 ;Kekerabatan, kedudukan, pangkat dan derajat tidak berguna &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.Perjalanan Ruh kepada Allah &lt;br /&gt;Rasullah shallahu alahi wasalam bersabda: &lt;br /&gt;“ Bahwasannya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang pasrah ( hanya kepada Allah ). Dan tidaklah kalian di tengah-tengah ahli syirik kecuali laksana sehelai bulu putih pada kulit sapi hitam, atau laksana sehelai bulu hitam pada kulit sapi merah ( Hr. Al Bukhari, kitabur Riqaaq/81 Bab Kasyfal Hasyr, 45 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan setiap orang mukmin dan mukminah adalah surga, dan selalu setiap saat kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surgaNya. Orang-orang musyrik adalah bakal penghuni neraka (An-nisa : 48, at Taubah: 113, Al Ahzab: 73, Az Zumar: 65). Jumlah orang yang akan masuk neraka jauh lebih banyak dari orang yang akan masuk kedalam surga, Tatkala kita sekarang ini kita beriman kemudian besok kita meninggal apakah kita akan siap dengan keimanan kita?  Seorang tidak pernah tahu kapan ajal mejemputnya dan apakah Iman dia masih bersemi didalam hati dan sanubarinya? ataukah dia masih mengikuti jalan yang lurus sampai akhir hidupnya? &lt;br /&gt;“ Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.”  (QS. 6-Al An’am:153)&lt;br /&gt;إن قلوب بني آدم كلها بين إصبعين من أصابع الرحمن كقلب واحد يصرفه حيث يشاء ثم قال صلى الله عليه وسلم : اللهم يا مقلب القلوب صرف قلوبنا على طاعتك" روام مسلم –&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya semua hati anak cucu Adam itu berada diantara dua jari jemari Yang Maha Pengasih ( Allah) yang dia alihkan sekehendaknya .” Kemudian beliau bersabda .” Wahai Pengalih hati, alihkanlah hati kami kepada ketatanMu. ( H.R Muslim ).&lt;br /&gt;Ketika seorang akan bertemu dengan ajalnya, dan ketika seorang akan dicabut nyawanya hendaknya dia pastikan bahwa kondisi dia adalah dalam keimanan kepada Allah ta’ala, di takutkan dia akan menjadi orang yang miskin iman atau naudzubillah kosong iman ketika nyawa akan dihembuskan untuk yang terakhir kalinya. Penting arti doa diatas untuk kelangengan iman kita sampai nyawa merenggang dari jiwa kita menuju Allah ta’ala. Perjalan arwah kepada Allah termasuk sesuatu yang gaib yang tidak bisa dilihat oleh mata kepala kita, namum Rasullah shallahu alaihi wasalam telah mengkhabarkannya dengan jelas tentang kondisi nyawa ketika mau dicabut oleh malaikat maut.. perjalanan ruh kepada Allah, maka dibawah ini kami akan mengemukakan sebuah hadits dari sekian banyak hadits nabi shallahualaihi wasalam, yang didalammnya berisi gambaran tentang akhir kehidupan manusia, kemudian menjelaskan perjalanan ruh diantara langit dan bumi hingga mencapai tempatnya; didalam adzabkah atau di dalam nikmatkah. Kami memohon kepada Allah agar selalu diselamatkan dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-nya dan siksaan-Nya yang pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang akan kami maksudkan adalah hadits yang shahih dari nabi shallahu alaihi wasalam yang mencakup seluruh orang-orang yang beriman ataupun bukan  (mukalaf) yang telah dibebani untuk menjalankan syariat , baik itu seorang mukmin, kafir ataupun fasik. Didalam hadits al bara bin azib didalam shahih muslim digambarkan sebagai berikut ini : &lt;br /&gt;1. Ruh orang mukmin akan dicabut oleh orang para malaikat maut yang duduk diatas kepalanya.&lt;br /&gt;2. Malaikat yang datang kepadanya adalah bermuka terang dan berseri seperti matahari.&lt;br /&gt;3. Malaikat –malaikat itu membawa kain kafan dari surga dan kamper dari surga yang beraroma wangi .&lt;br /&gt;4. Ketika ruh itu telah ditarik maka akan keluar dari tubuhnya seperti air yang keluar dari mulut ceret dan proses ini berbeda-beda kepada setiap orang.&lt;br /&gt;5. Penduduk langit dan bumi akan memdo’akan jiwa yang baik karena aroma yang terpancar adalah aroma yang harum nan wangi.&lt;br /&gt;6. Setelah itu ruh akan dikembalikan kealam barzakh sampai datang hari kiamat baru dibangkitkan.&lt;br /&gt;عن عائشة رضي اللّه عنها قالت:&lt;br /&gt;إن رسول اللّه صلى الله عليه وسلم كان بين يديه علبة فيها ماء فجعل يدخل يديه في الماء فيمسح بهما وجهه ويقول لا إله إلا اللّه إن للموت لسكرات ثم نصب يديه فجعل يقول إلى الرفيق الأعلى حتى قبض (صحيح البخاري).&lt;br /&gt;Dari Aisyah semoga Allah meridhainya dia berkata: Sesungguhnya ada disisi rasullah shallahu alaihi wasalam satu mangkok air (ember), maka beliau memasukkan tangannya didalam air lalu beliau mengusapkan kedua tangannya kepada mukanya dan beliau berkata: Lailaha illalah sesungguhnya kematian itu ada sakaratnya kemudian beliau menegakkan tangannya dan berkata menuju kepada Allah sampai beliau meninggal.H.s Al- bukhari .&lt;br /&gt;في صحيح البخاري:&lt;br /&gt;لما ثقل صلى الله عليه وسلم جعل يتغشاه الكرب فجعلت فاطمة رضي اللّه عنها تقول واكرب أبتاه فقال صلى الله عليه وسلم لا كرب على أبيك بعد اليوم .&lt;br /&gt; Dalam shahih Bukhari disebutkan ketika Rasullah shallahu alaihi wasalam dalam posisi yang sangat berat menjelang kematian dan mulailah Rasullah mendapatkan kesedihan/ kesusahan, dan anak beliau Fatimah berkata: bersedihlah wahai bapakku , lalu beliau menjawab tidak ada kesedihan / kesusahan setelah (sakaratul maut ini) atas ayahandamu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khatab pernah berkata tentang bagaimana kondisi sakaratul maut dengan bertanya kepada Ka’ab, berkata Umar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا كعب حدثنا عن الموت فقال نعم يا أمير المؤمنين . هو كغصن كثير الشوك أدخل في جوف رجل فأخذت كل شوكة بعرق ثم جذبه رجل شديد الجذب فأخذ ما أخذ وأبقى ما أبقى .&lt;br /&gt;“ Wahai kaab ceritakan kepada tentang sakaratulmaut!, lalu di menyetujuinya dan berkata : Baik wahai Amirul mukminin, sakaratul maut ibarat tangkai pohon yang banyak durinya kemudian dimasukan kedalam rongga mulut seseorang maka setiap duri yang ada mengenai setiap urat kemudian tangkai tadi di tarik dengan kuat maka yang terjadi adalah ada duri-durinya yang masih menempel di dalam tubuh kita dan ada yang ketarik juga.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam satu riwayat ketika Nabi Ibrahim meninggal dunia, maka Allah berkata kepadanya : &lt;br /&gt;“ Wahai Ibrahim bagaimanakah rasanya kematian ?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab: “ Kematian itu seperti besi yang penusuk daging yang panas dimasukkan kedalam kulit yang masih basah kemudian ditarik.” &lt;br /&gt;Kemudian Allah berkata kepadanya : “Wahai Ibrahim sesungguhnya itu sudah diringankan atas diri kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال اللّه عز وجل له : كيف وجدت الموت.&lt;br /&gt;قال :كسفود جعل في صوف رطب ثم جذب.&lt;br /&gt;فقال الله تعالى له : أما إنا قد هونا عليك  .&lt;br /&gt;عن موسى صلوات اللّه عليه:&lt;br /&gt;أنه لما صارت روحه إلى اللّه عز وجل قال له :&lt;br /&gt;يا موسى كيف وجدت الموت قال: وجدت نفسي كشاة حية بيد القصاب تسلخ.&lt;br /&gt;Diriwayatkan  dari Nabi Musa shallahu alai wasalam, ketika ruhnya di tarik oleh Allah ta’ala maka Allah berkata kepadanya, “Wahai Musa bagaimanakah Engkau dapatkan kematian ini?” beliau berkata : Aku dapatkan diriku seperti kambing yang hidup kemudian ia dikuliti dengan pisau yang tajam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وكان عمرو بن العاص رضي اللّه عنه يقول:&lt;br /&gt;لوددت لو أني رأيت رجلاً لبيباً حازماً قد نزل به الموت فيخبرني عن الموت فلما أنزل به الموت قيل له يا أبا عبد اللّه كنت تقول أيام حياتك لوددت أني رأيت رجلاً لبيباً حازماً قد نزل به الموت يخبرني عن الموت وأنت ذلك الرجل اللبيب الحازم وقد نزل بك الموت فأخبرنا عنه.&lt;br /&gt;فقال: أجد كأن السماوات انطبقن على الأرض وأنا بينهما وكأن نفسي تخرج على ثقب إبرة.&lt;br /&gt;Seorang sahabat nabi yang bernama Amr bin Ash semoga Allah meridhainya, beliau berkata, “ Aku bercita-cita melihat seorang yang berakal nan tegas kemudian sekaratul maut mejumpai dirinya suatu ketika nanti.”, kemudian ketika kejadian yang beliau katakana ini menimpa diri dia ada seorang yang berkata kepadanya: “Wahai  Abu Abdillah engkau dulu pernah berkata bahwa engkau bercita-cita ingin melihat seorang yang berakal nan tegas yang telah berada pada posisi sakaratul maut dan kejadian itu sedang menghapirimu sekarang ini, lalu beritahukan kepada kami bagaimana rasanya? Maka beliau menjawab;” Aku mendapatkan seolah-olah Langit-langit yang tujuh diatasku jatuh menimpa bumi ini dan aku berada diantara keduanya, dan aku dapatkan diriku seperti keluar dari lobang jarum yang amat kecil.”&lt;br /&gt;روى عن أسلم مولى عمر بن الخطاب رضي اللّه عنهما قال:&lt;br /&gt;* إذا بقي على المؤمن من ذنوبه شيء لم يبلغه عمله شدد عليه الموت ليبلغ بسكرات الموت وشدته درجته في الجنة.&lt;br /&gt;* وإن الكافر إذا كان عمله معروفاً في الدنيا هون عليه الموت ليستكمل ثواب معروفه في الدنيا ثم يصير إلى النار.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Aslam budak dari Umar bin Khatab, beliau berkata: “ Apabila seorang mukmin masih memiliki dosa didunia ini dan amalannya belum bisa menggurkan dosa tersebut maka akan terbalas dan terhapus dengan sakaratul maut yang dia alami, sehingga Allah ta’ala meningkatkan derajatnya disurga kelak. Dan apabila dia adalah orang yang kafir dengan memiliki amalan yang baik didunia ini maka sakaratul maut akan dimudahkan untuk dirinya supaya lengkap rahmat NYA kepada orang kafir tersebut kemudian dimasukkan kedalam api neraka.”&lt;br /&gt;وقال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم :&lt;br /&gt;الأمراض والأوجاع كلها بريد الموت ورسل الموت فإذا حان الأجل أتى ملك الموت بنفسه وقال أيها العبد كم خبر بعد وكم رسول بعد رسول وكم بريد بعد بريد أنا الخبر ليس بعدي خبر وأنا الرسول ليس بعدي رسول أجب ربك طائعاً أو مكروهاً فإذا قبض روحه وتصارخوا عليه قال على من تصرخون وعلى من تبكون؟ فو اللّه ما ظلمت له أجلاً ولا أكلت له رزقاً بل دعاه ربه فليبك الباكي على نفسه فإن لي فيكم عودات وعودات حتى لا أبقي منكم أحداً (الوسيط للواحدي بإسناده عن ابن عباس )&lt;br /&gt;Disebutkan dalam kitab al wasid yang ditulis oleh Al wahidi dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas, bahwasannya Rasullah shallahualaihi wasalam berkata: “ Semua penyakit itu adalah utusan kematian maka apabila sudah datang waktunya akan datang kepada dia malaikat maut dan mengatakan kepadanya:” Wahai manusia berapa banyak kabar yang engkau dengar? dan berapa banyak rasul bergantian dating kepadamu? Dan berapa utusan yang datang kepadamu? Akulah yang membawa kabar kepadamu dan tidak ada yang lainnya, akulah utusan yang dating kepada dan tidak ada yang lainnya, penuhilah panggilan tuhanmu meskipun kamu taat/senang atupun kamu mebencinya,” lalu ketika ruhnya sudah diangkat mereka semua berteriak, dan malaikat itu berkata :Kenapa kalian berteriak dan atas siapakah kalian menangis ? demi Allah aku tidak mendzalimi dan mengambil umur kalian, dan aku tidak memakan rizki kalianakan tetapi Allah yang memanggil kalian terserahlah kalian mau menangis karena aku akan kembali lagi bertemu dengan kalian sehingga tidak ada seorangpun diantara kalian didunia ini .”&lt;br /&gt;عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: &lt;br /&gt;إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر  (رواه ابن ماجه والترمذي وقال حديث حسن)&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar semoga Allah meridhainya: dari Rasullah shallohualaihi wasalam beliau berkata : “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum samapi kepada tenggorokan .”H.r Ibnu Majah dan At Tirmidzi dan mengatakan Hadits ini adalah hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.Siksa Kubur dan Nikmat kubur.&lt;br /&gt;Kalau kita ingin tahu cerita dan khabar yang shahih dari rasullah shallahu alaihi wasallam tentang adzab siksaan kubur dan kedamaian serta nikmat yang ada dilamnya maka kita akan semakin yakin kepada Allah ta’ala. Kalau Allah membuka tabirnya maka tidak ada seorangpun didunia ini kecuali dia akan beriman kepada Allah ta’ala. Berikut ini paparan hadits-hadits nabi shallahu alaihi wasalam tentang adzab  dan nikmat kubur ;&lt;br /&gt;“ Kelapangan dan Cahaya untuk yang beriman, hempitan dan siksasan kubur bagi Munafik dan kafir “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن أبي هريرة رضي الله عنه :&lt;br /&gt;أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا قبر الميت أو قال أحدكم أتاه ملكان أسودان أزرقان يقال لأحدهما المنكر وللآخر النكير فيقولان ما كنت تقول في هذا الرجل فيقول ما كان يقول هو عبد الله ورسوله أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله فيقولان قد كنا نعلم أنك تقول هذا ثم يفسح له في قبره سبعون ذراعا في سبعين ثم ينور له فيه ثم يقال له نم فيقول أرجع إلى أهلي فأخبرهم فيقولان نم كنومة العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله إليه حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك .&lt;br /&gt;وإن كان منافقا قال سمعت الناس يقولون قولا فقلت مثله لا أدري فيقولان قد كنا نعلم أنك تقول ذلك فيقال للأرض التئمي عليه فتلتئم عليه فتختلف أضلاعه فلا يزال فيها معذبا حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك .&lt;br /&gt;( رواه الترمذي وقال حديث حسن غريب وابن حبان في صحيحه)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahuta’ala anhu beliau berkata : “ Bahwasannya rasullah shallahu alaihi wasalam berkata : Apabila mayit itu dikuburkan atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka dia akan didatangi 2 malaikat yang berwarna hitam dan yang satunya berwarna biru dikatakan namanya adalah munkar dan yang lainnya nama nakir, maka kedua nya berkata apa yang kamu katakan tentang orang ini dan dia menjawab tentang apa yang diajarkan oleh orang ini ( yangdimaksudkan adalah nabi Muhammad shallahu alaihi wasalam)  dan dia berkta dia itu adalah hamba Nya dan rasul Nya dan aku bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah ta’ala dan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah, kemudian dua malaikat itu berkata aku telah tahu bahwa dirimu akan mengatakan yang demikian kemudian kuburannya diluaskan bagi 70 hasta kali 70 hasta dan diberikan cahaya ( penerangan) dan dikatakan kepada tidurlah dan orang ini berkata : Bolehkan aku kembali kepada keluargaku dan aku beritahukan tentang apa yang aku dapat?  Lalu kedua malaikat ini menjawab : Tidurlah kamu seperti tidurnya pengantin yang tidak ada yang membangunkan dirinya kecuali jika keluarganya menghendakinya sampai Allah bangkitkan dia di hari kiamat.H.r Tirmidzi dan beliau berkata ini adalah hadits hasan gharib dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Kuburan adalah pintu gerbang menuju akhirat ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sumber keterangan hadits diatas, tergambar oleh diri kita tentang dahsyatnya kondisi manusia dialam kubur, itu adalah contoh kecil dari akhirat yang akan kita datang dengan cirri-cirinya seperti yang akan diterangkan didalam bab selanjutnya. Seorang muslim ataupun mukmin tidak mungkin luluh hatinya dan percaya kepada dahsyatnya hari kiamat dan hari pembalasan kecuali dia menjadikan dirinya adalah orang yang paham akan kondisi alam kubur. Hal ini pernah dinyatakan oleh sahabat Utsman bin affan ketika ditanya oleh pembantunya saat utsman menangis ketika ziarah kubur;&lt;br /&gt;عن هانىء مولى عثمان بن عفان قال :&lt;br /&gt;كان عثمان رضي الله عنه إذا وقف على قبر يبكي حتى يبل لحيته فقيل له تذكر الجنة والنار فلا تبكي وتذكر القبر فتبكي فقال إني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول القبر أول منزل من منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر وإن لم ينج منه فما بعده أشد قال وسمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما رأيت منظرا قط إلا والقبر أفظع منه .&lt;br /&gt;( رواه الترمذي وقال حديث حسن غريب).&lt;br /&gt;Dari Hani budak Utsman bin Affan beliau berkata: “ Adalah Utsman bin Affan apabila beliau berdiri diatas kuburan maka beliau menangis sehingga basah jenggotnya, dan beliau ditanya: Engkau mengingat surga dan neraka kenapa engkau tidak menangis dan sebutkan kuburan kemudian engkau menangis: lalu beliau berkata: “ Sesungguhnya aku medengar Rasullah shallahu alaihi wasalam berkata : Kuburan itu adalah permulaan kehidupan akhirat maka barang siapa yang diselamatkan Allah kehidupan yang setelahnya akan lebih mudah dan barangsiapa yang tidak diselamatkan Allah kehidupan setelahlah akan lebih parah dan beliau berkata (Utsman) aku medengarkan cerita ini dari Rasullah shallahualaihi wasalam menuturkan hal ini dan sejak itu tidak ada fenomena yang lebih mengerikan kecuali  kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.Bangkitnya Hari Kiamat dan ciri-cirinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitnya hari kiamat adalah hari yang mana Allah subhanu wata’ala membalas amalan-amalan manusia setelah mereka dihisab di depan neraca Allah. Iman kepadanya adalah wajib karena termasuk dari rukun Iman yang enam, Allah mengungkapkan neraka hari kiamat ini didalam firman-firman Nya berikut ini ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مَّعْرِضُونَ{1} مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مَّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ{2} لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ وَأَسَرُّواْ النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ هَلْ هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ{3}الأنبياء.&lt;br /&gt;Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat al-Qur'an pun yang baru (diturunkan) dari Rabb mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, lagi)hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka:"Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya" (QS. 21:1-3)&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللّهُ يَحْكُمُ لاَ مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ }الرعد41&lt;br /&gt;Dan apakah mereka tidak melihat bahwasesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah yang Maha cepat hisab-Nya. (QS. 13:41)&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ }إبراهيم41&lt;br /&gt;Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (QS. 14:41)&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{لِيَجْزِي اللّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ إِنَّ اللّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ }إبراهيم51&lt;br /&gt;Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan.Sesungguhnya Allah Maha cepat.&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاء حَتَّى إِذَا جَاءهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئاً وَوَجَدَ اللَّهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ }النور39&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. 24:39)&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ }الزمر10&lt;br /&gt;Katakanlah:"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu".Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.Dan bumi Allah itu adalah luas.Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (QS. 39:10)&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ }غافر17&lt;br /&gt;Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya.Tidak ada yang dirugikan pada hari ini.Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS. 40:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah diriwayatkan dari sahabat Ibnu Masud: &lt;br /&gt;عن ابن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:&lt;br /&gt; بين يدي الساعة يظهر الربا والزنا والخمر  .          (رواه الطبراني ورواته رواة الصحيح )&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud r.a dari nabi shallahu alaihi wasalam beliau bersabda : “ Dekatnya hari kiamat dengan cirri-ciri munculnya riba, zina dan minuman keras.( H.r Al Thabrani dan perawinya adalah perawi shahih .&lt;br /&gt;وعن أنس رضي الله عنه قال :&lt;br /&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا استحلت أمتي خمسا فعليهم الدمار:&lt;br /&gt;1- إذا ظهر التلاعن .&lt;br /&gt;2- وشربوا الخمور .&lt;br /&gt;3- ولبسوا الحرير .&lt;br /&gt;4- واتخذوا القينات .&lt;br /&gt;5- واكتفى الرجال بالرجال والنساء بالنساء.                  (رواه البيهقي) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik R.a : Bersabda Nabi shallahualaihi wasalam ; “ Apabila umatku telah mehalalkan lima hal, maka akan datang kepada mereka kehancuran (kiamat),&lt;br /&gt;1. Apabila ada diantara mereka salaing melaknati (antara suku, kelompok dll).&lt;br /&gt;2. Apabila mereka telah meminum minuman keras ( khamer ).&lt;br /&gt;3. Apabila mereka telah memakai kain sutra ( bagi laki-laki ).&lt;br /&gt;4. Apabila mereka telah bermain alat-alat musik .&lt;br /&gt;5. Apabila kaum laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai laki-laki . ( H.R Al Baihaqi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits yang lain yang telah diriwayatkan oleh Al Baihaqi juga dari  Abu Hurairah bersabda Nabi shallahu alaihi wasalam : “ Apabila mereka telah menjadikan sebuah Negara dari harta rampasan perang yang tidak didapatkan dari peperangan, apabila mereka menjadikan harta amanat sebagai harta rampasan perang, apabila mereka menjadikan zakat sebagai hutangyang tertunda, apabila mereka mulai belajar agama dari selain agama Allah, apabila seorang laki-laki kepala keluarga taat kepada istrinya, apabila ada orang yang telah durhaka kepada kedua orang tuanya, apabila telah ada seoarang yang merendahkan teman dekatnya, Apabila ada anak yang kasar kepada bapaknya, apabila mulai banyak suara keras teriakan-teriakan didalam masjid, apabila telah ada orang yang menjadikan pemimpin mereka dari orang yang fasik, apabila ada sebuah negri yang memilih pemimpin mereka dari orang rendahan, apabila orang sudah mulai menganggap mulia seseorang karena takut akan kejahatannya, apabila telah ada orang yang mengahalalkan musik dan lagu-lagu, apabila minuman keras sudah mulai beredar  dan umat akhir zaman telah melaknati umat-umat pendahulu mereka , maka mereka akan di timpa dengan angina yang berwarna merah nan panas dan akan di guncang oleh gempa bumi yang amat dahsyat dan akan di lempari batu dari langit terus menerus sebagi tanda-tanda kiamat akan datang kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits yang lain disebutkan tentang ciri-ciri akhir jaman seperti yang tergambar dalam hadits berikut ini : &lt;br /&gt;وعن أبي سعيد الخدري رضي اللّه عنه قال:&lt;br /&gt; ذكر رسول اللّه صلى الله عليه وسلم بلاء يصيب هذه الأمة حتى لا يجد الرجل ملجأ يلجأ إليه من الظلم فيبعث اللّه رجلاً من عترتي وأهل بيتي فيملأ به الأرض قسطاً وعدلاً كما ملئت جوراً وظلماً يرضى عنه ساكن السماء وساكن الأرض لا تدع السماء من قطرها شيء إلا صبته مدراراً ولا تدع الأرض من نباتها شيئاً إلا أخرجته حتى يتمنى الأحياء الموت، يعيش في ذلك سبع سنين أو ثماني سنين أو تسع سنين.&lt;br /&gt;Dari Abi said Al khudriyi R.A belaiu berkata : Rasullah pernah menyebutkan tentang musibah yang akan menimpa umat Islam ini sehingga tidak ada seorangpun yang bisa berlindung dari kegelapan tadi, sehingga Allah subhanahu wata’ala mengutus seseorang dari keturunannya dan dari ahli baitnya maka dia akan memenuhi bumi ini dengan dengan keadilan sebagaimana kejelekan dan kebiadaban telah menguasai bumi ini , semua penduduk langit dan bumi akan ridha kepada orang ini tidaklah ada langit yang membawa awan kecuali diturunkan hujan dibawahnya, tidaklah ada satu tumbuhan dibumi ini kecuali tumbuh berkembang sehingga orang yang hidup pada waktu itu berharap akan kematian, mereka hidup didalamnya sekitar tujuh , delapan atau sembilan tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam riwayat yang lain di kitab shahih Muslim dari sahabat Khudaifa ibn Usaid al ghifary ,&lt;br /&gt;عن حذيفة بن أسيد الغفاري قال:&lt;br /&gt; أطلع النبي صلى الله عليه وسلم علينا ونحن نتذاكر فقال : ما تذاكرون  ؟  قالوا نذكر الساعة قال :  إنها لن تقوم حتى تروا قبلها عشر آيات فذكر:&lt;br /&gt;1- الدخان .&lt;br /&gt;2- والدجال .&lt;br /&gt;3- والدابة .&lt;br /&gt;4- وطلوع الشمس من مغربها .&lt;br /&gt;5- ونزول عيسى بن مريم .&lt;br /&gt;6- ويأجوج ومأجوج .&lt;br /&gt;7- وثلاثة خسوف خسف في المشرق .&lt;br /&gt;8- وخسف في المغرب .&lt;br /&gt;9- وخسف بجزيرة العرب .&lt;br /&gt;10- وآخر ذلك نار تخرج من اليمن تطرد الناس إلى محشرهم  .&lt;br /&gt;Suatu ketika Nabi shallahualaihi wasalam melihat kami (para sahabat) sementara kami sedang merenung, kemudian nabi bertanya ; sedang apakah kalian ? jawab kami ,” Kami sedang mengingat akan hari kiamat” , maka nabi berjkata kepada kita ; “ Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sebelumnya 10 ciri-ciri kedatangannya, maka beliau menyebutkan :&lt;br /&gt;1. Munculnya asap hitam .&lt;br /&gt;2. Munculnya Ad Dajal.&lt;br /&gt;3. Munculnya Ad Dabbah (binatang besar).&lt;br /&gt;4. Terbitnya matahari dari arah barat dan tenggelamnya dari arab timur.&lt;br /&gt;5. Turunnya Nabi Isa alaihi salam.&lt;br /&gt;6. Datangnya ya’juj wa ma’juj.&lt;br /&gt;7. 3 bagian bumi yang ditenggelamkan dan 1 bagian di arah timur.&lt;br /&gt;8. Ditenggelamkannya bumi dari arah barat.&lt;br /&gt;9. Ditenggelamkannya bumi di jazirah Arabia.&lt;br /&gt;10.  Akan muncul api dari yaman yang mengusir manusia kepada al mahsyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ini semua terjadi maka tidak akan berguna harta, anak, kedudukan dan pangkat yang kita miliki sekarang ini. Semuanya akan sirna begitu saja, semuanya akan pulang kepada Allah ta’ala . Semua manusia tinggal menunggu apa yang telah diputuskan Allah kepada diri mereka masing-masing. Maka ambillah kesempatan hidup kita dengan sebaik-baiknya, seperti sabda nabi shallahu alaihi wasalam tentang tidak manfaatnya Iman dan taubat ketika muncul ciri-ciri berikut ini  ; &lt;br /&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &lt;br /&gt;ثلاث إذا خرجن لا ينفع نفساً إيمانها لم تكن آمنت من قبل:&lt;br /&gt;1- طلوع الشمس من مغربها .&lt;br /&gt;2- والدجال .&lt;br /&gt;3- ودابة الأرض. . صحيح مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda rasullah shallahu alaihi wasalam ;” Tiga tanda-tanda yang mana apabila salah satunya telah keluar maka tidaka akan bermanfaat Iman dia yang mana sebelumnya dia tidak beriman kecuali melihat cirri-ciri kiamat ini ;&lt;br /&gt;1. Terbitnya matahari dari arah barat.&lt;br /&gt;2. Munculnya dajjal.&lt;br /&gt;3. Munculnya Dabbah ( binatang yang besar ) ( H.R Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.Ada apa dengan diri kita ?&lt;br /&gt;Sekian banyak ayat-ayat dan hadits nabi shallahu alaihi wasalam telah kita dengarkan, tapi rasanya jiwa kita ini tidak pernah luluh dan dan tunduk kepada perintah Nya, yang kita kedepankan adalah hawa nafwu yang terus menyala didalam hati kita yang selalu menuntut akan kehidupan yang semu ibarat fatamorgana di siang hari. Hati yang kaku dan keras adalah hati yang sedang sakit tidak pernah banih iman tumbuh bersemi didalamnya. Ulama salaf telah membagi hati menajdi 3 bagian, dimakakah hati kita ?&lt;br /&gt;Firman Allah ta’ala : &lt;br /&gt;“ Agar Dia menjadikan apa yang dimaksudkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Qur'an itulah yang hak dari Rabbmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.”  ( (QS. 22:53-54)  &lt;br /&gt;Dari ayat –ayat ini hati manusia terbagi menjadi 3 macam ; ( lihat fatawa ibnu taimiyyah 28/hal 133 sd. 177 )&lt;br /&gt;1. Hati yang sakit.&lt;br /&gt;2. Hati yang keras .&lt;br /&gt;3. Hati seorang mukmin &lt;br /&gt;Untuk menjadi hati yang lembut atau seorang mukmin yang taat kepada Allah maka kita harus menjadikan untuk diri kita sifat-sifat berikut ini ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.1 ;Memiliki rasa Takut kepada Allah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang tercipta untuk manusia ini, bukanlah tempat yang akhir bagi diri kita, sebagian orang yang telah teracuni dengan dunia ini mengangap bahwa dunia ini segalanya dan abadi bagi dirinya. Menaruh harapan yang pasti kepada dunia merupakan seban mulanya orang mendekati perbauatan yang haram, melalaikan akan ketatan kepada allah subhanau wata’ala sehingga dia gemar untuk menunda taubat dan selalu mengatakan … nanti dulu lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut kepada Alloh belum sempat bersemi didalam sanubarinya, sehingga menjadikan kehidupannya menjadi bergelimang dengan kemaksiatan kepada Allah subhana  wata’ala, Seakan akan dunia ini akan menjadi milik dia dan abadi buat dirinya, tidak pernah mengingat akan kematian, hari akhir dan hari pembalasan segala apa yang telah diamalkan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan bahwassannya, diriku adalah salafy pengikut ahlu sunnah wal jama’ah seharusnya menjadikan diri kita masing-masing melihat tapak tilas generasi salaf  dari contoh pada diri nabi yang mulia, para sahabatnya dan orang-orang yang meniti jalan hidup mereka dari yang terkecil sampai yang terbesar sehingga menempa diri kita menjadi salafy yang hakiki, seperti halnya  Abdullah bin Mubarak apabila dibacakan kepadanya kitab azzuhud maka beliau mengangis seperti kerbau yang disembelih, mebumkam mulutnya tidak berbicara. . Takut kepada allah subhanawata’ala dari siksa, neraka dan kemurkaanNya akan melahirkan amalan yang akan membedakan dirinya dengan yang lain .firman Alloh; &lt;br /&gt;Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga.arrahman  (QS. 55:46)&lt;br /&gt;Berkata Imam Al qurtubhi ; makna dari takut saat menghadap Allah adalah tajut ketika Allah akan menghitung amalannya di hari kiamat sehingga dia kan meninggal maksiat. &lt;br /&gt;Berkata ibnu katsir ; “Adalah seseorang takut kepada Allah untuk berdiri berbuat maksiat dihadapNYA, takut tidak melaksanakan hukum dan syariatNYA dan mencegah hawanafsunya untuk berbuat maksiat dihadapan Allah dan mengembalikannya kepada ketaatan kepada Allah seperti firmanNya ‘” maka baginya adalah suga al ma’wa” yaitu tempat kembalinya dan perjalannya diakhirat akan dibimbing kedalam surganya yang bernama al faiha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.2 :Pengertian rasa takut (Al Khauf ) ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengertian makna al khauf  ( takut ) , adalah takutnya seseorang terhadap kejelekan atau keburukan dari sesuatu yang dia cintai dan sanyangi akan menimpa diri dia, seperti seorang yang takut kepada Allah dari adaz NYA dan sikasaan di api neraka, karena hamba tadi tidak  taat kepada Allah dan mnyimpang dari apa yang diperintahkan oleh Allah atas dirinya . Seorang mukmin tdak takut kecuali kepada Allah subhanahu wata’ala  adapun takut yang sifatnya manusiawi adalah Sesutu yang wajar, ketakutannya kepada makhluq tidak boleh disamakan dengan Allah subhanahu wata’la dalam firmannya ( Surat Thaha 67 )   dan takut yang manusiawi seperti contohnya takutnya seseorang atas gembalaan kambing dari srigala dan binatang buas dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala selalu menakut-nakuti hambanya dengan kebesaranNYA  terkadang juga dengan api neraka dan juga terkadang dengan menghancurkan orang kafir . kata-kata alkhauf  di ungkapkan didalam alqur’an ; : firman Allah al baqorah 40 .&lt;br /&gt;Allah swt memperinggatkan hambanya dengan dengan adzab yang pedih, Allah akan membalas hambanya yang menyeleweng akan perintahnya (firman Allah Absa 34-37)&lt;br /&gt;Allah juga menggambarkan tentang hari kiamat dengan gambaran yang mengerikan agar kita takut dalam menmghapinya : Surat al haj 1 sd 2 ) &lt;br /&gt;Didalam firman Allah yang lain ada gambaran al khauf dari orang yang beriman dari generasi para nabi dan orang –orang yang mengikuti mereka  kepada Allah : &lt;br /&gt;:{ وَقَالَ الَّذِي آَمَنَ يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ (30) مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ (31) وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ (32) يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (33) } [غافر/30-33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.3 ;Takut kepada Neraka ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk keimanan seorang mukmin kepada Allah adalah takut kepada hari akhir yaitu hari kiamat. Rukun iman yang yang inilah yang akan mengahsilkan keimanan yang kuat kepada Allah subhanahu wata’ala , setiapa kali dia melangkahkan kakinya dibumi ini dia akan selalu berhati-hati tidak gegabah dan apabila dia gegabah maka dia akan masuk kedalam ancaman Allah ta’ala diapi neraka dan kekal didalammnya . Dunia ini adalah cobaan dan ujian bagi orang-orang yang beriman, dunia ini adalah batu loncatan sementara dan seorang mukmin tidak akan lama disana, seorang  mukmin akan selalu berdo’a untuk mendapatkan kebaikan di dunia ini dan diakhirat kelak , firman Allah : &lt;br /&gt;{ فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آَبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ (200) وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (202)} [البقرة/200-202]&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ - صل  - « اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ »&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik adalah nabi Saw banayak berdo’a dengan mngucapkan “ Ya Allah tuhan kami berikanlah kami kebaikan didunia ini dan dan kebaikan di akhirat kelak dan jauhkanlah diri kami dari api neraka”  &lt;br /&gt;Allah subhanahu wataa’la memerintahkan nabinya dan kaum mukminin untuk memperbanyak dzikir kepada Allah ta’ala setelah mereka melaksanakan ibadah manasik haji dan Allah memerintahkan mereka untuk meminta kebaikan dunia dan diimbangi dengan kebaikan yang kekal abadi yaitu kebaikan diakhirat dengan meminta kebaikan akhirat seorang akan secara otomatis terhindar dari apa yang diharamkan oleh Allah ta’ala .&lt;br /&gt;Sampai sesuatu yang paling kecil dan sanagt kecilpun, akan sangat berguna untuk akhirat kita jika kita termasuk orang yang mengikhlaskannya karena akhirat, ukuran kebaikan dalam Islam bukan diukur dengan sesuatu yang indah dan gemerlap namun seberapa tinggi Imannya kepada Allah dan akan lahir setelahnya ikhlas karena mengaharapkan Allah ta’ala : dalam sebuah hadits digambarkan tentang perbuatan kecil yang akan membuahkan hasil yang besar karena takut kepada Allah : &lt;br /&gt;وعَنْ أَبِى إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَعْقِلٍ قَالَ سَمِعْتُ عَدِىَّ بْنَ حَاتِمٍ - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -   - يَقُولُ « اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ »  .&lt;br /&gt;Dari Abi Ishaq  dia berkata aku mendengar Abdullah bin maqqil dari Adi bin hatim , dia berkata aku mendengar Rasullah saw bersabda : Takutlah kalian kepada Api Neraka walaupun dengan bersedekah sebelah biji kurma.”&lt;br /&gt;وعَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ ، قَالَ : قَامَ النَّبِيُّ   ، فَقَالَ : اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ قَالَ : ثُمَّ قَالَ : اتَّقُوا النَّارَ ، ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ حَتَّى رَأَيْنَا أَنَّهُ يَرَاهَا ، ثُمَّ قَالَ : اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا ، فَبِكَلِمَةٍ طَيْبَةٍ. صحيح ابن حبان - (ج 7 / ص 43)(2804) صحيح&lt;br /&gt;Dari Adi bin Hatim dia berkata : Nabi Saw berdiri maka beliau berkata ; “ takutlah kalian kepada api neraka kemudian beliau berpaling dan memalingkan kepalanya dan berkata lagi “ Takutlah kalian kepada neraka kemudian dia berpaling dengan memutarkan kepalanya (dan beliau melihat kedepan)sehingga seolah-olah beliau melihatnya dan kemudian beliau berkata : “Takutlah kalian kepada api neraka walaupun kalian bersedaqah dengan satu butir kurma dan apabila kalian tidak bias maka dengan perkataan yang indah )) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.4 ;Kekerabatan, kedudukan, pangkat dan derajat tidak berguna : &lt;br /&gt;Tradisi turun menurun dari jaman kerajaan yang pernah dialami bangsa ini serta adat istiadat yang begitu kuat mengakar, menjadikan wawasan kehidupan beragama dinegri ini masih banyak diwarnai oleh kelir dan corak warna yang berbeda-beda. Itulah yang menjadikan tantangan da’wah yang hak yang sekarang ini menjamur dimasyarakat. Semua yang hak dikatakan batil dan juga sebaliknya. Akan tetapi lebih ironisnya lagi fenomena cinta budaya dan tradisi cukup mempengaruhi pola pikir beragama bangsa ini sehingga ketika seseorang datang dengan membawa nama keturunan rasulullah maka dia akan lebih di terima dari pada yang buka keturunannya. Padahal nabi saw sendiri sudah menepisnya dengan sabda beliau tentang ketidakmampuan seseorang walaupun dia adalah nabi untuk melindungi kelaurganya dari api neraka, kecuali perlindungan mereka sendiri, dalam perkataan beliau jelas sekali bagi kita agar tidak mengandalkan keturunan.&lt;br /&gt;وعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ {وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ} (214) سورة الشعراء،  دَعَا رَسُولُ اللَّهِ - - قُرَيْشًا فَاجْتَمَعُوا فَعَمَّ وَخَصَّ فَقَالَ « يَا بَنِى كَعْبِ بْنِ لُؤَىٍّ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ يَا بَنِى مُرَّةَ بْنِ كَعْبٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ يَا بَنِى عَبْدِ شَمْسٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ يَا بَنِى عَبْدِ مَنَافٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ يَا بَنِى هَاشِمٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ يَا بَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ يَا فَاطِمَةُ أَنْقِذِى نَفْسَكِ مِنَ النَّارِ فَإِنِّى لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا غَيْرَ أَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَأَبُلُّهَا بِبَلاَلِهَا ». أبل : أصل&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah dia berkata ketika diturunkannya ayat (( Dan berikanlah peringatan kepada keluargamu yang terdekat ))as-syuara 214 , Nabi Saw memanggil kerabatnya dari golongan orang-orang qurasy maka merekapun berkumpul dan nabi mengumumkan dan menasehati mereka seraya berkata :” Wahai keturunan Kaab bin luai selamatkanlah diri-diri kalian dari api neraka, wahai keturunan Murrah bin kaab selamatkanlah diri kalian dari apai neraka, wahai keturunan Abdul Manaf  selamatkanlah diri-diri kalian dari api neraka, wahai keturunan Hasyim selamatkanlah diri-diri kalian dari api neraka wahai keturunan Abdul Muthalib selamatkan diri kalian dari api neraka wahai anakku fatimah selamatkanlah diri engkau dari apai neraka  karena aku tidak memiliki bagi diri kalian sedikitpun dari manfaat selain kalian adalah tali rahimku dan kerabatku”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nabi Saw. Sangat sayang kepada umatnya untuk melindungi mereka dari api neraka dan tidak masuk kedalamnya naudzubillah, kesempatan dalam kesempitan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku keturunan nabi Saw, sengaja untuk menjerat mereka  untuk taklid kepada mereka hanya sekedar ingin medapatkan manfaat sesaat saja, hal ini bisa kita buktikan didalam kejadian berikut ini : &lt;br /&gt;a. Ziarah makam-makam keramat.&lt;br /&gt;b. Mengambil berkah dari makam dan kuburan keramat.&lt;br /&gt;c. Menikahkan dg mereka  anak gadis mereka supaya dapat keturunan ahli surga.&lt;br /&gt;Banyak lagi contoh-contoh yang lain, yang menjadikan orang lupa akan dalil-dalil al qur’an dan assunnah tentang kemulyaan derajat yang paling mulia hanya bisa di raih dengan taqwa kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Nabi saw dan juga para sahabatnya sanagt memperhatikan akan hari akhir yang akan mereka jumpai, mereka tidak akan pernah tidur nyaman dan tenang ketika mengingat akan neraka akan tidak pernah ingin lama didunia ini ketika mengingat akan surga yang penuh dengan kenikmatan. Dalam sabda nabi saw ; &lt;br /&gt;وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -   - : " مَا رَأَيْتُ مِثْلَ الْجَنَّةِ ، نَامَ طَالِبُهَا . وَلَا مِثْلَ النَّارِ نَامَ هَارِبُهَا " . &lt;br /&gt;Dari Anas dia berkata ; bersabda rasullah saw ;tidaklah tidur orang yang mengharapkan surga dan tidaklah tidur orang yang melihat neraka  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain menerangkan tentang motivasi mendapatkan surga dan lari dari neraka ; &lt;br /&gt; وعَنْ كُلَيْبِ بْنِ حَزْنٍ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ   يَقُولُ : " يَا قَوْمُ " اطْلُبُوا الْجَنَّةَ جَهْدَكُمْ ، وَاهْرَبُوا مِنَ النَّارِ جَهْدَكُمْ ، فَإِنَّ الْجَنَّةَ لَا يَنَامُ طَالِبُهَا ، وَإِنَّ النَّارَ لَا يَنَامُ هَارِبُهَا ، أَلَا إِنَّ الْآخِرَةَ الْيَوْمَ مُحَفَّفَةٌ بِالْمَكَارِهِ ، وَإِنَّ الدُّنْيَا مُحَفَّفَةٌ بِالشَّهَوَاتِ "&lt;br /&gt;Dari kulaib bin hazan dia berkata, berkata rasullah saw ‘ wahai  kaum! Mintalah surga sekuat kemampuanmu dan larilah dari neraka sekuat tenagamu karena orang yang mengharapkan surga tidak akan tidur dan orang yang tahu neraka akan tidak bisa tidur &lt;br /&gt; وقَالَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ   : " يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ ، ارْغَبُوا فِيمَا رَغَبَّكُمُ اللَّهُ فِيهِ ، وَاحْذَرُوا مِمَّا حَذَّرَكُمُ اللَّهُ مِنْهُ ، وَخَافُوا مِمَّا خَوَّفَكُمُ اللَّهُ بِهِ مِنْ عَذَابِهِ وَعِقَابِهِ وَمِنْ جَهَنَّمَ ؛ فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ قَطْرَةً مِنَ الْجَنَّةِ مَعَكُمْ فِي دُنْيَاكُمُ الَّتِي أَنْتُمْ فِيهَا حَلَّتْهَا لَكُمْ ، وَلَوْ كَانَتْ قَطْرَةٌ مِنَ النَّارِ مَعَكُمْ فِي دُنْيَاكُمُ الَّتِي أَنْتُمْ فِيهَا خَبَّثَتْهَا عَلَيْكُمْ "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Anas bin Malik : berkata Rasullah shallohu alaihi wasalam: Wahai seluruh kaum muslimin berharaplah terhadap apa-apa yang Allah harapkan atas kalian, dan jauhilah  terhadap apa yang dilarang Allah atas diri kalian, dan takutlah terhadap apa yang ditakutkan Allah atas kalian dari adzab nya dan hukuman-hukman Allah dan juga jahanam, sesungguhnya kalau satu tetes kenikmatan di jatuhkan diatas dunia maka akan menjadikan indah dunia ini dan apabila satu percik api neraka dipercikan kedalam dunia ini maka akan menjadikan dunia yang kalian tempati ini rusak . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah bermanfaat harta kita dan semua yang kita nanti dihadapan Allah subhanahu wata’ala dengan mengetahui cerita yang penuh keimanan kepadanya seharusnya seorang menjadikan hatinya lunak, lembut dan tidak kaku sehingga hidayah Allah mampu menembus lubuk hatinya yang paling dalam. Maka apabila ayat –ayat Allah dibacakan hati dia akan menangis ketakutan dan iman akan semakin tinggi melambung menuju Allah dan akan menjadi wali Allah yang tidak takut kecuali kepada Nya. Banyak pembahasan yang belum saya kupas didalam masalah ini sehingga saya jadikan pembahasan ini berlanjut pada kesempatan-kesempatan yang akan datang . Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua orang-orang yang beriman yang senantiasa takut kepada Allah, takut kepada siksa alam kubur, hari akhirat dan neraka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali  Saman Hasan ,lc.&lt;br /&gt;www.alisamanhasan.blogspot.com&lt;br /&gt;fadhillah_arofah@yahoo.com&lt;br /&gt;alisamanhasan57@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-6951126948998667268?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/6951126948998667268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/08/ya-allah-selamatkan-diriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6951126948998667268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/6951126948998667268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/08/ya-allah-selamatkan-diriku.html' title='YA ALLAH SELAMATKAN DIRIKU'/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-8191747551952117863</id><published>2009-08-09T08:11:00.001+07:00</published><updated>2009-08-09T08:12:38.460+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CALISAM%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas:contacts" name="Sn"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) }st2\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:Coronet; 	mso-font-alt:Mistral; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:7 0 0 0 147 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} @font-face 	{font-family:Algerian; 	panose-1:4 2 7 5 4 10 2 6 7 2; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:decorative; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Century Gothic"; 	panose-1:2 11 5 2 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"AGA Arabesque"; 	mso-font-alt:Symbol; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 3.0in right 6.0in; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	vertical-align:super;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ALISAM~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ALISAM~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ALISAM~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ALISAM~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:210534380; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1966855858 -1224813916 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:27.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:27.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l1 	{mso-list-id:244726137; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1530315148 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l2 	{mso-list-id:273636422; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1594450848 1312223270 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:27.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:27.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l3 	{mso-list-id:630282361; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2119811348 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l4 	{mso-list-id:643125108; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:11045304 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l5 	{mso-list-id:657609852; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1909890290 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l6 	{mso-list-id:955873727; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-951927408 -641950876 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l6:level1 	{mso-level-tab-stop:69.75pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:69.75pt; 	text-indent:-42.75pt;} @list l7 	{mso-list-id:1377974888; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:834571836 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l7:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l8 	{mso-list-id:1452623946; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1261438278 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l8:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l9 	{mso-list-id:1740859391; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1763122870 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l9:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%; font-family: Coronet;"&gt;MARHABAN YA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ROMADHON &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Century Gothic&amp;quot;;"&gt;Oleh . Ustadz ALI SAMAN HASAN ,LC&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Muqaddimah,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala, segala bentuk rasa syukur kita peruntukkan untuk Alloh Ta’ala. Dzat Yang Maha Besar Yang Maha Pencipta segalanya .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Shalawat serta salam semoga selalu terjunjung tinggi kepada Nabi Kita Muhammad shallallohu alaihi wasalam, keluarganya dan orang-orang yang gigih mengikuti jalan mereka sampai hari kiamat kelak .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, saya mengajak diri saya sendiri dan para pembaca tulisan ini agar senantiasa bertaqwa kepada Allah ta’ala. mengharapkan dengan ketaqwaan kita akan meraih berkah, dan selalu berusaha meningkatkan derajat diri kita dengan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala, bulan puasa penuh dengan balasan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;spesial berupa balasan langsung dari Allah ta’ala dengan pahala dari sisi NYA, di dalam hadits qudsi Allah berkata melalui lisan NabiNya : &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;((&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;الصيام لي وأنا أجزي به إنه ترك شهوته وطعامه&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;وشرابه من أجلي للصائم فرحتان , فرحة عند عند فطرة وفرحة عند لقاء ربه&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ولخوف فم الصائم أطيب عند الله تعالى من ريح المسك )) متفق عليه .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“ Puasa itu adalah untuk Ku dan Aku langsung yang akan membalasnya, bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan, satu kebahagian ketika berbuka puasa dan yang lainnya ketika bertemu Allah ta’ala kelak di hari kiamat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan sungguh bau mulut shaim/orang yang sberpuasa lebih wangi disisi Allah ta’ala dari harumnya minyak kasturi ( Al Misk ) . Mutafaqun Alaihi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kalau kita perhatikan sejenak ayat – ayat puasa yang termaktub dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; al Baqarah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(( يأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون )) البقرة 183&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“ Wahai Orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian berpuasa agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa. &lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kata “ Taqwa” seperti yang telah diuraikan oleh Thalaq bin Hubaib dia berkata : “ Taqwa itu adalah takut dari Allah Ta’ala dengan mengerjakan segala macam apa saja yang telah diturunkan dan bersiap-siap untuk bertemu dengan kematian dan Taqwa itu juga rasa control Allah Ta’ala di dalam perkataan, amalan dan juga semua anggota tubuh kita . “ oleh sebab itu Nabi Shallohu alaihi wasalam bersabda : “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;((&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ورب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش )) رواه أحمد &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“ Dan perumpamaan orang yang berpuasa nasibnya hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja.”&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Al Imam ibnu Qudamah al maqdisi berkata; “ Ketahuilah bahwasannya berpuasa itu memiliki kekhususan yang tidak ada di dalam ibadah yang lainnya, ini adalah hikmah dari sabda nabi ( &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وانا اجزي به&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;) “ dan Aku yang akan membalasnya” cukup dengan kata-kata ini seoarang yang berpuasa akan merasa bangga karena Allah langsung yanga akan mengganjarnya, seperti kemulyaan Baitullah, Allah langsung menisbatkan Baitullah itu kepada Dzat Nya yang Maha besar ( al haj 26 ). Shaum itu memiliki keutamaan yang besar karena dua hal ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Karena Shaum itu merupakan rahasia dan amalan batin yang tidak dilihat oleh manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Shaum itu merupakan ketekanan dan penindasan terhadap musuh Allah, karena musuh selalu mempersenjatai dirinya dengan hawanafsu dan sahum yang menghancurkannya.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Jadikanlah selalu tujuan puasa kita adalah untuk meraih ketaqwaan kepada Allah ta’ala, membersihkan serta mensucikan diri kita dan menjauhi dari segala macam bentuk kemaksiatan yang besar ataupun yang kecil .Menghadirkan diri kita dengan niat mendapatkan ampunan dan magfiroh Allah Ta’ala dengan setiap ibadah yang akan kita lakukan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;(( الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهما إذا اجتنبت الكبائر )) رواه مسلم &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“ Shalat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan jum’at satu ke jum’at yang lainnya dan Ramadhan satu kepada yang lainnya adalah penghapus dosa-dosa apabila dijauhi dosa dosa besar.” &lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st2:sn st="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;Bab&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st2:sn&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;I.&lt;/st2:sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt; Tiga Tingkatan Shaum &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Keumuman orang yang melaksanakan shaum tidak pernah mengerti hakekat shaum, yang ada dalam pikiran mereka adalah; shaum itu tradisi orang arab, shaum itu sudah turun menurun, shaum itu adalah pertanda datangnya hariraya Islam. Padahal yang benar adalah shaum itu memiliki tiga tingkatan ; ( shaum orang awam, shaum orang khusus dan shaumnya orang khusus khusus ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Shaumnya orang umum : adalah seoarang yang berpuasa dan hanya bisa mencegah dirinya dari perut yang lapar, mecengah dirinya dari perbuatan zina dan perbuatan maksiat yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Shaumnya orang khusus, adalah puasanya orang yang bisa menahan pandangannya dari kemaksiatan, lisannya dari perkataan yang kotor, tangannya dari dari mengambil yang haram, kakinya dari langkah-langkah setan, pendengarannya dari yang maksiat dan semua anggota tubuh dia dari yang diharamkan oleh Allah subhanu wata’ala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Shaumnya orang khususul khusus ; adalah puasanya orang dari keinginan hati yang rendah, pemikiran yang akan menghantarkannya kepadan kemasiatan kepada Allah, dan dia mampu kecara keseluruhan untuk mengendalikan dirinya kepada apa yang diharamkan oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt; beberapa adab dan tatacara agar shaum kita menjadi shaumnya orang-orang khusus; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mampu menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mampu menjaga lisan dari perkataan yang kotor dan keji .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mampu menjaga perbuatan yang mubah agar tidak terjatuh kepada perbuatan yang tidak ada gunanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mampu mengendalikan sisa anggota tubuhnya untuk ketaatan kepada Allah.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Begitu detail penjelasan dari para Ulama kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang masalah shaum, karena shaum menyimpang segudang rahasia bagi orang yang memahaminya. Uraian dari suarah al Baqarah 183 yang telah tersebut diatas (( &lt;i&gt;Semoga kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah&lt;/i&gt; )) , dengan bertaqwa kepada orang seoarang mampu mengendalikan dirinya dan selalu menggiringnya kepada ketaatan kepada Allah, berikut ini pernyataan salaf tentang taqwa : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Perkataan Ibnu Abbas : “ Orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang merasa takut kepada Allah dari hukuman Nya dari meningalkan apa yang dia telah ketahui dari pentunjuk Alllah dan mengaharapkan akan rahmatnya dalam rangka membenarkan apa yang Allah perintahkan atas dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Perkataan Al Hasan Al Bashri : “ Orang yang bertaqwa itu adalah mereka yang takut terhadap apa yang di haramkan Allah atas diri mereka dan melaksanakan apa yang di wajibkan Allah atas diri mereka .”&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Taqwa kepada Allah adalah tujuan mereka yang shaum, taqwa merupakan mesin penggerak amalan-amalan kita, kalau tanpa mesin itu kita akan terhenti dan mogok dijalan tidak mampu berbuat ini dan itu. Oleh karena itu saya ingin memaparkan tentang keutamaan orang-orang yang berpuasa karena Allah sesuai dengan perintahNya, dan apa yang akan mereka dapatkan dari keutamaan dan pahala yang Allah siapkan untuk mereka .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bab II.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;FADHAIUL SIYAM ( KEUTAMAAN-KEUTAMAAN PUASA).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;II.1.Shaum melahirkan Rasa Al Khauf/Takut kepada Allah ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Rasa Al Khauf/takut kepada Allah akan semakin mudah didapatkan oleh seseorang jika ia menempa dirinya dengan shaum. Ketika orang itu shaum ( berpuasa ) dia telah melatih dirinya untuk menjalankan ibadah yang dia dan Allah sajalah yang mengetahuinya. Rasa riya dan pamer kepada makhluq ini yang akan menghilangkan rasa takut kepada Allah, maka kita dapatkan orang yang melakukan ibadah dzahir selalu tidak bisa khusu’, itu disebabkan karena dirinya ketika beribadah dihadapkan oleh dua sisi kepentingan duniawi dan ukhrawi. Rasa takut kepada Allahamatlah penting karena takut kepada Nya akan melahirkan amalan yang ikhlas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;II.1.A Pengertian AlKhauf/ takut kepada Allah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun pengertian Al khauf/takut kepada Allah adalah : &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian makna al khauf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;( takut ) , adalah takutnya seseorang terhadap kejelekan atau keburukan dari sesuatu yang dia cintai dan sanyangi akan menimpa diri dia, seperti seorang yang takut kepada Allah dari adaz NYA dan sikasaan di api neraka, karena hamba tadi tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;taat kepada Allah dan mnyimpang dari apa yang diperintahkan oleh Allah atas dirinya . Seorang mukmin tdak takut kecuali kepada Allah subhanahu wata’ala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adapun takut yang sifatnya manusiawi adalah Sesutu yang wajar, ketakutannya kepada makhluq tidak boleh disamakan dengan Allah subhanahu wata’la dalam firmannya ( Surat Thaha 67 )&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan takut yang manusiawi seperti contohnya takutnya seseorang atas gembalaan kambing dari srigala dan binatang buas dll.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Algerian;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Allah ta’ala selalu menakut-nakuti hambanya dengan kebesaran NYA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkadang juga dengan api neraka dan juga terkadang dengan menghancurkan orang kafir. Kata-kata al-khauf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di ungkapkan didalam alqur’an ; firman Allah al baqorah 40 .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Allah swt memperinggatkan hambanya dengan dengan adzab yang pedih, Allah akan membalas hambanya yang menyeleweng akan perintahnya (firman Allah Absa 34-37)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Allah juga menggambarkan tentang hari kiamat dengan gambaran yang mengerikan agar kita takut dalam menghadapinya : &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; al haj 1 sd 2 ) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Didalam firman Allah yang lain ada gambaran al khauf dari orang yang beriman dari generasi para nabi dan orang –orang yang mengikuti mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuju jalan Allah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;:{ وَقَالَ الَّذِي آَمَنَ يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ (30) مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ (31) وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ (32) يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (33) } [غافر/30-33]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;II.1.b .Macam-macam al khauf/Takut kepada Neraka :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Termasuk keimanan seorang mukmin kepada Allah adalah takut kepada hari akhir yaitu hari kiamat. Rukun iman yang yang inilah yang akan mengahsilkan keimanan yang kuat kepada Allah subhanahu wata’ala , setiap kali dia melangkahkan kakinya dibumi ini dia akan selalu berhati-hati tidak gegabah dan apabila dia gegabah maka dia akan masuk kedalam ancaman Allah ta’ala diapi neraka dan kekal didalammnya . Dunia ini adalah cobaan dan ujian bagi orang-orang yang beriman, dunia ini adalah batu loncatan sementara dan seorang mukmin tidak akan lama disana, Seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mukmin akan selalu berdo’a untuk mendapatkan kebaikan di dunia ini dan diakhirat kelak , firman Allah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;{ فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آَبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ (200) وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (202)} [البقرة/200-202]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ - صل &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;- « اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ »&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dari Anas bin Malik adalah nabi Saw banayak berdo’a dengan mngucapkan “ Ya Allah tuhan kami berikanlah kami kebaikan didunia ini dan dan kebaikan di akhirat kelak dan jauhkanlah diri kami dari api neraka” &lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Allah subhanahu wataa’la memerintahkan nabinya dan kaum mukminin untuk memperbanyak dzikir kepada Allah ta’ala setelah mereka melaksanakan ibadah manasik haji dan Allah memerintahkan mereka untuk meminta kebaikan dunia dan diimbangi dengan kebaikan yang kekal abadi yaitu kebaikan diakhirat dengan meminta kebaikan akhirat seorang akan secara otomatis terhindar dari apa yang diharamkan oleh Allah ta’ala .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Sampai sesuatu yang paling kecil dan sangat kecilpun, akan sangat berguna untuk akhirat kita jika kita termasuk orang yang mengikhlaskannya karena akhirat, ukuran kebaikan dalam Islam bukan diukur dengan sesuatu yang indah dan gemerlap namun seberapa tinggi imannya kepada Allah dan akan lahir setelahnya ikhlas karena mengaharapkan Allah ta’ala : dalam sebuah hadits digambarkan tentang perbuatan kecil yang akan membuahkan hasil yang besar karena takut kepada Allah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وعَنْ أَبِى إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَعْقِلٍ قَالَ سَمِعْتُ عَدِىَّ بْنَ حَاتِمٍ - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;- يَقُولُ « اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ »&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Abi ishaq &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;dia berkata aku mendengar Abdullah bin maqqil dari Adi bin hatim , dia berkata aku mendengar Rasullah saw bersabda : Takutlah kalian kepada Api Neraka walaupun dengan bersedekah sebelah biji kurma.”&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وعَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ ، قَالَ : قَامَ النَّبِيُّ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;، فَقَالَ : اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ قَالَ : ثُمَّ قَالَ : اتَّقُوا النَّارَ ، ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ حَتَّى رَأَيْنَا أَنَّهُ يَرَاهَا ، ثُمَّ قَالَ : اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا ، فَبِكَلِمَةٍ طَيْبَةٍ. صحيح ابن حبان - (ج 7 / ص 43)(2804) صحيح&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Adi bin Hatim dia berkata : Nabi Saw berdiri maka beliau berkata ; “ takutlah kalian kepada api neraka kemudian beliau berpaling dan memalingkan kepalanya dan berkata lagi “ Takutlah kalian kepada neraka kemudian dia berpaling dengan memutarkan kepalanya (dan beliau melihat kedepan)sehingga seolah-olah beliau melihatnya dan kemudian beliau berkata : “Takutlah kalian kepada api neraka walaupun kalian bersedaqah dengan satu butir kurma dan apabila kalian tidak bias maka dengan perkataan yang indah ))&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;II.2.PINTU KHUSUS UNTUK SHOIMIN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Allah &lt;b&gt;Subhanahu&lt;/b&gt; wata’ala telah menyiapkan pintu khusus untuk orang-orang yang berpuasa dengan disiapkan pintu Ar Royyan, pintu inilah yang membedakan antara orang-orang shaimin ( yang berpuasa ) ,Abu Bakar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;As Sidiq seorang sahabat nabi yang telah mendapatkan ijin untuk masuk dari pintu tersebut. Ini merupakan keutamaan tersendiri yang ada di dalam pribadi yang mulia yang gemar akan shaum/puasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam riwayat nabi : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : (( من أنفق زوجين في سبيل الله نودي من أبواب الجنة : يا عبدالله هذا خير فمن كان من أهل الصلاة دعي من باب الجهاد ومن كان من أهل الصيام دعي من باب الريان ومن كان من أهل الصدقة دعي من باب الصدقة )) فقال أبو بكر رضي الله عنه : بأبي أنت وأمي يا رسول الله ما على من دعي من تللك الأبواب من ضرورة فهل يدعى أحد من تلك الأبواب كلها ؟ قال : نعم وارجوا أن تكون منهم يا أبا بكر )) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Abu Hurairah R.a : Bahwasannya Nabi Shallahu alaihi wasalam bersabda : (( Barang siapa yang menginfakkan dua istrinya di jalan Allah dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, wahai Hamba Alloh ini adalah kebaikan, Maka Barangsiapa termasuk dari orang yang rajin sholat di dipanggil dari pintu jihad dan barang siapa yang termasuk orang yang rajin shodaqoh maka dia dipanggil dari pintu shodaqoh “ berkata Abu Bakar : “ Demi bapak dan ibuku, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(ungkapan kesungguhan dan keseriusan).Ya Rasullullah Kewajiban apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang dipanggil dari pintu-pintu tersebut , Apakah ada orang-orang yang dipanggil dari setiap pintu semua? Beliau berkata : Ya dan aku harapkan Engkau termasuk di dalamnya wahai Abu Bakar.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;II.3.BULAN PENUH BERKAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bulan dimana Allah Subhanahu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wa ta’ala menurunkan Al qur’an , setiap jiwa seorang mukmin akan merindukannya, setiap mukmin selalu mengharapkan waktu-waktu yang baik di bulan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala . Telah dekat bulan Ramadhan , sekarang kita berada di akhir bulan Sya’ban beberapa hari nan dekat dengan Ramadhan , Nabi shollalohu alaihi wasalam bersabda : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;لا تقدموا رمضان بصوم يوم أو يومين الا إذا كان يصو م صوما قبله&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;فليصمه&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“ Janganlah kalian dahului bulan Ramadhan dengan puasa satu hari atau dua hari kecuali seseorang yang bertepatan puasa pada hari itu atau sebelumnya maka boleh dia berpuasa “ &lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari keterangan Hadits ini diambil tiga pelajaran penting : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak boleh seseorang mendahuli Ramadhan dengan hari yang bukan bagian dari bulan Ramadhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Harus dibedakan antara Puasa Sunnah dan Puasa Wajib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Persiapan untuk berpuasa wajib dengan mengosongkan hari untuk menambah kecintaan dengan datangnya bulan Ramadhan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun orang-orang yang tidak cinta akan bulan Ramadhan dia akan selalu bermaksiat kepada Allah Ta’ala sampai detik-detik akhir menjelang matahari tenggelam dia masih asyik dengan masyi’at. Sebagian mereka mengatakan: “ Bulan Ramadhan sudah dekat, teruskan apa yang kita lakukan ,jangan kamu minum dari gelas-gelas yang kecil ambillah gelas yang besar minumlah bir tadi sehingga engkau tertidur di bulan Ramadhan .”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Subhannaloh, dari perkataan yang keji dan kotor ini apakah mereka akan hidup seratus tahun? Meneguk minuman keras, bernyanyi riang gembira, melupakan bulan yang suci layaknya binatang ternak yang menghabiskan harihari mereka dengan makan dan mimum saja akan tetapi binatang lebih beruntung karena semakin banyak makan dan minum akan dimanfaatkan oleh manusia. Allah ta’ala berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;(( ولقد درانا لجهنم كثيرا من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;))&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“Dan Sungguh Kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah menyiapkan penduduk neraka Jahanam dengan Manusia dan Jin mereka memiliki hati tapi mereka tidak menggunakan untuk memahaminya. “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;II.4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;BERPUASA ADALAH CIRI KECINTAAN HAMBA KEPADA ALLAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tak kenal maka tak sayang suatu pepatah yang sering terdengar oleh telinga kita bahkan sangat akrab sekali dengan kaum muda-mudi didalam dunia mereka ketika berkenalan dengan orang lain. Begitu pula dengan kecintaan kita kepada Allah Ta’ala semakin tinggi kita mencintaai Allah maka semakin dekat hati kita dengan Allah ta’ala. Mengerjakan apa yang Allah perintahkan kepada kita akan semakin muda dan ringgan dia tidak akan merasakan letih, capek, jenuh, lapar, dahaga dan lainnya dia akan merasakan lezatnya hidup di bawah naungan bulan yang suci ini. Bersabda Nabi Saw : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; text-indent: 9pt; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;" ومن اراد الله به خيرا يفهقه في الدين&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala kebaikan maka dia akan diberikan pemahaman dalam agama ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pemahaman hadits tersebut adalah barang siapa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala dengan suatu kebaikan maka Allah akan memberikan dia rasa cinta kepada keimanan dan akan dihiaskan di dalam hatinya dengan hiasan yang baik dan indah dan akan diberikan rasa kebencian di dalam hatinya kekufuran, kefasikan dan berbuat maksiat kepada AL KHALIQ, namun kebalikannya barang siapa yang dikehendaki Allah ta’ala dengan kejelekan maka dia akan dibiarkan begitu saja dia akan memilih kejelekan dan mengekor terhadap setan , pengikut hawa nafsu dan dia termasuk orang-orang yang telah disesatkan. Naudzu billah….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Suatu ketika ada hamba sahaya/budak wanita yang dimiliki oleh seorang ulama terdahulu Hasan bin Sholih diutus untuk datang melayani sekumpulan orang, dia melihat beberapa orang yang mempersiapkan ubtuk puasa Ramadhan dengan berbagai macam persiapan , maka budak wanita ini berkata : sedang apa kalian? (dengan heran ) mereka menjawab ,kita sedang bersiap-siap untuk Ramadhan, dia berkata “ Apakah kalian hanya berpuasa Ramadhan saja? (Dia heran melihat persiapan yang berlebih-lebihan) dan dia berkata: Sungguh saat ini saya berada di komunitas masyarakat yang hanya berpuasa di bulan Ramadhan. Kemudian budak ini tidak betah dan meminta untuk pulang kepada majikannya. Dan kemudian Hasan bin Sholih juga mengutus budak tadi kepada masyarakat yang lain maka ketika datang akhir malam dia membangunkan orang-orang di sekitarnya: Sholat, Mari kita sholat! ada orang yang berkata apakah sudah datang waktu subuh? dan budak ini berkata : Apakah kalian hanya sholat yang wajib saja? dan budak ini pun meminta pulang kerumah majikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Betapa mulya hati seorang budak ini, dia telah mendapatkan kenikmatan iman yang dalam dalam hati mereka. Apapun yang mereka lakukan mereka merasa senang dan nyaman, tanpa adanya berat hati didalam dirinya. Padahal dia hanyalah seorang budak yang menggangtungkan nasibnya kepada orang lain. Hidup dia penuh dengan cobaan dan tekanan namun dia tetap tangguh dan tekun menjalankan ibadah kepada Allah…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bab.III.MENENTUKAN AWAL DAN AKHIR BULAN RAMADHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sesungguhnya kekuatan keimanan seseorang bisa diukur dengan kuatnya rasa cinta dan rindunya dengan bulan Ramadhan, dengan mengadakan mencari kabar datangnya bulan, menghadiri majlis-majlis ilmu bulan Ramadhan dan juga yang lainnya. Dahulu para sahabat Nabi Shollallhu alaihi wasalam keluar ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pasir ditempat yang luas untuk menanti dan melihat bulat sabit awal bulan Ramadhan, hal seperti ini dinamakan proses observasi hilal atau dikenal dengan Ru’yatul Hilal. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dua metode dalam menentukan awal bulan Ramadhan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 69.75pt; text-align: justify; text-indent: -42.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan cara Ru’yahtul Hilal. (melihat hilal dengan mata telanjang menentukan awal dan akhir Ramadhan ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 69.75pt; text-align: justify; text-indent: -42.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan cara Istikmal menyempurnakan jumlah bilangan bulan menjadi 30 hari yaitu bulan Hijriyyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun cara yang digunakan oleh sebagian orang negri kita ini atau di negeri lain adalah jauh dari tuntunan Rasululloh Shalallohu alaihi wasalam .Mereka lebih cenderung dengan cara menggunakan teori ilmu hisab atau ilmu falak dengan banyak teori yang ada menjadikan mereka banyaknya perbedaan pendapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dalil –dalil yang menguatkan Ru’yatul Hilal : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 0in; text-align: right; text-indent: 0in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;عن ابن عمر رضي الله عنه قال " تراءى الناس الهلال فأخبيرت النبي صلى الله عليه وسلم إني رأيته فصامه وأمر الناس بصيامه – رواه ابو داود وصححه ابن خزيمة وابن حبان&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Ibnu Umar dia berkata ; Manusia keluar ke tanah lapang melihat hilal maka aku kabarkan kepada Nabi sholallohu alaihi wasalam bahwasannya aku melihatnya dan beliau memerintahkan untuk berpuasa.))&lt;a style="" href="#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;(( إذا رأيتموه فصومو وإذا رأيتموه فأفطروا )) متفق عليه &lt;a style="" href="#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;(( Dan apabila kalian melihatnya maka berpuasalah kalian maka apabila kalian melihatnya maka berbukalah kalian )) Mutafaqub Alaihi .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;عن ابن عمر قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( فإن&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;غمي عليكم فاقدروا له ثلاثين )) متفق عليه.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Ibnu Umar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkata Rasulloh shollalohu alaihi wasalam : Maka apabila cuaca mendung tertutup maka perkirakan bulan tadi dengan menyempurnakan bilangannya menjadi 30 hari ))&lt;a style="" href="#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bab. IV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;BEBERAPA KESALAHAN ORANG-ORANG YANG BERPUASA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kesalahan dalam mendidik : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Memahamkan puasa dengan puasa setengah hari..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Membiarkan Tidur disiang Ramadhan dan meninggalkan shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Membiarkan anak-anak kita jalan-jalan menghabiskan hari padahal baca al qur’an lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bermalas-malasan dalam menjalankan shalat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; waktu ataupun shalat jama’ah .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Meninggalkan Tilawah Al Qur’an ketika waktu senggang dan luang .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bergadang di malam hari tanpa beribadah kepada Allah ta’ala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mengakhirkan berbuka Puasa di atas adzan magrib .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mengawalkan waktu sahur di pertengahan malam .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Membiasakan membaca do’a buka puasa yang lemah : Allhumma laka shumtu wa ‘ala riqkika aftortu ……..( Doa yang benar sesuai dengan Sunnah adalah : “ Dzahabat Dzoma’u Wab Talatil ‘Uruqu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wa Tsabatal Ajru Insya Allah )) Ya Allah telah sirna rasa haus dan dahagaku dan telah basah tenggorokanku dan telah tetap pahala Insya Allah)).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Memakan kurma dengan bilangan yang ganjil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Memulai berbuka dengan air, yang sunnah adalah dengan kurma muda, atau yang biasa beredar di pasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mengakhirkan buka puasa dengan alasan sholat dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Berlebih dalam makan buka puasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Berlebih dalam menghidangkan jenis makanan puasa .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;13.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Meneruskan puasa di malam hari dengan alasan masih kuat dan sehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;14.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak makan sahur dengan alasan kenyang dan malas bangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;15.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mengkhususkan do’a ketika makan sahur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bab. V. WAHAI ORANG YANG LUPA AKAN RAMADHAN SADARLAH!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Wahai kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan yang mentaati perintah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam, bersiaplah kalian dengan taqwa karena sebaik-baik perbekalan kepada Allah. Wahai orang-orang yang lupa kemanakah tujuan kita sekarang? dan kemanakah kita setelah kematian? janganlah kalian membuang waktu yang mulai ini dengan ibadah kepada Allah ta’ala .Janganlah kalian buang waktu malam hanya sekedar untuk bergadang menunggu waktu sahur tanpa membaca Al Qur’an, janganlah kita pernah tertinggal dengan sengaja ataupun tidak akan sholat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; waktu ? Ramadhan akan berjumpa dengan kita hanya sebentar, tapi apakah kita bisa bertemu dengan tamu yang mulia ini ? banyak orang berharap, tapi besok dia meninggal, ada juga yang 1 jam setelahnya meninggal dan banyak lagi contohnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kalau engkau tidak menjadi seorang yang beruntung bulan Ramadhan ini kapan lagi? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Betapa banyak orang yang memanggilmu Haya ala Falah ! Mari kita raih kemenangan sedang engkau menjadi orang yang merugi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Betapa banyak orang yang memanggil Mari Kita menjadi orang yang Baik! Sementara kamu masih menjadi orang yang yang Fasid/ buruk akhlaq dan pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Maka Barang siapa yang memberi rahmat dibulan Ramadhan dia akan di beri rahmat oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Barang siapa yang menanam benih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan dia tidak menyiraminya maka dia akan menyesal dihari akhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Barang siapa yang mendapatkan Ramadhan namum tidak memanfaatkannya dia akan menyesal..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ya Allah sampaikan diri kami semua ke dalam bulan Ramadhan dan jadikanlah kami semua orang yang selalu menghidupkannya dengan beribadah kepadaMu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah . Wassalam .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Buku-buku Rujukan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Al qu’an Al Karim dan terjemahnya .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Shahih Bukhari syarah fathul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;bari&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, al astqalani cet.maktabah salafiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;syarah muslim Al Imam Annawawy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Fatawa Ramadhan syeikh Muhammad AL Utsaimin cet abwaus salaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bulugul Maram , Ibunu Hajar Alatsqalani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Mukhtasar Minhajul Qasidin, ibnu qudamah al Maqdisi, cet maktabah al baz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kitab Al Ma’asyi ,Dr Hamid AlMuslih cet makatabah diya’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Allahumma Sallim, Dr Abdul Malik bin Qasim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Majalah umamty &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kuwait&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Majalah Al Furqon &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Kuwait&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Suart Al Baqorah ayat 183.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hr. Ahmad &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mukhtasar minhajul qasidin hal 65.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; H.R Muslim &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Mukhtasar minhajul Qasidin hal 66.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al Maasyi watsaruha hal 226 .&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Shahih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukhari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;no. hadits :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;(6389 )&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Shahih Bukari no. hadits &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;1417 (&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Shahih Ibnu Hibban juz 7 hal.43 hadits no. 2804 dan hadits itu shahih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shohihnya kitab As Shoum Bab Al Royyan No .1897 &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Mutawaqun alihi , Hadits disetujui oleh Bukhari dan Muslim .&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dan disahkannya oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Diriwayatkan dan disahkan oleh Imam Bukhari dan Muslim .&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dalil penyempurnaan jumlah bilangan bulan menjadi 30 disebut Istikmal.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7154576458173680354-8191747551952117863?l=alisamanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/feeds/8191747551952117863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/08/normal-0-false-false-false_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/8191747551952117863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7154576458173680354/posts/default/8191747551952117863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alisamanhasan.blogspot.com/2009/08/normal-0-false-false-false_08.html' title=''/><author><name>ali saman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00819693907795788114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_47wTMhTdg8E/S3SmgrT7SqI/AAAAAAAAACA/senRySU1gqM/S220/02+LOGO+RESMI+JITI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7154576458173680354.post-3792507708863202584</id><published>2009-05-14T06:26:00.000+07:00</published><updated>2009-05-14T06:41:31.193+07:00</updated><title type='text'>MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;“ Hari Pertama di alam kubur”&lt;br /&gt;Oleh : Ali Saman Hasan,Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik Allah ta’ala, Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, shalawat serta salam semoga selalu terjinjung tinggi kepada nabi Muhammad shallahu alai wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan kematian tidak kalah penting dengan pembahasan yang lain didalam kita beragama ini merupakan bagian dari pada manhaj Rasul shallahualaihi wasalam dalam berdaw’ah. Pembahasan ini biasanya dimasukkan oleh para ulama didalam bab. Roqoiq, yaitu pembinaan Iman dan ketaqwaan kepada Allah ta’ala. Oleh sebab itu saya sangat terkesan dan terpanggil untuk menulius makalah singkat ini yang saya rujukan kepada buku-buku Aqidah dan roqoiq yang pernah ditulis oleh para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah, pembahasan makalah saya ini hanya saya batasi dalam 4 point penting : 1. Pengenalan Hakikat Dunia  2. Kematian adalah pasti 3. Sakaratul Maut  4. Kondisi manusia di alam kubur, sehingga saya beri judul “ Hari Pertama di Alam kubur “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pengenalan Hakikat Dunia&lt;br /&gt;Kehidupan dunia sesuatu yang tidak bisa kita ingkari, bahwa kita semua membutuhkannya, akan tetapi Allah ta’ala telah membatasi tentang kehidupan seorang hamba Nya dengan peristiwa yang menurut sebagian orang adalah menakutkan, angker, seram dan memilukan sehingga saya coba mengumpulkan kata-kata yang indah tentang kematian ini …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian tidak kenal teman…..&lt;br /&gt;Apabila ia datang habislah semuanya….&lt;br /&gt;Tidak punya tempat tinggal ….&lt;br /&gt;Alam semesta ini adalah tawannya…&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang bias bersembunyi walaupun di benteng yang kokoh..&lt;br /&gt;Tidak punya usia, ia sepanjang  hari akan berada di tahun-tahun mu ….&lt;br /&gt;Ia tidak menunggu seseorang akan tetapi semua orang menunggunya…&lt;br /&gt;Akan memutus segala apa yang dicita-citakan…&lt;br /&gt;Akan memutus semua rencana yang diinginkan…&lt;br /&gt;Akan memutus segala keinginan yang belum tercapai….&lt;br /&gt;Ketika ia datang, semua mata menangisinya….&lt;br /&gt;Apabila ia datang semua orang akan mengetahuinya…&lt;br /&gt;Hati terasa hilang,ketika ia menjumpai seseorang …&lt;br /&gt;Terucap kata-kata Innalillah waina ilaihi rajiun pertanda ia telah datang ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ{9} وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ{10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ{11} المنافقون&lt;br /&gt;“ Wahai Orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah, maka barang siapa yang lalai dari mengingat Allah maka dia termasuk orang-orang yang merugi, Dan infakkanlah apa yang telah Allah berikan atas kalian dari rizki sebelum datang kepada kalian kematian lalu dia berkata Ya Tuhan-ku jikalau Engkau Akhirkan aku kepada massa yang lain lalu aku bias bersedekah dan aku menjadi orang-orang yang shalih, dan tidaklah Allah akan mengakhirkan seoarang jiwa apabila telah datang kepadanya ajalnya dan Allah maha mengetahui terhadap apa-apa yang kalian kerjakan.” Al Munafiqun 9-11.&lt;br /&gt;وقال النبي صلى الله عليه وسلم:&lt;br /&gt;أكثروا ذكر هازم اللذات ... الموت ( الترمذي )&lt;br /&gt;Nabi Muhammad bersabda : “ Perbanyaklah kalian mengingat ( Kematian ) pemutus segala kenikmatan “ Hr At Tirmidzi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Majah secara ringkas dengan sanad yang bagus dan Al Baihaqi dengan dalam kitab zuhudnya :&lt;br /&gt;أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أي المؤمنين أفضل:&lt;br /&gt;قال : أحسنهم خلقا  .&lt;br /&gt;قال : فأي المؤمنين أكيس قال أكثرهم للموت ذكرا وأحسنهم لما بعده استعدادا أولئك الأكياس .&lt;br /&gt;   " Bahwasannya seseorang berkata kepada Nabi shallohu alaihi wasallam, ia berkata, Manakah dianatara orang-orang yang beriman yang paling baik ( afdhal )? Maka Nabi menjawab ;” yang paling baik akhlaqnya, dan manakah diantara orang-orang mukmin yang paling cerdas dan pintar beliau menjawab: “ yang paling banyak mengingat kematian dan yang terbaik adalah orang yang selalu siap untuk persiapan setelah kematian merekalah orang-orang yang cerdas .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي الصحيحين عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال  ما حق امرئ مسلم له شيء يوصي فيه يبيت ليلتين إلا ووصيته مكتوبة عنده .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Bukari dan Muslim dari sahabat Umar bib Khatab, bahwasannya Rasullah shallohu alaihi wasalam bersabda: “ Adalah hak seorang muslim apabila dia tidur(bermalam) minimal dua hari batas waktunya, kecuali wasiat dia tertulis disisinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن ابن عمر رضي الله عنهما قال:&lt;br /&gt;( أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي وقال: كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل وعدّ نفسك من أصحاب القبور )  أي لا تركننّ إليها ولا تتخذها وطناً ولا تحدث نفسك بطول البقاء فيها ولا بالاعتناء بها ولا تتعلق منها بما لا يتعلق به الغريب في غير وطنه. لا تشتغل فيها به الغريب الذي يريد الذهاب إلى أهله.&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar dia berkata : :” Adalah rasullah shallahualaihi wasalam memegang kedua pundak saya dan beliau berkata ;” Jadilah Engkau didunia ini seperti orang yang asing atau orang yang sedang menyebrangi jembatan dan anggaplah dirikamu termasuk calon penghuni kuburan “ ( yaitu engkau jangan pernah meninggalkannya, dan janganlah engaku jadikan dunia ini sebagai tempat tinggalmu selamanya dan janganlah engakau bergantung dengan dunia ini selamanya dan menjadikannya sebagai tanahairnya yang abadi, dan jangan engkau bersikap kecuali seperti orang yang asing yang mau pergi jauh menuju keluarganya .)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.Kematian adalah pasti datang ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى:&lt;br /&gt;  حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ{99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ{100} فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءلُونَ{101}المؤمنون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:"Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan. Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (QS. 23:99-101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن أنس رضي الله عنه قال:&lt;br /&gt; خط رسول الله صلى الله عليه وسلم خطا وقال هذا الإنسان وخط إلى جنبه خطا وقال هذا أجله وخط آخر بعيدا منه فقال هذا الأمل فبينما هو كذلك إذ جاءه الأقرب (أي جاءه أجله) (رواه البخاري واللفظ له والنسائي بنحوه)&lt;br /&gt;Dari Anas berkata :  Adalah Rasullah shallahualaihi wasalam  mengariskan garis lurus dan beliau berkata ini adalah manusia dan beliau menggariskan garis sebelah nya dan beliau berkata ini adalah ajalnya dan beliau menggariskan garis yang lain yang jauh dan beliau mengatakan ini adalah harapan maka ketika garis itu datang maka datanglah ajalnya.( Hr. Bukhari dan lafad ini dari Nasa’i ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروي عن ابن عباس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لرجل وهو يعظه: اغتنم خمسا قبل خمس:&lt;br /&gt;شبابك قبل هرمك.&lt;br /&gt;وصحتك قبل سقمك.&lt;br /&gt;وغناك قبل فقرك.&lt;br /&gt;وفراغك قبل شغلك.&lt;br /&gt;وحياتك قبل موتك .                                                      (رواه الحاكم)&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dia berkata : dari Nabi shallahualalahi wasallam dia berkata kepada seseorang dan beliau menasehatinya: Ambillah yang lima sebelum yang lima : Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu. H.r Al Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ{15} أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ{16}هود.&lt;br /&gt;Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (QS. 11:15) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ }الجمعة8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah:"Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. 62:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَرَأَيْتَ إِن مَّتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ{205} ثُمَّ جَاءهُم مَّا كَانُوا يُوعَدُونَ{206} مَا أَغْنَى عَنْهُم مَّا كَانُوا يُمَتَّعُونَ{207} الشعراء&lt;br /&gt;Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. (QS. 26:205-207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَللّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ وَإِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ لِلّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَانَ اللّهُ غَنِيّاً حَمِيداً }النساء131&lt;br /&gt;Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang dibumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 4:131&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ{16} الحديد&lt;br /&gt;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturnkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 57:16)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن علي بن أبي طالب رضي اللّه عنه قال :&lt;br /&gt;  أخوف ما أخاف عليكم اثنان:طول الأمل و إتباع الهوى  .&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Tholib dia berkata : “ Yang paling aku takutkan atas kalian adalah dua hal : Banyak berharap ( berandai-andai ) dan mengikuti hawanafsu.&lt;br /&gt;Ketahuilah sesungguhnya ada dua hal yang akan menjadikan orang itu kerkena virus/penyakit hati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak berharap kepada dunia dan lupa akan akhirat.&lt;br /&gt;Mengikuti hawanafsu sehingga menjadikan dia enggan mengikuti yang hak dan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila ini kerjadi dalam kehidupan kita, maka hati kita akan selalu tergantung dengan kehidupan dunia dan lebih cenderung mengambil sebab-sebab hidup yang akan menjadikan dunia dan kekayaan dia semakin jaya, sikap seperti ini justru akan menjadikan hatinya kaku, keras dan hitam dan akan melahirkan sifat-sifat yang jelek pul adalam kehidupan kita diantaranya :&lt;br /&gt;Ketaatan akan semakin menipis dan berkurang .&lt;br /&gt;Mengakhirkan taubat .&lt;br /&gt;Meperbanyak maksiat.&lt;br /&gt;Semangat beragama semakin berkurang.&lt;br /&gt;Menjadi kaku dalam berbuat, bertindak dan bersikap.&lt;br /&gt;Menjadikan lupa / tidak ingat selalu dalam alasan berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberikan solusi bagi penyakit-penyakit yang tersebut diatas, yang akan menjadikan hati dia selalu lembut dan senantiasa mengingatakan Allah ta’ala, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;Mengingat akan kematian dan mati yang mendadak.&lt;br /&gt;Mengingat selalu akan rumah masa depan kita ( kuburan).&lt;br /&gt;Mengingat selalu akan pahala dan siksaan yang dijanjikan Allah.]&lt;br /&gt;Mengingat selalu akan kejadian dasyat di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;{مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَّدْحُوراً }الإسراء18&lt;br /&gt;Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. 17:18)&lt;br /&gt;وقال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْماً لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئاً إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ }لقمان33&lt;br /&gt;Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah". (QS. 31:33)&lt;br /&gt;وقال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;{يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ}فاطر5&lt;br /&gt;Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. 35:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الدنيا حلوة خضرة وإن الله تعالى مستخلفكم فيها فينظر كيف تعملون اتقوا الدنيا واتقوا النساء .&lt;br /&gt; (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al khudry semoga Allah ta’ala meridhainya, bahwasannya Rasullah shallahu alaihi wasalam berkata : Sesungguhnya dunia itu adalah manis dan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian pemimpinnya didalamnya, lalu Allh ta’ala akan melihat bagaimanakah kalian beramal, takutlah kalian kepada dunia dan takutlah kalian akan fitnahnya wanita. Hr Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال :&lt;br /&gt;سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول  الدنيا حلوة خضرة فمن أخذها بحقها بارك الله له فيها ورب متخوض فيما اشتهت نفسه ليس له يوم القيامة إلا النار .&lt;br /&gt; (رواه الطبراني في الكبير  ورواته ثقات)&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr semoga Allah ta’ala meridhainya, dia berkata : aku mendengar Rasullah shallahu alahi wasalam bersabda: Dunia itu adalah manis dan hijau, maka barang siapa yang mengambilnya dengan haknya Allah akan memberkahinya, dan orang yang suka berbicara dengan apa yang dia senangi ( dengan hawa nafsunya) maka balasannya adalah api neraka. ( H.r . Thabrani di dalam kitab Al Kabir dan perawinya adalah orang terpecaya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال :&lt;br /&gt;جلس رسول الله صلى الله عليه وسلم على المنبر وجلسنا حوله فقال إن مما أخاف عليكم ما يفتح الله عليكم من زهرة الدنيا وزينتها  (رواه البخاري ومسلم)&lt;br /&gt;Dari Abu Said alkhudryi semoga Allah meridhainya dia berkata , Rasulullah shallahulaihi wasalam duduk diatas mimbar maka kamipun duduk disekitar Rasullah shallahu alaihi wasalam, lalu beliau berkata : “ Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas kalian adalah apabila Allah membuka atas kalian dari keni’matan dunia dan perhiasannya”. H.r Al Bukhari dan Muslim .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن كعب بن عياض رضي الله عنه قال :&lt;br /&gt; سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إن لكل أمة فتنة وفتنة أمتي المال  .&lt;br /&gt;(رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح وابن حبان في صحيحه والحاكم وقال صحيح)&lt;br /&gt;Dari Ka’ab bin Iyad semoga Allah meridhainya : Aku mendengar Rasullah shallahualaihi wasalam berkata : “ Sesungguhnya setiap umat ini ada fitnahnya dan fitnah umatku adalah harta.” H.r At Tirmidzi dan dia berkata ini adalah hadits shahih dan Ibnu Hibban juga mengeluarkannya di dalam kitab shahihnya dan juga Al Hakim dan beliau berkata ini adalah shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال:&lt;br /&gt; تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان يريد حرث الآخرة الآية  قال :&lt;br /&gt;يقول الله ابن آدم تفرغ لعبادتي أملأ صدرك غنى وأسد فقرك وإلا تفعل ملأت صدرك شغلا ولم أسد فقرك  (رواه ابن ماجه والترمذي واللفظ له وقال حديث حسن وابن حبان في صحيحه باختصار إلا أنه قال ملأت يدك شغلا والحاكم والبيهقي في كتاب الزهد وقال الحاكم صحيح الإسناد).&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya  dia berkata : Rasullah shallahualahi wasalam pernah membaca ayat “ Barang siapa yang menginginkan ladang kebaikan di akhirat “ belaiu kemudian berkata : Allah ta’ala berkata : Apabila anak Adam itu meluangkan waktu untuk beribadah kepadaku maka Allah akan penuhkan dihatimu kekayaan dan Aku ( Allah ) akan tutup kemiskinan didalam hatimu dan apabila tidak mengerjakan ini maka akan dipenuhkan kedalam dadamu kesibukan yang tiada henti dan tidak ditutup kemiskinan hatimu. H.r Ibnu Majah, Attirmidzi dan lafadz hadits ini adalah miliknya dan beliau berkata ini adalah hadits yang hasan dan dikeluarkan pula oleh Ibnu Hibban dengan ringkas didalam kitab shahihnya tetapi dengan lafadz: kecuali Allah akan sibukkan tangan kamu,” dan juga dikelaurkan oleh albaihaqi dalam kitab zuhud dan berkata Al Hakim hadits ini shahih sanadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Sakaratul maut :&lt;br /&gt;قال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;{كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ }آل عمران185&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }الأنبياء35&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang ssebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:35)&lt;br /&gt;وقال اللّه تعالى:&lt;br /&gt;{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }العنكبوت57&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. 29:57)&lt;br /&gt;وقال تعالى:&lt;br /&gt;{وَجَاءتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ }ق19&lt;br /&gt;Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. (QS. 50:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة رضي اللّه عنها قالت:&lt;br /&gt;إن رسول اللّه صلى الله عليه وسلم كان بين يديه علبة فيها ماء فجعل يدخل يديه في الماء فيمسح بهما وجهه ويقول لا إله إلا اللّه إن للموت لسكرات ثم نصب يديه فجعل يقول إلى الرفيق الأعلى حتى قبض (صحيح البخاري).&lt;br /&gt;Dari Aisyah semoga Allah meridhainya dia berkata : Sesungguhnya ada disisi  Rasullah shallahu alaihi wasalam satu mangkok air( ember), maka beliau memasukkan tangannya didalam air lalu beliau mengusapkan kedua tangannya kepada mukanya dan beliau berkata : Lailaha illalah sesungguhnya kematian itu ada sakaratnya kemudian beliau menegakkan tangannya dan berkata menuju kepada Allah sampai beliau meninggal.H.s Al Bukhari .&lt;br /&gt;في صحيح البخاري:&lt;br /&gt;لما ثقل صلى الله عليه وسلم جعل يتغشاه الكرب فجعلت فاطمة رضي اللّه عنها تقول واكرب أبتاه فقال صلى الله عليه وسلم لا كرب على أبيك بعد اليوم .&lt;br /&gt; Dalam shahih Bukhari disebutkan ketika Rasullah shallahu alaihi wasalam dalam posisi yang sangat berat menjelang kematian dan mulailah Rasullah mendapatkan kesedihan/ kesusahan, dan anak beliau Fatimah berkata : bersedihlah wahai bapakku , lalu beliau menjawab tidak ada kesedihan / kesusahan setelah (sakaratul maut ini) atas ayahandamu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khatab pernah berkata tentang bagaimana kondisi sakaratul maut dengan bertanya kepada Ka’ab, berkata Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا كعب حدثنا عن الموت فقال نعم يا أمير المؤمنين . هو كغصن كثير الشوك أدخل في جوف رجل فأخذت كل شوكة بعرق ثم جذبه رجل شديد الجذب فأخذ ما أخذ وأبقى ما أبقى .&lt;br /&gt;“ Wahai kaab ceritakan kepada tentang sakaratulmaut!, lalu di menyetujuinya dan berkata : Baik wahai Amirul mukminin, sakaratul maut ibarat tangkai pohon yang banyak durinya kemudian dimasukan kedalam rongga mulut seseorang maka setiap duri yang ada mengenai setiap urat kemudian tangkai tadi di tarik dengan kuat maka yang terjadi adalah ada duri-durinya yang masih menempel di dalam tubuh kita dan ada yang ketarik juga.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam satu riwayat ketika Nabi Ibrahim meninggal dunia, maka Allah berkata kepadanya :&lt;br /&gt;“ Wahai Ibrahim bagaimanakah rasanya kematian ?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab: “ Kematian itu seperti besi yang penusuk daging yang panas dimasukkan kedalam kulit yang masih basah kemudian ditarik.”&lt;br /&gt;Kemudian Allah berkata kepadanya : “Wahai Ibrahim sesungguhnya itu sudah diringankan atas diri kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال اللّه عز وجل له : كيف وجدت الموت.&lt;br /&gt;قال :كسفود جعل في صوف رطب ثم جذب.&lt;br /&gt;فقال الله تعالى له : أما إنا قد هونا عليك  .&lt;br /&gt;عن موسى صلوات اللّه عليه:&lt;br /&gt; أنه لما صارت روحه إلى اللّه عز وجل قال له :&lt;br /&gt; يا موسى كيف وجدت الموت قال: وجدت نفسي كشاة حية بيد القصاب تسلخ.&lt;br /&gt;Diriwayatkan  dari Nabi Musa shallahu alai wasalam, ketika ruhnya di tarik oleh Allh ta’ala maka Allah berkata kepadanya, “Wahai Musa bagaimanakah Engkau dapatkan kematian ini?” beliau berkata : Aku dapatkan diriku seperti kambing yang hidup kemudian ia dikuliti dengan pisau yang tajam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وكان عمرو بن العاص رضي اللّه عنه يقول:&lt;br /&gt; لوددت لو أني رأيت رجلاً لبيباً حازماً قد نزل به الموت فيخبرني عن الموت فلما أنزل به الموت قيل له يا أبا عبد اللّه كنت تقول أيام حياتك لوددت أني رأيت رجلاً لبيباً حازماً قد نزل به الموت يخبرني عن الموت وأنت ذلك الرجل اللبيب الحازم وقد نزل بك الموت فأخبرنا عنه.&lt;br /&gt;فقال: أجد كأن السماوات انطبقن على الأرض وأنا بينهما وكأن نفسي تخرج على ثقب إبرة.&lt;br /&gt;Seorang sahabat nabi yang bernama Amr bin Ash semoga Allah meridhainya, beliau berkata, “ Aku bercita-cita melihat seorang yang berakal nan tegas kemudian sekaratul maut mejumpai dirinya suatu ketika nanti.”, kemudian ketika kejadian yang beliau katakana ini menimpa diri dia ada seorang yang berkata kepadanya: “Wahai  Abu Abdillah engkau dulu pernah berkata bahwa engkau bercita-cita ingin melihat seorang yang berakal nan tegas yang telah berada pada posisi sakaratul maut dan kejadian itu sedang menghapirimu sekarang ini, lalu beritahukan kepada kami bagaimana rasanya? Maka beliau menjawab;” Aku mendapatkan seolah-olah Langit-langit yang tujuh diatasku jatuh menimpa bumi ini dan aku berada diantara keduanya, dan aku dapatkan diriku seperti keluar dari lobang jarum yang amat kecil.”&lt;br /&gt;روى عن أسلم مولى عمر بن الخطاب رضي اللّه عنهما قال:&lt;br /&gt;* إذا بقي على المؤمن من ذنوبه شيء لم يبلغه عمله شدد عليه الموت ليبلغ بسكرات الموت وشدته درجته في الجنة.&lt;br /&gt;* وإن الكافر إذا كان عمله معروفاً في الدنيا هون عليه الموت ليستكمل ثواب معروفه في الدنيا ثم يصير إلى النار.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Aslam budak dari Umar bin Khatab, beliau berkata : “ Apabila seorang mukmin masih memiliki dosa didunia ini dan amalannya belum bisa menggurkan dosa tersebut maka akan terbalas dan terhapus dengan sakaratul maut yang dia alami, sehingga Allah ta’ala meningkatkan derajatnya disurga kelak. Dan apabila dia adalah orang yang kafir dengan memiliki amalan yang baik didunia ini maka sakaratul maut akan dimudahkan untuk dirinya supaya lengkap rahmat NYA kepada orang kafir tersebut kemudian dimasukkan kedalam api neraka.”&lt;br /&gt;وقال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم :&lt;br /&gt; الأمراض والأوجاع كلها بريد الموت ورسل الموت فإذا حان الأجل أتى ملك الموت بنفسه وقال أيها العبد كم خبر بعد وكم رسول بعد رسول وكم بريد بعد بريد أنا الخبر ليس بعدي خبر وأنا الرسول ليس بعدي رسول أجب ربك طائعاً أو مكروهاً فإذا قبض روحه وتصارخوا عليه قال على من تصرخون وعلى من تبكون؟ فو اللّه ما ظلمت له أجلاً ولا أكلت له رزقاً بل دعاه ربه فليبك الباكي على نفسه فإن لي فيكم عودات وعودات حتى لا أبقي منكم أحداً (الوسيط للواحدي بإسناده عن ابن عباس )&lt;br /&gt;Disebutkan dalam kitab al wasid yang ditulis oleh Al wahidi dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas, bahwasannya Rasullah shallahualaihi wasalam berkata:
